| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Alhamdulillah, Qatar Mulai Lakukan Pembangunan Kembali Rumah di Gaza | | 5:00:02 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Kepala Komite Qatar untuk pembangunan Gaza, Mohammad al-Amadi menyatakan Selasa (10/3/2015), pihaknya siap membangun kembali 1.000 rumah yang hancur lebur akibat serangan bom Zionis Israel. Proyek ini merupakan bagian dari bantuan kemanusian untuk Jalur Gaza, Palestina, yang berjumlah US$1 miliar (sekitar Rp 13 triliun).
Ia mengatakan, sehari sebelumnya Israel telah mengizinkan empat truk pengangkut semen memasuki Jalur Gaza sehingga rencana pembangunan rumah bisa segera dimulai.
"Hari ini kita akan memulai bantuan sebesar US$1 miliar," kata Amadi kepada para wartawan saat ia berdiri di puing-puing satu rumah sakit yang hancur selama perang Gaza yang berlangsung hingga 50 hari, seperti dilaporkan Reuters.
Serangan Zionis Israel antara Juli dan Agustus tahun lalu telah menewaskan 2.100 warga Palestina dan dibalas Hamas dengan menewaskan 73 pasukan Israel. Gaza yang dihuni 1,8 juta orang saat ini porak poranda.
Menurut pejabat Palestina dan data dari PBB, perang Gaza mengakibatkan setidaknya 130 ribu rumah hancur atau rusak.
Sekitar 100 ribu orang -lebih dari setengahnya anak-anak- saat ini hidup di penampungan karena rumah mereka hancur. Ribuan lainnya tinggal di dalam bangunan yang sudah tidak utuh lagi, menggunakan pelindung seadanya agar tidak kebasahan atau kedinginan.
"Kami ingin lebih banyak negara datang dan membangun Gaza. Gaza menderita akibat perang-perang sebelumnya," kata Amadi.
Dana US$1 miliar merupakan dana yang dijanjikan Qatar untuk merekonstruksi Jalur Gaza pada Konferensi Penggalangan Dana di Kairo pada Oktober lalu. Kala itu, penggalangan dana dilakukan dua bulan setelah perang berakhir dengan gencatan senjata ditengahi Mesir.
Dalam penggalangan dana tersebut, terkumpul dana sebesar US$5,4 miliar, namun hanya sedikit dana dari jumlah tersebut yang telah direalisasikan untuk membantu rekonstruksi Gaza.
Pasalnya, konflik internal Palestina ditengarai memblokir impor bahan bangunan. Israel juga membatasi pasokan bahan bangunan, seperti beton, semen, batang besi, dan bahan lainnya ke Gaza. (Hidayatullah)
|
| Transparansi Laporan Keuangan Partai, ICW Puji PKS | | 4:55:42 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil Indeks Transparansi laporan keuangan 9 partai politik melalui permintaan informasi ke parpol. Hasilnya, PKS menjadi partai pertama yang langsung memberikan konfirmasi.
"?Partai pertama yang langsung memberikan laporan keuangan adalah PKS melalui konsolidasi pada mediasi pertama," ujar peneliti ICW Abdullah Dahlan kepada wartawan di kantor ICW, Kalibata, Jaksel, Kamis (12/3/2015), seperti dikansir detikcom.
Partai kedua yang memberikan laporan keuangannya adalah Golkar melalui mediasi ketiga. ?"Sementara partai ketiga yang memberikan adalah PKB melalui mediasi ketiga. Namun laporan yang diberikan belum diaudit," jelasnya.
PAN adalah partai keempat yang memberikan laporan keuangannya kepada ICW. Meskipun memberikan dan mematuhi keputusan KIP, laporan keuangannya diberikan setelah proses ajudikasi.
"Hal yang sama juga dilakukan oleh PPP, memberikan laporan keuangannya setelah proses ajudikasi," tambahnya.
PDIP yang berada di peringkat keenam memberikan laporan keuangannya setelah melalui proses mediasi selama 4 kali. "Hasilnya laporan keuangan yang diberikan hanya dari APBN dan masih proses audit keuangan secara umum," sambungnya.
Partai Gerindra adalah partai yang belum memberikan hasil laporan keuangannya karena masih dalam proses audit. Sementara mediasi telah sampai pada proses ketiga. "Sementara Hanura setelah mediasi ketiga masih belum memberikan laporan keuangannya," kata Abdullah.
DPP Partai Demokrat adalah partai kesembilan dalam Indeks transparansi laporan keuangan partai. "Setelah proses ajudikasi pun, partai Demokrat belum menyerahkan dan tidak mematuhi putusan KIP," tukasnya.
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !