| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Menikah Itu Bukan Permainan | | 2:33:35 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| By: Nandang Burhanudin
Fase hidup setiap manusia normal, pasti merindu saat cinta beradu di pelaminan. Dua insan mengakhiri resah gelisah, berubah desah anugerah. Khayalan jadi kenyataan. Galau sirna menjadi rona bahagia. Semua berawal dari tekad berani menghadap KUA dan calon mertua. Modal boleh seadanya. Namun surga pahalanya.
Saya beberapa kali memproses pernikahan kaum muda galau. Proses mudah murah penuh berkah. Beberapa malah sempat berkirim kado terima kasih. Plus tentu permintaan, nama anak saya "dikudeta" menjadi anak keturunannya. Uniknya, mereka selalu menjaga silaturahmi di kala susah ataupun mudah.
Namun ada juga yang kini menghadapi prahara. Biasanya, mereka tak siap menghadapi problematika rumah tangga di 3 tahun pertama. Ya, apalagi jika bukan masalah berikut:
1. Komunikasi, karena perbedaan adat dan tradisi. 2. Ekonomi, karena jauh dari kemapanan. 3. Orangtua atau merrua yang masih belum ikhlas, melepas putra putrinya ke "dunia lain". 4. Lahirnya momongan alias debay alias bayi.
Saya sempat mengalami semua itu. Namun berkat izin Allah, ujian di atas tak sempat membuat perahu rumah tangga karam apalagi tenggelam. Setiap kali ada potensi bocorr...bocorr..bocorr.. kami selalu mengambil inisiatif mencari aquaproof cinta.
Di titik ini peran suami alias laki-laki diuji qawwamahnya. Bukan gagah-gagahan, lalu memperlakukan istri sebagai daging mentah yang siap dibarbeque. Maka sebagai kapten, suami menjadi penentu mau dibawa kemana nakhkoda rumah tangga.
Visi menjadi mercusuar setiap aksi. Radar-radar Ilahi harus terus terpasang. Masalah-masalah hingga guncangan ombak gelombang, tak akan pernah mampu membuat karam. Guyuran hujan atau air laut masalah, boleh jadi menghujam tapi tak akan mampu menenggelamkan. Tentu saat penghuni kapal sadar dan bergerak tak kenal lelah, membersihkan air dengan segala keterbatasan.
Bertahan dalam keterbatasan adalah energi yang harus senantiasa terbarukan. Mensinergikan 'masalah menjadi energi' hal yang tak mampu dilakukan banyak pasangan. Istri dan suami sepatutnya mahir mengukur diri, bahwa hanya ego diri yang akan menenggelamkan biduk rumah tangga. Bukan ombak apalagi guyuran air hujan. Mari kembali luruskan sikap, pernikahan itu bukan permainan.
|
| Ridwan Kamil Coba Mau Diseret, BCCF Bantah Gelapkan Dana Hibah | | 2:17:12 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| BCCF Bantah Gelapkan Dana Hibah
Bandung - Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Fiki Satari membenarkan, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tengah melakukan pemeriksaan kepada pihaknya terkait dugaan penggelapan dana bantuan dari Pemerintah Kota Bandung tahun 2012 sebesar Rp 1,3 miliar.
"Empat orang yang dipanggil, mereka anggota aktif BCCF dan saat ini masih aktif," kata Fiki di kawasan Taman Cibeunying Selatan Kota Bandung, Jumat (10/7/2015) sore.
Fiki menjelaskan, pemanggilan tersebut hanya sebatas bertanya belum menjurus secara spesifik mengenai dana hibah yang diterima pihaknya pada tiga tahun lalu atau 2012. Dia menjamin, segala pemasukan dan pengeluaran dapat dipertanggung jawabkan.
"Subtansi yang ditanyakan mulai dari hal umum apa itu BCCF, program, struktur organisasi dan bagaimana BCCF membiayai kegiatan. Jadi hanya sekitar itu," ucapnya.
Dia menegaskan, di tahun 2012 BCCF tidak pernah merasa menerima dana bantuan sosial. Ia pun kembali menepis, dana yang diperuntukan untuk Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bukanlah sebesar Rp 44 miliar seperti apa yang telah diberitakan di media massa saat ini.
"Kita terima pada tahun 2012 bukan dana bansos, tetapi dana hibah. Untuk HAKI bukan Rp 44 miliar, tetapi Rp 44 juta dan itu pun dibagi menjadi dua kegiatan. Selain pendaftaran empat merk 18 class, ada kegiatan pembelian domain, iklan website dan biaya perawatan selama satu tahun," jelas Fiki.
"Pemberitaan sebelumnya HAKI tidak didaftar, tapi nyatanya kami daftarkan dan bisa dicek di website Dirjen HAKI. Ini perlu kami luruskan," tambahnya.
Ditambahkan dia, BCCF telah menerima anggaran sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), di mana pihaknya mengikuti aturan-aturan terkait perjanjian hibah tersebut. Malah diungkapnya, BCCF telah memberikan laporan secara bertahap.
"Semua sudah sesuai, laporannya pun kita lakukan secara bertahap selama dua kali, termasuk memberikan laporan kepada Pemkot dan Pemkot sudah menerima laporan dari kita. Untuk audit BPK juga kita serahkan di mana laporan pertama tidak ada masalah dan yang kedua ke Pemkot Bandung dan tidak ada masalah," terang Fiki.
BCCF atau Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung, merupakan sebuah perkumpulan kreatif berbadan hukum sejak tahun 2008. BCCF telah melakukan berbagai program dan kegiatan kreatif dalam skala lokal, nasional dan internasional.[ito]
Sumber: http://m.inilahkoran.com/?scr=03&ID=44694&selectLanguage=1
***
Kasus BCCF tahun 2012 ini akan menyeret Ridwan Kamil yang saat itu menjadi ketua BCCF dan belum jadi Walikota.
Dugaan Korupsi Dana Hibah, Kejati Akan Panggil Ridwan Kamil (KOMPAS: http://regional.kompas.com/read/2015/07/10/09441231/Dugaan.Korupsi.Dana.Hibah.Kejati.Akan.Panggil.Ridwan.Kamil)
Setelah Lebaran, Ridwan Kamil Diperiksa soal Dugaan Penggelapan Dana Bantuan (METROTV: http://jabar.metrotvnews.com/read/2015/07/09/411635/setelah-lebaran-ridwan-kamil-diperiksa-soal-dugaan-penggelapan-dana-bantuan)
Kasus lama 'dibangkitkan' kembali dari kubur demi tujuan tertentu. Sedang Kasus SPEKTAKULER korupsi bus TransJakarta senilai 1,5 triliun, mantan Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Ahok TAK PERNAH DISENTUH.
|
| Hamas Berbagi pada Sesama di Pemakaman Surabaya | | 2:11:00 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Di Ramadan yang tinggal berbilang hari, selain dimanfaatkan untuk i'tikaf di masjid, banyak hal amaliyah yang bisa dilakukan oleh seorang muslim. Satu diantaranya berbagi dengan sesama yang punya kemampuan ekonomi jauh dari kata layak.
Hal baik itu pula yang dilakukan oleh Hamas Syahid Izzuddin, aktor pemeran Azka di film Tausiyah Cinta.
Laki-laki yang kerap mendapat sebutan Fatih Seferagic Indonesia itu bersama keluarganya melakukan kegiatan berbagi bersama kalangan kurang mampu di kawasan Pemakaman Rangkah, Surabaya.
Ditemui Kamis lalu (9/7), sang Ibunda, Ummu Hamas mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang rutin dilakukan keluarganya setiap bulan Ramadan. Ia sudah melakukan buka puasa bersama warga sekitar pemakaman selama 11 tahun bersama anak-anaknya.
"Anak-anak saya lekat dengan kawasan ini. Karena doa-doa mereka yang lemah yang membuat saya dan keluarga mempunyai visi dan misi yang jelas akan hidup ini. Doa-doa mereka pula yang menjaga anak-anak saya. Saya mencintai mereka karena begitulah Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk mencintai mereka yang lemah. Semoga anak-anak saya ke depan menjadi manusia dan pemimpin yang menyayangi mereka yang lemah dan kurang beruntung. Peka dan sensitif. Peduli dan penuh cinta kasih terhadap sesama," ucap kata perempuan yang pernah jadi anggota legislatif yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera itu.
Dalam acara pembagian paket baju lebaran untuk anak-anak TPA tersebut, Hamas memotivasi para penghuni kuburan untuk terus dekat dengan Allah dan Alqur'an, apapun kondisinya. Kemudian mahasiswa Universitas Airlangga itu pun menghafalkan ayat-ayat suci alquran di depan warga yang kebanyakan para ibu tengah baya dan renta. Bahkan Hamas mendatangi ibu tua yang tinggal seorang diri di rumah kecil bekas kandang kambing. (Galafath)
Penulis: Muhammad Sholich Mubarok Sumber: http://bersamadakwah.net/fatih-seferagic-indonesia-ini-berbagi-di-pemakaman-rangkah/ |
| Cerita Haru Putra Aceh Juara MTQ Internasional Bertemu Presiden Erdogan | | 2:02:06 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| "Alhamdulillah presiden turki recep tayyep erdogan yg memberikan hadiah kepada saya.. sungguh besar karuniamu ya Allah......Allahuakbar," ucap syukur adinda Takdir Feriza yang diposting di wall fbnya.
"Lon icom lee Erdogan bang, leh kubeut dilikee gopnyan, kupegah awak Aceh, tsunami.." (Saya dicium Presiden Erdogan usai mengaji di depan beliau, saya bilang saya orang Aceh, tsunami...) -- cerita adinda Takdir.
Alhamdulillah. Adinda Takdir Feriza meraih juara 1 MTQ Internasional di Turki. Hadiah dan penghargaan langsung diserahkan Yang Mulia Presiden Turki Sayin Recep Thayeb Erdogan. Geuthei awak Aceh! Lena Abidin Turk Ikamat Aceh Turki. (apa artinya nih? hehe -red)
Krue Semangat!! Minggu lalu sebelum berangkat bertemu di Jakarta Takdir Feriza 'curhat' bahwa Pemerintah Aceh dan Aceh Besar tidak punya dana untuk membantu uang saku dirinya berangkat termasuk pendamping, padahal sudah ketemu Gubernur dan Bupati Adun.
Tapi kuasa Allah anak muda ini bisa harumkan nama bangsa! Bulan lalu hanya ada satu anak asal Afrika dari Perwakilan International yang bisa bersalaman dan naik panggung bersama Erdogan.
Ibunya juga sambil menangis menjahitkan bendera Turki yang dicium berkali kali dihadapan ribuan Pelajar Internasional dari seluruh kota di Turki.
Njoe hana rugoe ta test suara lee tanjoe dalam moto Kak Yuyun Zemil..Haha. Jet neu peugah bak Ust Yusuf Mansur.
*dari fb Azwir Nazar (10/7/2015)
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !