Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Wednesday, July 22, 2015 | 4:54 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

"GIDI kok disamakan FPI"
7:53:11 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

GIDI kok disamakan sama FPI & HTI? FPI & HTI gak pernah lemparin orang2 lagi beribadah di Hari Raya.

FPI & HTI gak pernah larang2 orang merayakan Hari Raya-nya. Gak pernah larang orang pakai pakaian sesuai aturan agamanya.

Yang di sweeping FPI itu tempat mesum & penjual miras. Yang dilempari GIDI itu orang2 yg sedang Shalat Ied. Samanya dimana?

Pernah gak ketemu suster katolik atau bhiksu di tempat umum? Ente godain atau ganggu gak? Itulah Muslim: toleran & menghormati non-Muslim.

Ini baru jadi ketua GIDI tingkat Kabupaten aja sudah berani melarang2 orang pakai Jilbab & berlebaran di hari Raya.

Katanya 2 orang pentolan GIDI buron & lagi dicari2 adat Papua. Bull sh*t; @tempodotco aja bisa interview ekslusif kok.

Interview-nya dirumahnya lagi. Masak @DivHumasPolri yg katanya sudah kantongi tersangka, gak bisa juga cokok mereka?

Pak BG bilang hari ini (Rabu) tersangka ditetapkan. Ini sudah lewat hari, pelakunya siapa, gak jelas juga.

Kalau tersangka teroris; belum juga berbuat, lagi shalat sudah di dor kepalanya. Barbuk-nya cuma buku jihad & Quran. Lah dirumah sy banyak.

Ini GIDI, sudah jelas2 bikin surat resmi, sudah jelas2 kumpulkan massa, sudah jelas2 lempar batu ke jama'ah shalat. Masih enak2an aja bebas.

Yg bertanggungjawab itu pembuat surat : Marthen Jingga & Nayus Wenda.

Apa yg membuat bapak2 @DivHumasPolri ragu untuk segera menangkap dalang kerusuhan di Tolikara?

(Afwan Riyadi/@af1_)





"Skenario Eksekusi Mursi" by @hasmi_bakhtiar
7:41:24 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Oleh Hasmi Bakhtiar
Pengamat Timteng, Alumni Al-Azhar, S2 Lille Perancis

1. Beberapa tuit pengamat Timteng yg berbahasa Arab dan Perancis akhir-akhir ini santer ngebahas eksekusi Mursi sebentar lagi dilaksanakan.

2. Bahkan ada yang bilang Amrik dan Israel sudah kasih restu As-Sisi dan siap ngebantu kalo pendukung Mursi di Mesir macem-macem.

3. Gw pribadi masih ga percaya As-Sisi bakal seberani itu kecuali kalo dia udah ga sayang ama kursi empuk presidennya :D

4. Amrik dan Israel ngasih restu bisa jadi, karena emang Amrik mau As-Sisi buruan lengser

5. Kaya yg dulu pernah gw tuit, salah satu opsi agar situasi Mesir aman adalah lengsernya As-Sisi dan Mursi ga kembali. Kemudian pilpres lagi

6. IM dikasih hak kembali berpolitik, namun pilpres lagi bukan dg Mursi kembali memimpin...asumsinya Amrik bisa mencalonkan bonekanya...

7. Kalau As-Sisi eksekusi Mursi opsi ini yang akan dipilih Amrik. Setelah Mursi dieksekusi As-Sisi dilengserin dan Mesir selenggarain pilpres

8. Boneka Amrik naik dan Mesir kembali jadi perahan Amrik dan Israel

9. Saat ini Amrik susah ngedukung As-Sisi secara terang-terangan, gegara As-Sisi naek via kudeta..Amrik udah ga kuat dihina sbg pembela kudetor

10. As-Sisi paham itu, eksekusi Mursi sama dg ngebakar celana dalamnya sendiri, makanya sampe skrg ga dieksekusi walopun udh puluhan kali sidang

11. Tapi As-Sisi juga ga bisa diem dalam suasana kaya skrg, gimanapun doi takut kalo ada penentangnya yg khilaf terus ngebedil dari jauh :D

12. Amrik jg ga bisa nunggu lebih lama lagi dg kondisi spt skrg, proyek Mesir gada yg jalan kalo pendukung Mursi msh betah demo dijalanan Mesir

13. Biar duit Saudi yg paling banyak abis untuk biayai kudeta tapi tetep Amrik rugi gada pemasukan dr proyek Mesir. Solusinya lengserin As-Sisi

14. Amrik seakan-akan ngebantu As-Sisi tapi aslinya mah ngedorong As-Sisi masuk lobang neraka :D

15. Mursi mati pendukung Mursi bringas dan akhirnya Amrik sbg polisi dunia turun tangan kemudian As-Sisi dimasukin kandang... (skenario)

16. Kemudian pilpres dan boneka Amrik naik..IM ga punya alesan lg buat demo setelah kalah pilpres

17. Proyek Amrik kembali jalan dan rakyat Mesir tetep melarat.. Al-Azhar? Cari tuan baru pastinya :D

18. Kalo As-Sisi masih sayang korsinya dan masih mao bobo unyu di istana, pasti gabakal gegabah eksekusi Mursi. Eksekusi=lengser bagi As-Sisi

19. Mungkin saat ini As-Sisi lagi nyari solusi terbaik gimana keluar dari jebakan Amrik dan tekanan IM..semoga doi ga stress kemudian bunuh diri :D



Kisah Jurnalis Islam Mencari Fakta Tolikara
7:32:23 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Tragedi teror yang disertai dengan aksi pelemparan batu dan pembakaran kios yang merambah hingga ke masjid Baitul Muttaqin dan rumah warga di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jum'at (17/07/2015) menjadi fokus perhatian berbagai pihak, termasuk Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Pasalnya, pasca tragedi di Tolikara ada beberapa informasi yang simpang siur akibat pembelokan opini oleh beberapa pihak dan media nasional, di antaranya seputar keabsahan surat dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang berisi larangan merayakan sholat Idul Fitri, larangan berlebaran serta larangan mengenakan jilbab.

Selain itu, surat resmi yang dilengkapi tanda tangan oleh Ketua GIDI Tolikara Pdt Nayus Wenda dan Sekretarus GIDI Marthen Jingga itu, mulai dikabarkan sebagai dokumen illegal. Padahal, faktanya polisi dan bupati sudah menerima surat yang dimaksud. Bahkan, akibat surat super intoleran tersebut, kemudian memicu pembakaran masjid, kios dan rumah tinggal warga.

Untuk meluruskan informasi yang simpang siur itu, JITU berupaya mengirimkan seorang wartawan untuk melakukan investigasi langsung di tempat kejadian. Hal itu dilakukan guna mengumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya yang sesuai dengan fakta di lapangan.

JITU berangkat menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang menuju bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (21/07/2015) malam. Sekitar pukul 22.30 WIB pesawat lepas landas dari bandara Sutta dan mendarat dengan selamat di bandara Sentani tepat pukul 06.00 WIT, Rabu (22/07/2015) pagi.

Acara pemberangkatan Ust. Fadlan (kanan) ke Tolikara
Setiba di bandara Sentani, Jayapura, wartawan JITU bertemu dengan rombongan Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara). Mereka terdiri dari 7 orang, yaitu 3 orang mewakili Komat, 2 orang mewakili Baznas dan 2 orang lagi mewakili media Republika Online (ROL). Rombongan dipimpin langsung oleh Ustadz Fadhlan Garamathan.

Selain bertemu dengan rombongan dari TPF Komat Tolikara, wartawan JITU sekilas juga melihat salah satu anggota komisioner dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Manager Nasuiton di bandara Sentani, Jayapura. Namun sayang, sebelum reporter JITU sempat menyapa, Manager sudah tak nampak batang hidungnya.

Sekedar informasi, pemberangkatan TPF ke Papua adalah salah satu program kerja dari Komite Umat untuk Tolikar (Komat Tolikara) yang telah terbentuk pada 19 Juli 2015 di Jakarta. Komat ini terbentuk setelah terjadi pertemuan besar para Tokoh Nasional di antaranya seperti Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Didin Hafidhudin, Bahtiar Nasir, Aries Mufti, Muhammad Zaitun Rasmin, dan sebagainya.

Banner Seminar Internasional GIDI

Tak lama setelah bertemu dengan rombongan TPF Komat Tolikara, wartawan JITU bergabung dengan rombongan yang dikoordinir oleh da'i pedalaman kelahiran Fakfak, Papua itu.

"Alhamdulillah, tadi pesawat kita mendarat pukul 07.00 WIT dengan selamat," kata Fadhlan kepada wartawan JITU, di bandara Sentani, Jayapura, Rabu (22/07/2015) pagi.

Fadhlan mengajak wartawan JITU untuk bergabung dengan rombongannya. "Silahkan gabung sama teman-teman. Saya mau pesan tiket untuk ke Wamena," katanya sambil lalu menuju loket tiket.

Sebab, perlu diketahui, dari Bandara Sentani, Jayapura, untuk bisa menuju kabupaten Jayapura dengan ibukotanya Wamena, hanya ada trasportasi jalur udara (pesawat,red). "Iya, tidak ada transportasi ke Wamena kecuali naek pesawat. Kita tak tahu kapan Pak Jokowi mau membangun jalan buat warga Wamena toh," kata seorang warga Wamena yang juga tengah menunggu pesawat kepada wartawan JITU, di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (22/07/2015).

Akhirnya tiket diperoleh dengan jadwal penerbangan pukul 12.00 WIT. Setelah itu, Fadhlan mengajak rombongan TPF Komat Tolikara untuk sarapan pagi, kemudian singgah di sebuah penginapan yang tak jauh dari bandara Sentani untuk membersihkan badan serta melepas penat sejenak.

Sekitar pukul 10.30 WIT, ketika hendak keluar dari penginapan untuk kembali ke bandara Sentani, di seberang jalan tampak sebuah bangunan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura.

Tepat di depan GIDI wilayah Sentani tersebut, berdiri tegak sebuah banner besar yang berisi informasi mengenai acara Seminar Injili Internasional Pemuda dan Mahasiswa yang diselenggarakan GIDI selama 5 hari yang dihadiri oleh Peserta 8 Wilayah Seluruh Indonesia serta Delegasi Pemuda Gereja-Gereja Denominasi dari dalam negeri dan luar negeri.

"Iya, itulah salah satu bukti bahwa adanya seminar Internasional yang digelar GIDI itu benar," kata Fadhlan kepada rombongan dalam satu mobil yang melaju perlahan menuju bandara Sentani.

Pesawat Delay


Qodarullah, setiba di Bandara Sentani, usai chek in dan beberapa menit menunggu, ternyata pesawat yang akan membawa rombongan mengalami masalah teknis. Dan menyebabkan pemberangkatan mengalami delay untuk selama tiga jam. Bahkan, terjadi kerusakan pada awak pesawat yang terjadwal akan memberangkatkan rombongan ke Wamena hingga menyebabkan pada pembatalan penerbangan.

Kendati demikian, alhamdulillah pihak bandara mau mengalihkan penerbangan dengan menggunakan pesawat lainnya. Sekitar pukul 15.00 WIT, pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara Sentani, Jayapura menuju bandara di kabupaten Wamena. Dan tepat pukul 15.45 WIT, rombongan TPF Komat Tolikara beserta wartawan JITU tiba di bandara Wamena dengan selamat.

Gayung pun menyambut, ternyata rombongan sudah ditunggu kepala suku Dani beserta beberapa warganya.

"Sepertinya, kita akan bermalam di Wamena. Besok baru berangkat ke Tolikara. Nanti malam kita akan berkoordinasi dengan Kepala Suku Dani Wilayah Papua Tengah," kata Fadhlan kepada rombongan.

Sejak berita ini diturunkan, wartawan JITU beserta TPF Komat Tolikara, Rabu (22/07/2015) malam ini, untuk sementara waktu menginap di sebuah penginapan yang berjarak sekitar 1KM dari bandara di kabupaten Wamena./ Bersambung..

Laporan langsung dari anggota JITU Achmad Fazeri

Sumber: Fimadani




Lembaran Al-Quran Tertua Yang Ditulis Sahabat Nabi Ditemukan di Inggris
7:17:49 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

BIRMINGHAM - Mushaf Alquran tertua di dunia di temukan di Universitas Birmingham, Inggris. Berdasarkan hasil uji penanggalan dengan radiokarbon, diketahui lembaran Alquran tersebut berusia sekitar 1.370 tahun.

BBC News melaporkan pada Rabu (22/7), awalnya lembaran-lembaran Alquran tersebut telah berada diperpustakan universitas selama hampir satu abad. Namun, lembaran itu hanya disimpan bersama dengan koleksi buku dan dokumen Timur Tengah, tanpa diidentifikasi sebagai salah satu Alquran tertua.

Hingga akhirnya, peneliti melihat lebih dekat lembaran Alquran tersebut. Kemudian memutuskan melakukan tes penanggalan radiokarbon dan hasilnya sangat mengejutkan.

Direktur universitas dari koleksi khusus, Susan Worrall mengatakan para peneliti tak pernah membayangkan lembaran tersebut ternyata berusia sangat tua. "Setelah mencari tahu ternyata kami memiliki salah satu fragmen Alquran tertua di seluruh dunia ini fantastis sangat menarik," ujar Worrall.

Pengujian radiokarbon dilakukan oleh Unit Akselerator Universitas Oxford. Hasil menunjukkan fragmen yang ditulis di atas kulit domba atau kambing tersebut berusia sangat tua. Sekitar 95 persen hasil tes menunjukkan perkamen berasal dari antara tahun 568 hingga 645 Masehi.

Profesor Universitas Birmingham yang ahli dalam Kristen dan Islam David Thomas mengatakan, perkamen-perkamen ini bisa membawa ke tahun-tahun awal berdirinya Islam. Sebab menurutnya, dari tradisi Muslim Nabi Muhammad menerima wahyu berupa Alquran antara tahun 610 hingga 632.

"Orang yang menulis (mushaf) ini pasti sangat mengenal baik Nabi Muhammad. Ia kemungkinan melihatnya, dia kemungkinan mendengarkan Rasul berkhutbah. Ia mungkin mengenalnya secara pribadi," kata Profesor Thomas. (Dengan kata lain, mushaf Al Quran yang ditemukan ini ditulis oleh Sahabat Nabi)

Ia menambahkan, perkamen yang ditulis ini sangat mirip dengan yang dibaca sekarang ini. Hal tersebut menurutnya mendukung pandangan bahwa teks alquran hanya mengalami sedikit atau bahkan tidak ada perubahan sama sekali. (Sebetulnya Al-Quran tak ada satu pun huruf yang berubah)

Aksara Hijazi

Manuskrip itu ditulis dengan aksara Hijazi, yang merupakan penulisan aksara Arab dahulu kala.

Kurator naskah tersebut di Perpustakaan Inggris Dr. Waley mengatakan, dua lembar perkamen tersebut ditulis dengan indah dan mengejutkan dengan huruf hijaiyah. Hampir pasti tanggal berasal dari saat tiga khalifah pertama yang memimpin Muslim antara 632 sampai 656.

Dr Waley mengatakan, di bawah khalifah Utsman bin Affan Alquran "edisi cetakan" mulai didistribusikan.

"Komunitas Muslim tak cukup kaya untuk persediaan kulit binatang selama puluhan tahun, dan untuk menghasilkan Mushaf lengkap Alquran perlu banyak sekali (kulit binatang)," kata Waley.

Waley menunjukkan naskah yang ditemukan merupakan penemuan berharga. Naskah merupakan bagian dari Koleksi Mingana yang berisi lebih dari 3.000 koleksi dokumen Timur Tengah yang dikumpulkan pada 1920 oleh Alphonse Mingana. Ia merupakan seorang imam Kasdim yang lahir dekat Mosul di zaman Irak modern.

Menanggapi penemuan ini, komunitas Muslim lokal menyatakan kegembiraannya. Menurut Ketua Masjid Pusat Birmingham Muhammad Afzal, ia sangat tersentuh melihat penemuan ini.

"Saat saya melihat lembaran ini saya sangat tersentuh. Ada air mata kebahagiaan dan emosi di mata saya. Dan saya yakin orang-orang di seluruh Inggris akan datang ke Birmingham untuk melihat sekilas lembaran-lembaran ini," ujarnya.

Profesor Thomas mengatakan, penemuan ini menunjukkan warga Birmingham memiliki harta yang tak ada duanya di dunia. Sedangkan Susan Worrall berjanji universitas akan menunjukkan penemuan signifikan ini ke publik.

Sumber: BBC, ROL



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK