Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Wednesday, March 11, 2015 | 9:01 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Soal Dana Siluman, Demokrat: Itu Cuma Pencitraan Ahok
Wednesday, March 11, 2015 11:44 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Ucapan Ahok itu menyesatkan, itulah pernyataan Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI, Achmad Nawawi yang geram dengan tingkah laku Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pasalnya, setiap kalimat yang keluar dari mulut Ahok selalu bernada menyudutkan DPRD DKI, dan akhirnya membangun opini negatif kepada masyarakat. Untuk itulah, dirinya meminta masyarakat bisa secara objektif menilai situasi yang saat ini terjadi.

"Ya kita bicara realitas aja, mendengar kalimat Ahok kita merasa dipojokkan. Dituduh, maling, rampok, dan broker, seakan kita ga kerja aja," ketus Achmad di gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2015.

Achmad menilai kalau tudingan Ahok tentang dana siluman Rp 12,1 triliun yang diusulkan oleh DPRD, adalah bagian dari pencitraan. Jadi, tidak heran sekarang ini masyarakat lebih pro kepada mantan bupati Belitung Timur tersebut.

"Sampai sekarang ini yang dituduhkan Ahok kan tidak terbukti soal dana siluman itu. Saya kira itu langkah pencitraan dia aja, biar masyarakat berempati pada dia (Ahok)," ujarnya.


RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK