Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Friday, July 17, 2015 | 3:50 AM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Komnas HAM Desak Negara Usut Pembakaran Masjid di Tolikara Papua
6:19:29 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak negara usut tuntas kasus pembakaran masjid di Tolikara, Wamena, Papua pada Jumat (17/7). Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution mengatakan, negara harus hadir untuk melindungi dan memenuhi hak dasar warga negara di Papua, seperti hak rasa aman dan kebebasan beragama.

Salah satu cara pemerintah memenuhi hak itu, kata dia, dengan menuntaskan kasus pembakaran masjid tersebut. "Negara harus tuntaskan kasus itu (pembakaran Masjid di Tolikara) itu," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, Jumat (17/7).

Negara lewat aparat kepolisian harus berani mencari dan menangkap pelaku pembakaran masjid itu. Negara tidak bisa diam dan harus memintai pertanggungjawaban pelaku pembakaran. Masalahnya, kata Maneger, kasus pembakaran itu adalah kasus serius dan tidak bisa diabaikan.

Selain itu, Komnas HAM menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya adu domba sesama masyarakat. Masyarakat juga harus membantu aparat penegak hukum seperti kepolisian dengan tidak terprovokasi dengan isu yang beredar. Masyarakat setempat bisa memberikan informasi yang akurat kepada aparat agar pengusutan itu berjalan adi dal bermartabat.

"Ini kasus serius dan sangat sensitif. Polisi harus menuntaskannya. Masyarakat juga harus bantu," tegas Maneger.

Bagi Maneger, kasus pembakaran di Tolikara itu menyegarkan kembali ingatan tentang kewajiban kerukunan bangsa. Negara atau aparat penegak hukum harus hadir untuk menenuhi kewajiban itu.

Sumber: Republika Online




Pembakaran Masjid di Papua, Pemerintah Kambinghitamkan "Speaker"
6:16:19 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Setelah di medsos ramai berita tentang PEMBAKARAN MASJID DI PAPUA, pemerintah RI akhirnya bersuara.

Namun sangat disayangkan apa yang disampaikan pemerintah terkait pembakaran Masjid di Papua. Seperti yang dilansir CNN:
JK: Kerusuhan Antaragama di Tolikara Disebabkan Speaker

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai penyebab kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua pada Jumat (17/7) pagi tadi disebabkan oleh pengeras suara (speaker).

JK menjelaskan, di daerah tersebut ada dua acara yang letaknya berdekatan yang digelar dari dua umat agama berbeda, Islam dan Kristen Protestan.

"Ada acara Idul Fitri, ada pertemuan pemuka masyarakat gereja. Memang asal-muasal soal speaker itu," ujar JK dalam konferensi pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150717143914-20-66909/jk-kerusuhan-antaragama-di-tolikara-disebabkan-speaker/

Pernyataan pemerintah ini sayang disayangkan beberapa kalangan.

"Negara itu jangan ber OPINI, negara itu menindak setiap pelanggaran HUKUM yang ada," ujar @AndiArief_AA.

"Penyerangan rumah ibadah di hari besar agama pasti terencana. Kategorinya tindakan politik, negara gagal antisipasi mungkin bagian darinya," lanjut mantan staf Presiden SBY ini.

"Viktimisasi korban (korban yg disalahkan -red) adlh lebih keji/sadis daripada pembunuhan. Pemerintah jangan dzalimi rakyatmu!" cuit @mbadaruddin.

"sy cukup paham kondisi psikologis masyarakat papua..mereka humanis dan sgt hargai perbedaan...kalau ada gejolak kukira ada provokasi...!!" tutur @ypaonganan.

Dari SURAT LARANGAN IDUL FITRI yang dikeluarkan GIDI disebutkan mereka melarang ibadah Sholat Idul Fitri.

Beberapa media juga memelintir berita "Pembakaran Masjid" jadi "Masjid Terbakar".

Sial bener jadi umat Islam di negara ini. Baru terduga teroris langsung di-DOR tembak mati di tempat. Masjid dibakar, salah sendiri karena speaker.




RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK