Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Sunday, November 30, 2014 | 7:15 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

#BukanUrusanSaya Membuat Kepercayaan Publik Pada Jokowi Merosot
10:10:00 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Ilustrasi - Foto : Twitter
Pemerintahan Jokowi kembali dikritisi. Kali ini kritik berasal dari Peneliti Pusat Kajian Anti-Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar.

Zainal menilai, Jokowi mulai terlihat panik dalam upaya memuaskan harapan publik. Ada banyak hal terkait hukum, yang oleh Jokowi diabaikan. Contohnya, posisi MenkumHam, Menkopolkam, Jaksa Agung dipegang oleh politisi partai. Hal ini, menurut Zainal, membuat tingkat kepercayaan para aktivis anti korupsi dan anti kekerasan HAM kepada Jokowi menurun drastis.

"Pasca-reformasi, baru kali ini posisi jaksa agung diserahkan ke orang partai," kata Zainal di Yogyakarta, Sabtu, 29 November 2014.

Harapan publik kepada kinerja pemerintahan baru, biasanya sangat tinggi pada awal-awal pemerintahan, menurut Zainal. Namun, pada era Jokowi, ada banyak masalah yang muncul, seperti gagalnya penguatan sistem birokrasi yang transparan, akuntabel dan tidak koruptif.

Zainal memberi contoh, di awal masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2004, eskpektasi aktivis anti-korupsi sangat tinggi.

"Tapi di 2005 menurun drastis," kata Zainal.

Menurut Zainal, ada banyak kebijakan Jokowi yang lemah pada proses ide, sosialisasi dan pelaksanaan..

"Akibatnya rentan koruptif dan sulit dipercaya publik."

Dia mencontohkan aspek integritas yang penting bagi pemegang jabatan di lembaga negara belum masuk sebagai unsur penting dalam sistem kebijakan. Salah satu praktiknya, kewenangan penganggaran bagi anggota dewan bisa digunakan untuk menentukan keputusan kenaikan gajinya.

Contoh lain, di Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), wakil rakyat bisa diperkarakan di Dewan Kehormatan dengan izin pimpinan legislatif. Pertentangan kepentingan mudah muncul ketika yang terlibat pelanggaran justru pimpinan dewan. "Sistem pengendali tidak ada, masalah integritas jadi urusan personal, bukan sistem," kata dia.

Zainal menyimpulkan banyak sistem perumusan dan pelaksanaan kebijakan di Indonesia yang bermasalah karena memuat konflik kepentingan yang tidak dicegah oleh sistem. Akibatnya, potensi korupsi terbuka lebar.

"Kekuasaannya besar, punya kewenangan diskresi, tapi minus transparansi dan akuntabilitas," imbuh Zainal.

-------
"Saya pilih Jokowi, tapi sejak dia ucap 'Bukan Urusan Saya' saat bentrok di UMI, saya kecewa berat. Belum lagi ini urusan pemilihan perangkat hukum yang semuanya partisan. Gimana mau selesaikan kasus hukum yang mangkrak?", ujar Ezra.

Mahasiswi sebuah fakultas hukum di sebuah universitas swasta di Jakarta ini juga menegaskan, semestinya ucapan Jokowi bisa dipegang, agar rakyat percaya pada pemerintahan Jokowi.

"Sekarang ini kan, hampir semua omongan Jokowi gak bisa dipegang", tandasnya.

"Tadinya saya kira Pak Jokowi baik, sederhana dan gak neko-neko. Eh ternyata, kok setelah jadi Presiden, semuanya beda. Janjinya gak ada yang ditepati. Urusan kartu sakti aja ujung-ujungnya ternyata tender ke tim suksesnya. Parah..", ujar Ike, seorang psikolog yang juga mengaku memilih Jokowi di pemilu lalu.

Ketika ditanya apakah masih percaya Jokowi, Ike mengatakan, tingkat kepercayaannya sudah menurun jauh, apalagi kini, rumahnya kebanjiran.

"Merosot lah.. Ini rumah juga kebanjiran. Kata Jokowi kan kalau dia sudah jadi Presiden, banjir di Jakarta bisa beres. Mana buktinya?", tanya Ike.

Jokowi sekarang memang sudah jadi presiden. Persoalannya sekarang, dengan mencla menclenya Jokowi, belum lagi ucapannya yang terkesan tak peduli rakyat, masih mampukah Jokowi merebut simpati rakyat itu kembali? (fs)


Beredar PETISI ONLINE "Turunkan Jokowi dari jabatan Presiden Indonesia"
9:58:25 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com


Berbagai kontroversi dan pengingkaran janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi isu yang sangat hangat beberapa hari belakangan. Dari kabinet yang tak ramping, bagi-bagi kursi, pengangkatan Kejaksaan Agung dari politisi Nasdem, kenaikan harga BBM yang makin menyusahkan rakyat, sampai sikap 'tak acuh' atas tragedi terbunuhnya demonstran di Makassar yang menolak kenaikan BBM.

Kondisi nasional yang mencemaskan ini bahkan sampai mendapat kritikan dan masukan dari mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. (Baca: Baru Sebulan Negara Kacau, SBY Ingatkan Penguasa Tak Sewenang-wenang)

Atas kondisi nasional yang mencemaskan di usia pemerintahan Jokowi yang baru berumur sebulan ini, beredar petisi online "Turunkan Joko Widodo dari jabatan Presiden Indonesia" di website change.org. Sampai Senin pagi ini, Petisi yang dimobilisasi akun 'Rakyat Indonesia' ini telah mendapat dukungan 1.161 signature.

Diantara alasan Petisi Turunkan Jokowi ini adalah:
- Melakukan pelanggaran terhadap Konstitusi Republik Indonesia
- Tidak membela (pro) rakyat
- Menyengsarakan dan menindas rakyat
- Tidak dapat dipercaya dan semena-mena




RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK