| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Ketua Fraksi PKS Silaturrahim ke Pepeng Belajar Kesabaran Hidup | | 12:00:04 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Haji Jazuli Juwaini, Lc, MA, datang bersilaturrahim ke kediaman komedian senior, Ferrasta Soebardi alias Pepeng, di Perumahan Bumi Pusaka Cinere, Kota Depok, Kamis (12/3).
Jazuli mengatakan, maksud kedatangannya bukan untuk menjenguk Pepeng, melainkan ingin belajar atas kesabaran yang diterapkan Pepeng selama hidupnya. Terutama ketika di uji dengan sakit yang cukup panjang.
"Bukan menjenguk yah, belajar, yang pertama saya mau belajar tentang kesabarannya. Bayangkan, sepuluh tahun, siapa orang yang tidak kenal mas Pepeng dalam dunia seni dan budaya? Tiba-tiba Allah SWT tunjukkan cinta-Nya sama dia," kata Jazuli.
Jazuli menuturkan, bahwa dirinya sempat berbincang-bincang dengan Pepeng. Dalam perbincanganya Jazuli mengatakan, ada sesuatu yang irasional kalau Allah sudah berkehendak. Jazuli mengibaratkan, bagaimana dahulu Nabi Ayyub, selama 17 tahun hingga kering kerontang dalam sakitnya. Tetapi setelah teruji dan terbukti kesabarannya, tiba-tiba Allah perintahkan Nabi Ayyub menginjakkan kakinya ke tanah tiga kali, lalu dari tanah tersebut keluar air. Nabi Ayyub pun mandi dan sembuh seperti biasa.
"Dan insya Allah mudah-mudahan Allah kasih mukijizat buat mas Pepeng, yang terbaik buat dirinya, buat keluarganya," harap Jazuli.
Yang kedua, lanjut Jazuli, kunjungannya ini juga bertujuan untuk mengambil pelajaran yang berharga. Menurut Jazuli, Pepeng bisa kuat dalam kesabarannya karena faktor keimanannya.
"Ternyata beliau bisa tangguh itu, sama-sama kita tangkap tadi, yang berulang-ulang dia sebutkan tadi, keimanan itu yang membuat dia bisa luar biasa. Membuat semuanya menjadi ringan tidak ada beban. Bahkan, beliau bercerita, masuk rumah sakit tiba-tiba analisa dokternya sudah hilang, dan beliau diminta pulang setelah menyadari bahwa nanti kembali kepada keimanannya," papar Jazuli.
Lebih lanjut Jazuli berharap, pemahaman yang dimiliki oleh Pepeng juga harus dipahami oleh masyarakat tentang bagaimana mengelola keimanan dan diri. "Harus banyak belajar dari beliau, tentang kesabaran," ujar Jazuli.
Di akhir kunjungannya, Jazuli turut mendoakan agar Pepeng tetap diberi kesehatan lahir dan bathin. "Allah Maha Mendengar, Allah tidak pernah tidur, Allah akan nilai detik-detik yang kita lalui. Allah tidak akan sia-siakan hamba-Nya yang berbuat baik," pungkas Jazuli.
Diketahui, sejak 10 tahun terakhir, Pepeng menderita penyakit multiple sclerosis. Yakni, kelainan peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang. Saat ini, ditemani leptop kesayangannya, Pepeng mengisi hari-harinya dengan menulis. Di antara karya terbaru Pepeng, yakni sebuah buku yang berjudul "Perempuan Disekelilingku".
Sumber: pks.or.id
|
| KMP Gelar Mosi Tidak Percaya Untuk Yasonna Laoly | | Thursday, March 12, 2015 11:55 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Keputusan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly yang menyatakan mendukung Munas DPP Partai Golkar Agung Laksono sebagai kepengurusan yang sah, kian membuat perselisihan antar dua kubu di partai beringin semakin memanas. Kondisi memanas itu tidak hanya terjadi di kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) saja, melainkan elit partai yang tergabung dalam koalisi merah putih (KMP), yang menilai keputusan kebijakan Menkumham tidak menjadi solusi. Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan jika sekitar pukul 13.00 WIB dan bertempat di presroom DPR RI nanti, akan digelar pernyataan sikap bersama pimpinan fraksi-fraksi KMP di DPR terkait Hak Angket dan Mosi Tidak Percaya terhadap Menkumham Yasona Laoly. "Kita menilai kesewenang-wenangan Menteri ini harus segera diakhiri," ucap Bambang dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, hari ini Jumat, 13 Maret 2015. Masih dikatakan Bambang, sikap bersama ini ingin menujukan bahwa langkah yang diambil oleh menteri dari PDI Perjuangan itu hanya menimbulkan permasalahan baru. "Kebijakan Menteri harusnya menjadi solusi dan bukan sebaliknya menjadi sumber masalah," demikian tulis Bambang. |
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !