| Kredibilitas KPK Semakin Melemah |
| 3:57:26 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Dari rame-rame isu BG, semakin terlihat jika kredibilitas KPK semakin melemah. Sebagaimana yang bisa kita lihat, dukungan untuk menganulir pencalonan BG tak memiliki daya dobrak sebagaimana seharusnya. Itu terjadi bukan karena kepercayaan pada Jokowi atau pemerintah masih kuat, atau masyarakat semakin imun pada isu korupsi, melainkan karena kepercayaan pada KPK semakin lemah.
Sejak ketua KPK bersedia dijadikan bumbu penyedap politik pada Pilpres kemarin, yang berkali-kali tampil bersama sejumlah politisi yang sedang digoreng media, seperti Jokowi, Ahok, Anies dan Risma, terutama melalui acara Mata Najwa yang demikian mencolok, sejak saat itu pula kredibilitas institusional KPK sedang dipertaruhkan oleh komisionernya sendiri. Dan hari ini kita sedang memanen hasilnya.
Abraham Samad sudah gagal mengatasi godaan politik selebritas sehingga telah mengabaikan risiko tergerusnya kepercayaan publik pada mandat pemberantasan korupsi yang diemban oleh lembaganya.
Suka atau tidak, butuh waktu dan terutama konsistensi untuk memulihkan kembali kepercayaan itu.
(KONSISTENSI DAN KEPERCAYAAN)
*dari wall fb Tarli Nugroho
|
| [Dihujani Pertanyaan Awak Media] Jokowi: Sabar...Sabar... |
| 3:56:02 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Jokowi sudah menerima surat keputusan DPR yang menyetujui Komjen Budi Gunawan menjadi kapolri. Surat itu diterima Presiden, kemarin malam. Tadi pagi, Sekretariat Negara memproses surat itu. "Sabar...sabar," jawab Jokowi ketika dihujani pertanyaan oleh awak media dalam jumpa pers di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat 16 Januari 2015. Sebagaimana diberitakan, polemik pemilihan kapolri muncul karena KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji. Banyak desakan agar Jokowi tidak melantik Budi Gunawan yang telah disetujui DPR. Belum ada sikap atau keputusan Jokowi, apakah tetap melantik atau tidak. [inilah] |
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !