Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Monday, July 13, 2015 | 4:47 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Mengapa Selama Ramadhan Masyarakat Jadi Lebih Baik?
7:30:02 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Suasana Ramadhan di Istanbul Turki (foto: http://booking.traveltodo.com)

Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri

Subhanallah! Ternyata bulan Ramadhan telah mengubah masyarakat menjadi lebih baik dan menyukai segala kebaikan. Di masjid-masjid, orang-orang berlomba memberi makan dan minum untuk buka puasa. Para fakir dan miskin disantuni. Anak-anak yatim diundang dalam suatu acara buka puasa yang megah dan pulangnya mereka diberi bingkisan.

Lapar, dahaga, dan pahala yang dijanjikan ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan telah menggerakkan kita untuk bersedekah kepada orang-orang yang kelaparan. Kita yang berkecukupan memberikan sebagian harta untuk mereka yang kekurangan. Dan, di akhir Ramadhan kita akan berjumpa dengan segala yang fitrah/Idul Fitri. Saat itulah kita membayar zakat fitrah untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan berupa beras yang sama persis dengan yang kita makan.

Ayah saya di Kediri, Jawa Timur, dulu mempunyai catatan tentang orang-orang fakir, miskin, dan yatim/piatu di kampung yang harus disantuni. Catatan itu dalam bentuk buku yang sangat sederhana dan disimpan di bawah lipatan baju di lemari pakaian. Catatan itu diperbarui setiap menjelang Ramadhan. Almarhum   mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah dari jamaah masjid dan kemudian membagikan kepada mereka secara adil dan santun.

Mereka, orang-orang yang berhak menerima zakat itu, bukan datang ke masjid-masjid atau kepada orang-orang yang berzakat untuk mengambil haknya. Namun, para pengurus masjid atau amillah yang justru mendatangi rumah-rumah mereka untuk mengantarkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) itu. Dengan begitu, mereka -- para penerima ZIS -- betul-betul 'diorangkan'.  Mereka tidak harus antre berdesak-desakan untuk mengambil apa yang sudah menjadi hak mereka seperti banyak terjadi sekarang ini.

Kini pengumpulan dan pembagian ZIS tidak lagi dilakuan oleh perorangan seperti zaman ayah saya. Selain sudah ada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Amil Zakat Daerah (Bazda), juga terdapat lembaga-lembaga amil zakat lain yang dikelola sangat profesional. Lembaga-lembaga ini bukan hanya menunggu orang-orang membayar zakat, namun juga menjemput bola. Mereka beriklan, mendatangi calon muzakki potensial, melakukan sosialisasi lewat seminar-seminar dan workshop, melalui acara di televisi, dan seterusnya.

Hasilnya, menurut beberapa teman pengelola ZIS, perolehan pengumpulan zakat, infak sedekah pada bulan Ramadhan seperti sekarang sangat mencengangkan. Meningkat hingga tiga atau empat kali dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Ada lembaga ZIS yang pada bulan-bulan biasa bisa rutin mengumpulkan sekitar Rp4 miliar, pada bulan Ramadhan berhasil mengumpulkan hingga Rp16 miliar. Subhanallah.

Bukan hanya Lazis (lembaga amal zakat, infak, sedekah), kotak amal Jumat di masjid-masjid pun ketiban rizki. Di Masjid Attaqwa Attahiriyah di Kampung Melayu, Jakarta Selatan, misalnya, pada hari-hari Jumat biasa dapat rutin memperoleh sekitar Rp3 juta, namun pada Jumat selama Ramadhan ini bisa mengumpulkan sekitar Rp4-4,5 juta.

Ramadhan memang telah membuat kita berlomba-lomba dalam mencari kebaikan. Namun, kalau ada yang patut dicermati adalah seberapa besar sebenarnya orang-orang miskin di negeri ini yang berhasil dientaskan oleh potensi ZIS yang berhasil dikumpulkan?

Menurut data, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sebenarnya berpotensi bisa mengumpulkan zakat sebesar Rp217 triliun. Namun, pada 2014 lalu yang berhasil didapat dari potensi itu hanya Rp5 triliun. Di satu sisi data ini menjadi tantangan bagi para pegiat zakat, namun di sisi yang lain jumlah Rp5 triliun pun tetap saja bukan jumlah yang kecil. Pertanyaannya, sekali lagi, dengan jumlah sebesar itu berapa sebenarnya masyarakat miskin yang kelar dientaskan dari kemiskinannya?

Masing-masing lembaga ZIS tentu sudah mempunyai catatan (pertanggung-jawaban) rinci tentang kegiatan menyaluran zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dikumpulkan. Namun, lantaran tidak terkordinasi dengan baik antar-lembaga ZIS, penyaluran zakat, infak, dan sedekah menjadi kurang optimal dalam pengentasan kemiskinan masyarakat. Di sinilah sebenarnya peran penting dari Baznas sebagai kordinator, penyedia data, dan fasilitator, tanpa harus ikut campur dalam pengelolaan ZIS masing-masing lembaga.

Yang terkesan selama ini masing-masing lembaga ZIS seolah berlomba-lomba bagaimana mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya, terutama di bulan Ramadhan seperti sekarang. Lihatlah, spanduk-spanduk iklan dari lembaga-lembaga ZIS yang bertebaran di berbagai jalanan. Namun, sebenarnya banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai kegiatan penyaluran dari ZIS itu sendiri.

Kita bermimpi dari lembaga-lembaga ZIS itu akan tercipta sentra-sentra ekonomi produktif di tengah masyarakat miskin. Kita menginginkan dari para Lazis akan terbangun sekian sekolah, sekian universitas, sekian pesantren, sekian rumah yatim, sekian rumah sakit, sekian rumah singgah buat anak-anak terlantar dan gelandangan,  dan seterusnya di berbagai daerah. Semuanya didedikasikan untuk anak-anak dan masyarakat miskin.

Bukan hanya dari lembaga-lembaga ZIS, tapi kita juga mengharapkan dari orang-orang kaya dan super kaya negeri ini ada gerakan wakaf perusahaan atau saham perusahaan yang didedikasikan buat umat. Sayangnya, mengutip pandangan pengamat sosial di Timur Tengah, Khalid al Qasythaini, gerakan seperti itu belum membudaya di kalangan masyarakat Muslim. Tentu saja termasuk masyarakat Islam Indonesia.

Menurutnya, seperti dikutip media al Shawq al Awsat, kebiasaan orang-orang kaya dan super kaya Muslim masih mewariskan harta bendanya ke orang-orang terdekatnya. Misalnya ke anak-anak, istri, atau saudaranya. Kalau mereka ingin berinfak, lanjut al Qasythaini, maka yang menjadi fokus masih berupa pembangunan masjid atau renovasi masjid yang sudah ada. Belum berupa infak, sedekah atau wakaf dalam bentuk usaha-usaha produktif.

Karena itu, al Qasythaini, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh orang super kaya Arab Saudi, Pangeran Walid bin Thalal bin Abdul Aziz, ketika mengumumkan akan menyumbangkan seluruh kekayaannya untuk kepentingan kemanusiaan. Kekayaan Pangeran Walid, sebagaimana dikutip berbagai media,  sekitar 32 miliar dolar AS atau setara dengan Rp420 triliun (kurs 13 ribu) atau hampir seperempat dari APBN Indonesia.

Pangeran Walid selama ini selain dikenal super kaya, juga sangat dermawan. Ia banyak membantu proyek-proyek kemanusiaan di berbagai negara berpenduduk Muslim di Asia dan Afrika. Pangeran flamboyan ini berharap kekayaannya bisa bermanfaat untuk kemanusiaan baik ketika ia masih hidup maupun setelah ia meninggal dunia nanti.

Kita berharap Ramadhan kali ini bisa memberi kesadaran baru bagi kita semua untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Antara lain dalam bentuk gerakan amal-amal produktif untuk umat. Bukankah ini yang disebut amal jariyah yang pahalanya tidak akan putus walapun yang bersangkutan telah meninggal dunia?

Lebaran sebentar lagi. Selamat hari raya Idul Fitri. Semoga ibadah puasa Ramadhan yang kita jalani bisa  menjadikan kita sebagai insan-insan yang bertakwa.

Sumber: ROL




Demba Ba dan Beberapa Pesepakbola Umroh Ramadhan
7:15:00 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Banyak cara yang dilakukan pesepak bola untuk mengisi waktu dalam libur musim panas. Dan cara yang dilakukan mantan striker Chelsea, Demba Ba bisa menjadi contoh bagi kita.

Alih-alih menghabiskan waktu dan uang dengan berlibur ke tempat wisata, Ba justru memperbanyak ibadah pada musim panas tahun ini. Ia melaksanakan umroh bersama beberapa pesepak bola lainnya seperti Moussa Sow dan Ali Al Habsi.

Ba menjalani umroh pada dua pekan lalu. Ia mengunggah momen itu melalui jejaring sosial Instagram yang mendapat lebih dari 36 ribu likes dari penggemarnya.

Demba Ba menjalani ibadah Umroh (Instagram)

"Terima kasih kepada @hasannagoor dan keluarganya yang telah mengundang saya. Semoga Allah memberikan rahmatNya dan membawamu ke surgaNya #makkah #saudi #umrah2015," tulis Ba di Instagram.

Ba memang dikenal sebagai pemain yang religius. Usai mencetak gol, striker asal Senegal itu selalu merayakannya dengan sujud di lapangan.

Sumber: Liputan6.com




Ilmu Agama yang Kita Pelajari Itu Warisan Imam "Bujangan"
7:01:36 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Ilmu agama yang banyak kita dapat dan sampai ke telinga kita sampai sekarang itu ternyata diwarisi dari para "Bujangan". Sebut saja Imam Ibnu Jarir Al-Thobari yang terkenal dengan kitab tafsirnya.

Imam Nawawi Al-Dimasyq, beliau adalah Ulama pada jajaran tertinggi mazhab syafi'i. banyak Karya-karya beliau yang fenomenal, diantaranya Al-Majmu', Syarah shohih Muslim, Minhaj Al-'Abidin, Riyadhussholihin dan masih banyak lagi.

Ada lagi Imam Ibnu Taimiyah, siapa yang tidak kenal beliau? Beliau yang Ijtihadnya dalam berbagai masalah syariah banyak diikuti oleh hampir mayoritas Ulama se-jagad raya ini.

Ada lagi sheikh Al-Zamakhsari. pengarang Tafsir Al-Kasysyaf yang terkenal dengan kelihaiannya dalam berbahasa Arab tanpa merusak kaidah yang ada. Para Ahli bahasa Arab, tentu kenal dengan beliau yang karyanya dalam bidang ilmu Balaghoh, dan kaidah-kaidah Ilmu Bahasa Arab lainnya banyak menjadi rujukan, sampai sekarang ini.

Dan masih benyak lagi Ulama yang sampai akhir hayatnya belum pernha merasakan pelaminan bersama istri/suami. Tapi siapa yang meragukan kalau beliau-beliau sudah dipersiapkan oleh Allah swt dengan pasangan pengantin yang jauh lebih indah dibanding yang ada didunia ini berkat ilmu dan manfaat beliau-beliau yang dirasakan oleh umat.

Jadi kalau bermasalah dengan ilmu agama yang disampaikan oleh seorang "Bujang", harusnya kita juga merasa risih dengan ilmu syariah yang selama ini kita dapat, karena banyak juga diwarisi dari para Ulama Bujang.

Bukan masalah Bujang atau Tidak, tapi masalahnya "apakah ilmu yang disampaikan itu benar dan sesuai tuntunan agama yang tidak melenceng dari qur'an dan hadits?" (Galafath)


Aku Adalah Anak Dua Orang yang Disembelih
6:52:45 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Dia adalah bapak Rasulullah Saw. lbunya adalah Fathimah binti Amr bin A'idz bin lmran bin Makhzum bin Yaqzhah in Murrah. Abdullah adalah anak Abdul-Muththalib yang paling bagus dan paling dicintainya. Abdullah inilah yang mendapat undian untuk disembelih dan dikorbankan sesuai dengan nadzar Abdul-Muththalib. Ringkasnya, tatkala anak-anaknya sudah berjumlah sepuluh orang dan tahu bahwa dia tidak lagi mempunyai anak, maka dia memberitahukan nadzar yang pernah diucapkannya kepada anak-anaknya. Ternyata mereka patuh. Kemudian dia menulis nama-nama mereka di anak panah untuk diundi, lalu diserahkan kepada patung Hubal. Setelah anak-anak panah itu dikocok dan keluarlah nama Abdullah. Maka Abdul-Muththalib menuntun Abdullah sambil membawa parang, berjalan menuju Ka'bah untuk menyembelih anaknya itu. Namun orang-orang Quraisy mencegahnya, terutama paman- pamannya dari pihak ibu dari Bani Makhzum dan saudaranya Abu Thalib.

"Kalau begitu apa yang harus kulakukan sehubungan nadzarku ini?" tanya Abdul-Muththalib kebingungan. Mereka mengusulkan untuk menemui seorang dukun perempuan. Maka dia pun menemui dukun itu. Sesampainya di tempat dukun itu, dia diperintahkan untuk mengundi Abdullah dengan sepuluh ekor onta. Jika yang keluar nama Abdullah, maka dia harus menambahi lagi dengan sepuluh ekor onta, hingga Tuhan ridha. Jika yang keluar nama onta, maka onta-onta itulah yang disembelih. Maka dia keluar dari tempat dukun wanita itu dan mengundi antara nama Abdullah dan sepuluh ekor onta. Temyata yang keluar adalah nama Abdullah. Maka dia menambahi lagi dengan sepuluh ekor onta. Setiap kali diadakan undian berikutnya, yang keluar adalah nama Abdullah, hingga jumlahnya mencapai seratus ekor onta. Baru setelah itu undian yang keluar adalah nama onta. Maka onta-onta itu pun disembelih, sebagai pengganti dari Abdullah. Daging-daging onta tersebut dibiarkan begitu saja, tidak boleh dijamah manusia maupun binatang. Tebusan pembunuhan yang memang berlaku di kalangan Quraisy dan Bangsa Arab adalah sepuluh ekor onta.

Namun setelah kejadian ini, jumlahnya berubah menjadi seratus ekor onta, yang juga diakui Islam. Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. bahwa beliau bersabda,

"Aku adalah anak dua orang yang disembelih. "

Maksudnya adalah Isma'il Alaihis-Salam dan Abdullah. (Sirah An-Nabawiyah, Ibnu Hisyam, l/l5l; Rahmah Lil- 'alamin, 2/89-90; MukJuas;'.a Siratir-Rasul, Syaikh Abdullah, hal. l2, 22-23) Abdul-Muththalib menikahkan anaknya, Abdullah dengan Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab, yang saat itu Aminah dianggap wanita yang paling terpandang di kalangan Quraisy dari segi keturunan maupun kedudukannya. Bapaknya adalah pemuka Bani Zuhrah. Abdullah hidup bersamanya di Makkah. Tak lama kemudian Abdul Muththalib mengutusnya pergi ke Madinah untuk mengurus korma. Namun dia meninggal di sana. Ada yang berpendapat, Abdullah pergi ke Syam untuk berdagang, lalu bergabung dengan kafilah Quraisy. Lalu dia singgah di Madinah dalam keadaan sakit, lalu meninggal di sana dan dikuburkan di Darun-Nabighah Al-Ja' dy. Saat itu umumya dua puluh lima tahun. Abdullah meninggal dunia sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dilahirkan. Begitulah pendapat mayoritas pakar sejarah. Dan ada pula yang berpendapat, Abdullah meninggal dunia dua bulan setelah Rasulullah lahir. Setelah kabar kematiannya tiba di Makkah, Aminah mengenakan pakaian-pakaian serba usang, dan berkata dalam sebuah syair.

"Seorang anak Hasyim telah mati di sisi Bathha

menyisihkan Liang lahat di tempat yang jauh di sana

banyak ajakan cita-cita yang hendak dipenuhi

tidak banyak yang ditinggalkan seperti anak Hasyim ini

mereka membawa tempat tidurnya di senja hari

rekan-rekannya menampakkannya beramai-ramai

cita-cita. dan keraguannya kian melambung

dia telah banyak memberikan kasih sayang. "

Warisan yang ditinggalkan Abdullah berupa lima ekor onta, sekumpulan domba, pembantu wanita Habsy, yang namanya Barakah, dan berjuluk Ummu Aiman. Dialah wanita yang mengasuh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. (Galafath)



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK