| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Setelah Luhut Kepala Staf Kepresidenan, Kini Hendropriyono Dapat Jatah Wantimpres | | 7:30:28 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
 | | Capres Joko Widodo (kanana) bersama Mantan Danjen Kopassus Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan mantan Kepala Badan Intelijen Nasional Jenderal (Purn) Hendropriyono (kiri), menghadiri Silahturahmi Keluarga Besar Purnawirawan Perwira TNI/Polri, di Jakarta, 3 Juni 2014. TEMPO/Imam Sukamto |
Sembilan nama telah dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Rencananya para anggota Wantimpres ini akan dilantik pada Senin (19/1/2015) mendatang.
Berdasarkan informasi, anggota Wantimpres yang terpilih adalah Subagyo HS, Sidarto Danusubroto, Hendropriyono, Yusuf Kartanegara, Hasyim Muzadi, Suharso Monoarfa, Rusdi Kirana, Jan Darmadi, dan Mooryati Soedibyo. Sebelumnya, Syafi'i Maarif ditawarkan untuk menjadi Wantimpres, namun menolak sehingga posisinya diganti oleh Mooryati.
Pada Kamis (15/1.2015) lalu, para ketum parpol pengusung Jokowi-JK sudah berkumpul di kediaman Megawati Soekarnoputri untuk membahas Wantimpres. Mereka yang ikut pertemuan adalah Megawati, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Ketum Partai Hanura Wiranto.
Seskab Andi Widjajanto sebelumnya menyebut Wantimpres akan terdiri dari unsur TNI, tokoh agama, tokoh politik, dan ekonom senior. Tugas Wantimpres adalah untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
"Wantimpres akan dilantik hari Senin, 19 Januari, karena deadline-nya 20 Januari. Ada 9 orang yang dilantik menjadi Wantimpres," ujar Andi pada Jumat (16/1/2015), dilansir fastnewsindonesia.
Dengan dipilihnya Hendropriyono sebagai Wantimpres berarti para jenderal dibelakang Jokowi saat pilpres sudah dapat jatah jabatan, sebelumnya pada 31 Desember 2014 kemarin Luhut Binsar Panjaitan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Staf Kepresidenan yang baru.
|
| [Tunda Pelantikan BG] Jokowi Rentan Dimakzulkan DPR | | 7:30:00 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Sikap Jokowi yang menunda pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri membuka peluang bagi DPR untuk memakzulkan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Begitu kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis, Sabtu 17 Januari 2015. "Saya sudah mengingatkan jangan sampai BG (Budi Gunawan) tidak dilantik," tandas Margarito. Dijelaskannya, dengan tidak melantik BG maka Jokowi bisa dianggap menghina DPR, mempermainkan hukum karena sudah tahu BG tersangka di KPK, tapi tidak menariknya dari pencalonan dan proses fit and proper test di DPR. Kemudian setelah semua proses politik berjalan secara konstitusional, BG diabaikan. "Itu berarti anda (presiden) menggunakan kekuasaan anda dan DPR sekadar sebagai alat memuaskan kepentingan politik anda, di situ tercelanya. Karena itu memang saya sependapat, peluangnya (impeachment) sangat besar. Sekarang bola ada di DPR dalam kisruh ini. Kalau sampai mereka menggunakan bola impeachment, itu beralasan, sangat beralasan," pungkas mantan Staf Khusus Mensetneg 2006-2007. [rmol] |
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !