Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Saturday, January 10, 2015 | 4:31 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

BG, Rekening Gendut & Kekecewaan Pemilih Jokowi
7:31:06 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) untuk menjadi Kepala Polri menggantikan Jenderal Pol Sutarman. DPR pun telah menerima surat tersebut dan menyebut Budi Gunawan sebagai calon tunggal kapolri.

"Surat dari Presiden tentang calon tunggal Kapolri itu akan dibacakan pada hari Senin (11/1) saat pembukaan masa sidang DPR 2015," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo seperti dilansir detikcom, Jumat (9/1/2015) malam.

Budi Gunawan saat ini tercatat sebagai jendral bintang tiga dan menjabat sebagai kepala lembaga pendidikan Polri.

Penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi sangat disesalkan para pemilihnya. Salah satu nya diungkap oleh Budi Setyarso. Melalui akun facebooknya, Budi Setyarso mengungkapan kecewanya.

Ketika terbit pada Juli 2010, majalah ini diborong polisi pada pagi subuh. Kantor Tempo juga dilempar bom molotov.

Tak lama kemudian, aktivis antikorupsi Tama Satrya Langkun yang juga menyorot lalu lintas janggal keuangan di rekening Budi Gunawan dibacok di jalan.

Kini, Presiden Jokowi mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Sebagai pemilih, saya berhak kecewa.

Bukan Hanya Budi Setyarso, banyak pemilih Jokowi di social media mengungkapan hal senada. Ada yang mengungkapkan kekecewaan secara terang-terangan, ada pula yang diam-diam kecewa, mungkin seperti Fadjroel yang "diam-diam" kecewa :)

Twit @fadjroeL 8 Juli 2011 tentang Rekening Gendut

Kecewa.... kecewa.... kecewa....




"Budi Gunawan & Permainan Berbahaya Jokowi" by @PartaiSocmed
7:17:07 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com


*dari twit @PartaiSocmed (10/1/2015)

1.Dulu Budi Gunawan gagal jadi menteri Jokowi khabarnya krn kena stabillo KPK. Kini dia dipilih sbg kapolri tanpa libatkan KPK sama sekali.

2. Kita tidak pernah tahu tentang kasus rekening gendut Budi Gunawan karena kasusnya sendiri dipetieskan.

3. Jadi tidak benar juga jika dikata Budi Gunawan tidak terlibat kasus rekening gendut. Yang benar kasusnya dipetieskan..

4. Sekali lagi kami tegaskan bahwa kami dukung Jokowi, tapi tidak orang2 di sekelilingnya. Itu hal yang berbeda.

5. Persoalannya pada posisi Presiden yg begitu tinggi adalah banyaknya kepentingan orang2 di sekitarnya.

6. Jadi jika ada yg bilang memilih Jokowi harus sepaket dgn orang2 "pilihannya" maka itu pernyataan paling absurd yg pernah kami dengar.

7. Memang benar tidak ada keharusan Presiden meminta pendapat KPK terkait pemilihan Kapolri. Tapi dalam memilih menteri pun begitu.

8. Tidak ada keharusan Presiden meminta pendapat KPK terkait daftar nama menteri yg akan dipilih. Lantas mengapa dulu dilakukan?

9. Logikanya, jika untuk jabatan menteri Jokowi meminta pendapat KPK, mengapa utk jabatan Kapolri yg begitu strategis tidak?

10. Apa karena dulu pernah kena stabillo lalu jadi kapok pakai jasa KPK lagi? Lalu dimana revolusi mentalnya?

11. Terhadap pembelaan yg bilang Budi Gunawan bukan pilihan Jokowi tapi paksaan Mega. Kami hanya bisa bilang, Anda gagal nalar.

12. Mungkin niatnya ingin bikin pembelaan utk Jokowi. Tapi dia lupa bahwa pembelaannya justru mendelegitimasi Jokowi sebagai Presiden.

13. Kami berpikir @jokowi_do2 sedang memainkan permainan yg berbahaya bagi dirinya sendiri saat ini.

14. @jokowi_do2 berpikir akan mampu "bermain" diantara kepentingan2 di sekelilingnya seraya sebisa mungkin menjalankan idealismenya.

15. Sehingga kita lihat di satu sisi @jokowi_do2 seperti mengakomodir kepentingan kekuatan sekitarnya. Di sisi lain dia memberi target tertentu.

16. Strategi ini masuk akal dan dianggap bisa menghindarkan konfrontasi terbuka dengan partai2 pendukungnya sendiri.

17. Pengalaman nasib Gus Dur yg terlalu kaku dan tidak luwes mengakomodir kekuatan2 di sekitarnya bisa menjadi pembenar teori ini.

18. Tapi strategi "bermain" diantara kepentingan2 ini bukannya tanpa bahaya. Nasib yg menimpa Soekarno bisa jadi pelajaran disini.

19. Soekarno berpikir dia bisa bermain diantara kepentingan2 di sekelilingnya. Kita tahu akhirnya dia justru dikorbankan.

20. Jaman itu tak ada pihak yg tidak mengatasnamakan sang pemimpin besar revolusi. Baik komunis maupun TNI sama2 demi membela Bung Karno.

21. Sejarah membuktikan, bukan Soekarno yg mereka bela tapi kepentingannya sendiri2.

22. Dalam kasus @jokowi_do2 ini strategi "bermain" diantara kepentingan juga mengandung bahaya tersendiri.

23. Bahayanya adalah, @jokowi_do2 lama2 bisa ditinggalkan pendukung2nya sendiri, sementara pihak yg diakomodir hanya membela kepentingannya.

24. Sungguh tarian yg melelahkan untuk "bermain" diantara kepentingan2 yg tak punya loyalitas selain terhadap kepentingan itu sendiri.

25. Kita tak pernah tahu bagaimana hasil akhirnya. Tapi pengalaman Gus Dur dan Soekarno hendaknya jadi pelajaran berharga.

26. Sekian petatah-petitih dari tepi sungai Musi..




RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK