Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Tuesday, February 17, 2015 | 10:37 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Seandainya Abraham Samad Menuruti Nasehat Fahri Diawal Menjabat Ketua KPK
1:36:04 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com


Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III DPR, Abraham Samad mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara.

Abraham Samad lalu menjadi Ketua KPK, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011.

Saat menjalani fit and proper test DPR, Samad dengan lantang berjanji akan menuntaskan kasus-kasus kelas kakap (BLBI, Century Gate), dan kalau setahun tak berhasil, Samad berjanji akan pulang kampung.

Hari ini, sudah tiga tahun lebih Abraham Samad di KPK, Desember 2015 akan berakhir masa jabatan Samad. Selama menjabat Ketua KPK, mungkin prestasi 'hebat' Samad adalah memenjarakan LHI 16 tahun, memvonis Anas Urbaningrum 8 tahun penjara, mentersangkakan Suryadharma Ali, runtang runtung dengan Bu Ketum saat hari-hari pemilu membantu menaikan pamor partai juara korupsi. BLBI, Century? entahlah... tak tau lagi kabarnya.

Dan hari-hari ini, mungkin adalah hari-hari tergelap seorang Abraham Samad. Resmi dijadikan tersangka oleh Polda Sulselbar, dibongkar Hasto-PDIP, foto-fotonya bersama wanita tersebar... melengkapi kegagalannya menjadi Wapresnya Jokowi.

Di awal-awal jabatannya sebagai Ketua KPK, Fahri Hamzah pernah menasihati Abraham Samad dalam bentuk puiter... bait-bait puitis melalui twitter dengan hestek #Abraham ditulis @Fahrihamzah 31 Januari 2012.

Apa pengertianmu tentang mendung abraham? Pernahkah kau berjalan dalam gelap? Atau diantara hujan dan angin puting beliung?

Atau pernahkah kau mendekati pusaran arus yang berputar? Atau menerjang gelombang pasang?

Pernahkah kau seperti berada pada ketinggian yang semakin tinggi? Lalu kau terlepas seperti layang-layang.

Dunia ini sepi kawan, itu yg aku ingin berbagi. Kita ini sendiri di hadapan apapun.

Apa pengertianmu tentang hingar bingar dan tepuk tangan? Bagiku itulah puncak kesepian.

Jika kau berada di atas pentas dan semua orang bergemuruh berdecak kagum kepadamu. Pergilah kepada dirimu.

Jika kau terkucil dalam gelap, pergilah kepada Tuhan mu, dia akan menghiburmu.

Yang gemuruh dan yang sepi adalah fatamorgana. Sementara dirimu adalah fana.

Jadikanlah kubur sebagai tempat tidurmu sebab kesanalah kau akan kembali dan bakarlah amarah mu dalam peti mati.

Selamat jalan kawan, setiap orang bertanggungjawab sendiri.

Sungguh nasihat indah dari Fahri Hamzah yang sudah kenyang dengan hiruk pikuk panggung politik nasional. Sayang, Samad salah melangkah.... akhirnya terjebak syahwat politik.

http://www.takrim-alquran.org/program-sedekah-al-quran-untuk-kedua-orang-tua-2/



[Kisruh Budi Gunawan] Jokowi Rajawali atau Kelelawar?
1:30:02 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Ketua Tim 9 Syafii Maarif meminta Joko Widodo segera mengambil keputusan terkait pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian RI. Jokowi diminta berani mengambil risiko.

"Seharusnya cepat dong. Pemimpin itu berani mengambil risiko," kata Syafii di kantornya Maarif Institute, Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Februari 2015.

Syafii mengibaratkan Jokowi harus bertindak seperti rajawali, bukan kelelawar.

"Kelelawar itu siang matanya redup, kalau rajawali tajam," kata mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Syariif mengatakan dia tidak tahu apakah mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan melantik Budi Gunawan atau tidak.

"Saya tidak tahu, yang menentukan dia. Saya ini apalah," ucap Syariif.

Dari Senayan, Dewan Perwakilan Rakyat melayangkan surat kepada Jokowi untuk segera melantik Budi Gunawan. Menurut Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Pramono Anung, surat ini merupakan hasil keputusan rapat pleno Komisi Hukum DPR yang digelar Senin lalu.

"Kami minta Presiden segera menindaklanjuti proses politik yang telah selesai di DPR," kata dia kemarin.

Desakan juga datang dari pimpinan partai koalisi Jokowi, Surya Paloh. Ketua Umum Partai NasDem itu, Jokowi punya hak prerogatif untuk melantik atau tidak melantik Budi Gunawan.

"Yang paling penting dinantikan masyarakat adalah keputusan yang cepat diambil, kalau bisa lebih cepat lebih baik," ujar Surya di Istana Negara, 17 Februari.

Surya datang ke Istana Negara untuk membicarakan perkembangan terkini situasi negara. Ia mengakui, soal kemenangan Budi Gunawan dalam praperadilan sempat dibahas meskipun tak secara khusus.

Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Hakim Sarpin Rizaldi mengabulkan permohonan Budi Gunawan. Hakim Sarpin menyebut penetapan status tersangka pada Budi tidak sah.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2015/02/18/078643451/Ribut-Budi-Gunawan-Syafii-Jokowi-Rajawali-atau-Kelelawar

http://www.takrim-alquran.org/program-sedekah-al-quran-untuk-kedua-orang-tua-2/



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK