| Datangi Istana Negara, @fadjroeL: 'Kami akan meneror Presiden Jokowi' |
| 12:54:59 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Relawan Jokowi yang getol di social media, Fadjroel Rachman, hari ini (15/1/2015) mendatangai Istana Negara untuk menemui Presiden Jokowi. Kedatangan Fadjroel untuk menyuarakan penolakan para relawan terhadap Komjen Budi Gunawan yang menjadi calon tunggal Kapolri.
"Kami mendukung Pak Jokowi, kami mendukung KPK. Tapi kami tidak mendukung Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri. Ini tak sesuai dengan semangat pemberantasan korupsi," ujar Fadjroel di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015), dilansir detikcom.
Budi Gunawan yang telah menyandang status tersangka dari KPK itu dinilai tak layak menjadi Kapolri oleh relawan. Mereka pun menyatakan akan terus mengkritisi Presiden Jokowi bila tetap melantik Budi Gunawan.
"Kami tak akan mencabut dukungan, tapi kami akan meneror Presiden Jokowi terus. Dengan cara terus mendatangi seperti ini," kata Fadjroel.
Dia juga menyatakan bahwa semangat relawan mendukung Jokowi saat Pilpres adalah untuk memberantas korupsi. Semasa pemerintahan Presiden SBY, KPK adalah garda terdepan pemberantasan korupsi.
"Sekarang KPK bilang Budi Gunawan tersangka. Mengapa tidak dihiraukan?" kata Fadjroel.
Sampai berita ini dibuat belum diketahui apakah Jokowi bersedia menemui Fadjroel.
UPDATE:
Ternyata Fadjroel gigit jari tak ditemui Presiden Jokowi.
|
| Justeru Salah Kalau DPR Tak Loloskan Budi Gunawan |
| 12:47:03 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
 | | Komjen Budi Gunawan saat memngikuti proses fit and proper test calon Kapolri di DPR (Rabu, 14/1/2015) | DPR akhirnya menyetujui usulan Presiden Joko Widodo yang mengusulkan Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Proses fit and proper test telah digelar Komisi III DPR (14/1) yang kemudian disetujui dalam Rapat Paripurna DPR Kamis kemarin (15/1). Hasil ini sudah disampaikan DPR ke Presiden Jokowi untuk selanjutnya proses pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri tergantung Presiden Jokowi.
1. Sekarang hitungannya | berani kah Jokowi lantik dan angkat Budi Gunawan pilihannya sendiri?
2. Bola panas nya dimana? ditangan DPR kah atau ditangan Jokowi kah? toh yang mengajukan nama itu adalah hak prerogratif Jokowi.
3. Yang melantik dan mengambil sumpah kapolri itu siapa? bukankah Jokowi.
4. Lalu apakah lantas jokowi bisa salahkan DPR yang lakukan uji kelayakan seorang Budi Gunawan? sementara DPR hanya menjalankan fungsi dan tugasnya.
5. Kalau DPR ikuti ketetapan KPK yang menetapkan BG sebagai tersangka | berarti DPR menjadi lembaga politis yang bisa dipengaruhi | #hukum
6. Fungsi dan tugas DPR dalam proses pemilihan kapolri adalah sebagai penguji kelayakan dari pangkat dan riwayat tugasnya di kepolisian.
7. Dalam uji kelayakan dan kepatutan. BG layak jadi kapolri. Karena syarat bintang tiga terpenuhi | dan di ajukan oleh presiden.
8. Prasyarat dan kepangkatan pada diri BG juga sesuai dengan syarat untuk duduk sebagai kapolri | soal kepatutan itu normatif.
9. Mengapa normatif | hukum di negara ini yang putuskan | (Yaitu) 'keputusan hukum tetap' dan 'terbukti bersalah di pengadilan'. Itu hak warga negara.
10. Kalau DPR ikuti situasi berdasarkan keputusan KPK yang menetapkan BG tersangka | itu bisa lebih disalahkan | karena ini soal hukum.
11. Biarkan proses itu berjalan sesuai ketetapan | keputusan tetap di tangan presiden bukan DPR.
*dari twit @CornerLegs
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !