| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Wow, Walikota London Kibarkan Bendera Palestina di Depan Kantor | | 10:47:13 PM | PKS PIYUNGANhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Ada yang mencengangkan di kota London, Inggris saat ini. Kantor walikota London mengibarkan bendera Palestina di halaman depannya. Aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza, yang telah diserang oleh Israel sejak 7 Juli.
Lutfur Rahman, sang walikota, mengatakan "Kami mengibarkan bendera Palestina di atas balai kota sebagai isyarat kemanusiaan solidaritas kami dengan rakyat Gaza."
"Selain serangan militer saat ini, blokade terhadap Gaza juga sudah menyebabkan bencana kemanusiaan," tambahnya.
"Lebih dari 1.000 orang telah tewas, sebagian besar dari mereka wanita dan anak-anak. Koridor bantuan darurat harus dibuka untuk memungkinkan mereka yang terluka bisa menerima pengobatan dan perawatan medis," kata sang walikota.
"Kami berduka atas hilangnya nyawa dalam konflik tragis ini. Kami menyerukan kepada Perdana Menteri kami (David Cameron) untuk membantu menciptakan perdamaian abadi yang memutus siklus kekerasan antara Israel dan Palestina dan mencegah kerugian lebih lanjut dari nyawa-nyawa yang tidak bersalah." lutfur Rahman Hebat, Walikota London Kibarkan Bendera Palestina di Depan Kantor
Namun, orang-orang Yahudi mengecam tindakan walikota itu dan menyebutnya sebagai langkah yang merusak hubungan masyarakat. "Walikota Rahman harus ingat bahwa dia mengibarkan bendera itu di balai kota Inggris untuk mendukung sebuah organisasi yang dianggap teroris oleh seluruh Eropa dan dunia," Jonathan Arkush, wakil presiden Dewan Deputi Yahudi Inggris, mengatakan.
"Ini benar-benar tidak pantas. Hal ini juga merusak hubungan antara masyarakat yang ada di ibukota kami," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Partai Konservatif Hibah Shapps mengatakan kepada MailOnline, "Apa yang kita butuhkan adalah gencatan senjata segera dan bantuan kemanusiaan, bukan tindakan kosong, seperti mengibarkan bendera." [sa/islampos/wb]
|
| Balas Serangan Rafah, Al-Qossam Gempur Haifa dan Tel Aviv | | 10:47:01 PM | PKS PIYUNGANhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Nazaret - Brigade Izzuddin Al Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas, hari ini (Sabtu 2/8) menggempur dua kota penting Israel, Tel Aviv dan Haifa dengan sejumlah roket. Serangan ini sebagai balasan kebiadaban Israel Jumat kemarin yang menggempur Rafah saat gencatan senjata telah disepakati.
Dalam pernyataan militernya hari ini (2/8) Al-Qossam mengatakan, pihaknya telah menggempur dua kota penting Zionis, Hifa dengan roket R160 dan Tel Aviv dengan roket M 75 sebanyak dua kali.
Sejak 7 Juli, Jalur Gaza mengalami serangan masiv dari Zionis baik dari darat, udara dan laut. Sudah ribuan kali penjajah Israel melancarkan serangan yang sampai hari ke-27 ini telah mengakibatkan 1650 warga gugur syahid dan 8900 lainya luka-luka. Mereka melancarkan pembantaian sangat biadab. (asy/infopalestin.com)
|
| PDIP Gerah Politisi PKS Ancam Boikot Pelantikan Jokowi Jadi Presiden | | 10:46:45 PM | PKS PIYUNGANhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya gerah dengan politik menghalalkan segala cara termasuk rencana menghambat pelantikan Jokowi sebagai presiden RI terpilih.
"Berbagai pernyataan yang disampaikan para elit PKS seperti Gamari Sutrisno yang menyerukan ancaman boikot sidang umum MPR dan untuk membentuk pansus kecurangan pemilu di DPR lebih mencerminkan ambisi kekuasaan yang berlebihan," kata Hasto dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2014).
Kata Juru Bicara Jokowi-JK ini model kepungan kekuasaan tersebut sudah tidak relevan lagi dalam alam demokrasi sekarang ini.
"Saudara Gamari Sutrisno kami harapkan dapat membuka mata hati atas realitas suara rakyat yang telah memilih Jokowi," kata Hasto.
PDIP, kata Hasto, mengingatkan bahwa dalam berpolitik itu semua pihak harus menjunjung tinggi konstitusi.
"Konstitusi itu nyawanya demokrasi. Jadi kalau ada ancam mengancam hanya karena ambisi kekuasaan, selain mencederai suara rakyat, juga tidak elok dalam tradisi politik yg berkeadaban," kata Hasto.
Hasto menegaskan politisi PKS itu diminta untuk membaca konstitusi dengan seksama. Pasal 9 Ayat 2 UUD 1945 dengan tegas mengatakan bahwa jika MPR atau DPR tidak dapat mengadakan sidang (termasuk aksi boikot), maka Presiden dan wapres bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Pimpinan MPR dengan disaksikan oleh Pimpinan Mahkamah Agung.
"Amanat konstitusi tersebut menegaskan bahwa basis dukungan rakyat mrpkn legalitas terkuat bagi presiden dan wapres terpilih, yang tidak bisa dianulir oleh aksi partisan sebagaimana disuarakan saudara Gamari Sutrisno," kata Hasto.
Bahkan, kata Hasto, sejarah mengajarkan, bagaimana Bung Karno dan Muhammad Hatta dipilih sebagai pres dan wapres secara aklamasi dalam Sidang PPKI.
"Karena itulah semua pihak sebaiknya membaca konstitusi dan suasana kebatinan rakyat sebelum bersikap," ujarnya. (tribunnews)
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !