| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Yusril: Pemerintahan Jokowi Khianati Cita-cita Reformasi | | 7:40:00 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Pengacara Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra, menyesalkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly yang mengakui kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono
"Sudah dua kali Menkumham lakukan kesalahan dalam pengesahan tersebut," tulisnya pada akun Twitter resminya. Ia menyebut kesalahan pertama dalam mengesahkan kubu Romahurmuzy untuk di PPP dan kedua adalah mengisyaratkan akui kubu Agung Laksono.
Jika demikian, Yusril pun menganggap pemerintahan Jokowi-JK telah membuat kesan 'tukang adu domba' parpol demi keuntungan sendiri, yakni untuk Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Ia menyatakan ini sungguh tidak sehat bagi perpolitikan di Indonesia, terutama untuk pemerintahan Jokowi dan PDIP.
"Yasonna telah membuat kesan pemerintah Nokowi tukang adu domba parpol demi keuntungan diri sendiri memperkuat dukungan terhadap KIH," kata Pakar Hukum Tata Negara.
Untuk itu ia menghimbau dan menegaskan agar Jokowi turun tangan langsung untuk mengevaluasi kinerja Menkumham dalam melakukan keputusan mengenai Parpol. Agar di kemudian hari cita-cita reformasi, yaitu pemerintah tidak diperbolehkan ikut campur tangan dalam kisruh Parpol manapun.
"Saya menegaskan bahwa Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi kinerja Menkumham dalam pengesahan pengurus parpol. Pemerintah tidakdk boleh campur tangan ke dalam parpol manapun," sebut Majlis Syuro PBB.
Dengan demikian, kata Yusril Menkumham tetap menjaga netralitas pemerintah dalam menghadapi konflik internal parpol.
Seperti diketahui, keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly yang mengakui kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono dinilai memberikan citra buruk pemerintahan sekarang yang cenderung memihak salah satu kubu ketika terjadi konflik internal pada sebuah partai, kata Yusril. (Hidayatullah)
|
| Aher, Bekerja Dalam Sunyi | | 7:30:00 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Ahmad Heryawan tak pernah risau dengan jumlah. Tetapi, lelaki ini malah sibuk memikirkan bagaimana yang banyak itu, bisa memiliki sebuah potensi. Potensi hebat yang dibutuhkan untuk membangun sesuatu yang lebih baik.
Kepala daerah Jawa Barat (Jabar) ini mengatakan, ada satu rahasia agar bisa mengendalikan jumlah tersebut. Adalah dengan membangun sumber daya manusia yang unggul. Lalu caranya bagaimana? Tentu saja dengan sentuhan pendidikan.
Tak heran, sosok pemimpin yang sederhana ini telah membangun ruang kelas baru yang sangat banyak sejak menjadi Gubernur 2008 hingga sekarang. Tenang, pelajar tak perlu risau dengan biaya pendidikan. 12 tahun bersekolah di Jabar digratiskan. Negeri, maupun swasta.
Lelaki yang kaya prestasi ini juga memahami pentingnya hidup sehat. Maka dari itu, ia sangat care dengan hal ini. Cara yang dilakukan pun tak perlu memakai kartu. Tetapi, cukup mengusahakan setiap RW memiliki posyandu. Disamping, pembangunan rumah sakit di titik prioritas.
Beliau begitu santun, berakhlak mulia, dan pekerja keras dalam sunyi. Dekatlah, dan kenali lebih dalam. Rekan-rekan yang membaca ini akan terkesima. Sebab, ia terkenal dengan baik budinya.
Dalam suatu kesempatan, ia tampak asyik ngobrol-ngobrol bersama orang penting itu. Sudah sangat dipastikan lebih asyik bila pembahasannya mengenai pembangunan sebuah daerah.
Satu hal yang perlu digaris bawahi, sebuah percakapan akan dihentikannya apabila kumandang azan telah terdengar. "Shalat dulu yuk, entar dilanjut lagi," ucapnya. Tiba-tiba saja, semua terheran-heran bercampur kagum.
Ini dilakukan secara konsisten dan memprioritaskan shalat di masjid. Dalam pikiran logis, tentu saja sangat sukar diterima. Sebab, profesinya saat ini dikenal dengan sebutan super sibuk. Lalu, mengapa dia begitu tepat waktu dalam hal ini?
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata-air mata-air (yang mengalir)" (Al-Hijr, ayat 45)
Ah, ia begitu pandai mencontohkan. Ia tak berani berkata bila tak pandai melakukannya. Harus konsisten dengan kerja keras. Ia sangat yakin bahwa semua akan dipermuda bila memiliki mahabbah (cinta) atau dekat dengan Allah. Termasuk, memimpin sebuah wilayah yang sangat luas. Bukankah Rasulullah telah mencontohkan hal ini?
Melirik sisi lainnya, rupanya ia seorang Da'i sejak kecil. Rekan-rekan bisa mengamati bila ia menyampaikan sesuatu. Amati saja, pasti selalu memadukan prinsip Islam dengan konsep atau hal lain yang dibicarakannya.
Sebagai penutup, bila rekan-rekan ingin mengenal beliau lebih dekat, silahkan unduh ebook "Aher Undercover" di Play Store. Tersedia juga di situs-situs yang terindeks di google. Semoga bermanfaat.[JS]
Sumber: https://pkscibitung.wordpress.com/2015/03/13/aher-bekerja-dalam-sunyi/
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !