| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Posko Mudik PKS Sediakan Rest Area, Charge HP dan Takjil Gratis | | 5:40:12 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Lagi-lagi Partai yang berlambangkan padi dan dua bulan sabit kembar itu menunjukkan aksi sosialnya sebagai pelayan masyarakat. Partai Keadilan Sejahtera, Partai dengan perolehan kursi dua besar di Solo itu kembali mengadakan agenda rutin tahunannya yaitu mendirikan Posko Mudik Lebaran 2015. Posko tersebut didirikan di perempatan Sumber [Jl. Ahmad Yani, No. 368, Sumber, Surakarta].
Dalam posko mudik yang didirikan PKS Solo terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan untuk melayani para pemudik. Diantaranya membagikan buka puasa gratis, tempat istirahat [rest area], charge HP gratis, pemantauan arus mudik kota Solo lewat streaming CCTV Dishub kota Surakarta, dan pelayanan penunjuk arah bagi pemudik yang bingung arah.
Posko didirikan Sabtu 11 Juli 2015 pukul 16.30, acara diawali dengan membagikan makanan buka puasa kepada para pemudik di jalan. Terlihat wajah senang para pemudik menerima makanan berbuka dari kami. Acara selanjutnya yaitu penjagaan di posko sesuai jadwal yang kita buat sampai hari kamis malam tanggal 16 Juli 2015.
"Alhamdulillah, jelang maghrib posko mudik PKS Solo sudah berdiri dan langsung action membagikan takjil untuk para pengguna jalan," ungkap Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) PKS Solo, Alam Firmansyah.
Acara akan dilakukan setiap tahunnya sebagai program kerja BKO PKS Solo. Selain acara tersebut, Kepanduan dan Santika juga sering mengirimkan relawan di setiap bencana alam yang terjadi, dan masih banyak lagi acara-acara kemanusiaan yang diprogramkan dan akan segera dilakukan.
"Harapan kami, dari acara-acara tersebut dapat mengubah iklim perpolitikan di Indonesia dan khususnya di Solo menjadi seperti kompetisi asyik. Sehingga semua Partai bisa berlomba-lomba untuk melayani masyarakat dan keberadaan partai dapat dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat. Atau dalam potongan ayat Al-Qur'an Fastabqul Khirot," pungkas Alam. (AR)
|
| POLITIK IDOLATRY | | 5:31:10 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| POLITIK IDOLATRY
Untuk membela Ahok terkait hasil audit BPK, akhirnya muncul juga pendapat bahwa sebaiknya BPK dibubarkan saja, dan audit terhadap pemerintah cukup dilakukan oleh BPKP. Apalagi, BPK isinya orang-orang parpol juga yang tidak bebas kepentingan. Begitulah produk politik idolatry. Semua sistem bila perlu harus dihancurkan, cukup sang tokoh yang jadi kunci sistem itu sendiri.
Ada dua kesalahan serius yang menguntit pendapat ngawur semacam itu. Pertama, jika mau dikaitkan dengan interest politik, posisi Ahok sebagai gubernur yang juga tengah running untuk masa jabatan keduanya, sudah jelas menyimpan kepentingan politik sangat besar, yang tak sebanding dengan kemungkinan interest politik yang ada di BPK. Alih-alih mengkritisi kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Ahok, yang jelas-jelas adalah seorang politisi yang tengah berkuasa, menuduh bahwa BPK punya interest politik adalah cara berdalih yang menumpulkan kritisisme publik pada kekuasaan.
Kedua, mengusulkan bahwa BPK sebaiknya dibubarkan saja dan cukup BPKP saja yang mengaudit pemerintah, adalah usul dari orang yang tidak paham tata kelola negara. BPKP itu auditor internalnya PEMERINTAH, sementara BPK itu auditornya NEGARA. Itu sebabnya kenapa pimpinan BPK bisa berasal dari kalangan partai politik. Mensubordinasi NEGARA di bawah PEMERINTAH jelas adalah usulan ngawur.
Untuk Ahok, jadilah pemimpin yang gentleman, jangan "buruk muka cermin dibelah". 'Statesman' dan 'statement' itu memang bunyinya hampir sama. Tapi hanya tong kosong yang nyaring bunyinya.
*dari fb Tarli Nugroho
|
| PKS dan 'Kampanye' yang Selalu Gagal | | 5:30:50 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| by Akmal-Sjafril
Di tengah hegemoni pemikiran sekuler masa kini, memang sangat sulit mengubah paradigma dualis masyarakat tentang politik. Di satu sisi, orang terlanjur ngotot mempertahankan stigma bahwa politik itu kotor, namun di sisi lain, diam-diam masyarakat mengharapkan juga kehadiran politik bersih, karena dengan politik itulah mereka mengharapkan solusi.
Membawa-bawa agama ke dalam politik juga serba salah. Agama itu suci, politik itu (pokoknya) kotor. Kalau keduanya dihubungkan, maka satu-satunya kemungkinan yang muncul dalam benak orang adalah agama itu terkotori oleh politik. Anehnya, masih sedikit yang mempertimbangkan kemungkinan sebaliknya, yaitu politik yang 'disucikan' oleh agama. Dalam pandangan banyak orang, seeolah-olah hal yang terakhir ini tak mungkin terjadi.
Perdebatan soal politik dan Islam sudah terlalu panjang untuk diceritakan ulang. Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno sudah membela paham sekuler yang dirujuknya dari buku karya 'Ali 'Abdurraziq, dan sudah didebat habis oleh Natsir. Di jaman Orde Baru, Nurcholish Madjid kembali menggali pemikiran 'Ali 'Abdurraziq dari karyanya yang persis sama, dan sudah didebat pula oleh Buya Hamka. Sampai hari ini, kita masih mendengar kaum sekuler menggaungkan nama 'Ali 'Abdurraziq dan karyanya yang itu-itu lagi.
Di bulan Ramadhan kali ini, seperti biasa, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak pernah menyebut dirinya sebagai partai sekuler disibukkan dengan kegiatan-kegiatan 'abnormal'. Bagi mereka yang sudah terlanjur mengikuti cara berpikir ala sekuler, memang aneh jika melihat partai yang 'terlalu serius' mengurusi Ramadhan. Memang di negara yang mayoritas Muslim ini sudah lazim bagi semua partai atau organisasi (bahkan tokoh masyarakat) untuk memasang spanduk atau baliho ucapan selamat menunaikan ibadah puasa; tapi tidak lebih dari itu! Bagi PKS, nampaknya urusannya sedikit lebih rumit.
Di tingkat kepengurusan terendah di kelurahan-kelurahan, umumnya kader-kader PKS sibuk menyambut Ramadhan dengan bazaar murah dan pemberian santunan. Di kelurahan saya sendiri, ada pemberian santunan kepada anak yatim, bazar murah dan penjualan paket sembako dengan harga miring, bahkan jungkir balik. Barang-barang yang dijual di bazar murah adalah barang bekas layak pakai yang berasal dari milik pribadi kader-kader PKS sendiri. Barang-barang itu dikumpulkan dan kemudian dijual dengan harga beragam, mulai dari dua ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah. Kader-kader PKS juga mengumpulkan dana untuk penjualan paket sembako murah; paket yang dibeli dengan harga dua puluh lima ribu rupiah dijual kembali dengan harga lima belas ribu rupiah.
Sudah barang tentu, kegiatan semacam ini diserbu oleh masyarakat. Bazaar yang disiapkan hingga Zhuhur umumnya selesai pukul sebelas siang, karena cepat sekali ludes. Keuntungan dari bazar murah digunakan untuk melunasi biaya tekor pembelian sembako. Kalau tidak rugi, maka itu sudah untung banget! Tentu saja, tidak ada keuntungan finansial yang bisa diharapkan dari kegiatan semacam ini.
Di tingkat kecamatan atau kota, biasanya PKS memiliki panitia ansyithah Ramadhan yang bertugas meramaikan Ramadhan, mulai dari menggelar kajian hingga mengadakan acara i'tikaf bareng. Di DPP PKS sendiri Ramadhan disemarakkan dengan ifthar bersama, sedangkan kajian Haditsul Khamis yang rutin dilakukan pekanan ditambah lagi dengan Haditsul Itsnain.
Di dunia maya, kader-kader PKS juga disibukkan dengan hal-hal tak lazim lainnya. Setiap hari, kader-kader PKS yang tergabung dalam PKS Art Designer Community (http://art.pks.id) memproduksi gambar-gambar menarik yang berfungsi layaknya iklan layanan masyarakat. Publikasi-publikasi berupa gambar itu memperlihatkan berbagai hal, mulai dari hadits-hadits dan ayat-ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan shaum, doa berbuka, tuntunan ibadah seperti tarawih, zakat dan semacamnya, hingga pesan-pesan pembangkit motivasi dalam mengejar lailatul qadar. Semua hal ini, lazimnya, tidak dianggap sebagai domain kerja dari sebuah partai politik.
Pangkal permasalahannya, barangkali, karena PKS memang sejak awal sudah menyebut dirinya sebagai partai dakwah, bahkan kader-kadernya pun telinga dan hatinya lebih familiar dengan sebutan 'kader dakwah' ketimbang 'kader partai'. Hakikatnya, mereka ingin berdakwah secara maksimal lewat partai, selain juga lewat berbagai jalan lainnya, meskipun dakwah di 'jalur partai' itu masih dipandang ganjil oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Pandangan semacam ini sudah dicanangkan sejak era Partai Keadilan (PK) dan terus dipertahankan hingga sekarang. Meskipun ada pihak-pihak yang sempat menghebohkan isu tentang 'PKS partai terbuka', namun di lapangan, PKS adalah PKS; partai yang terus-menerus melakukan hal-hal abnormal menurut standar kelaziman yang masih berlaku di dunia politik tanah air.
Sikap keras kepala PKS ini, sudah barang tentu, menjadi obyek ejekan sebagian orang yang belum paham. Menurut mereka, PKS selalu 'curi start', baik di bulan Ramadhan, atau ketika kader-kadernya diterjunkan dalam penanganan bencana, atau ketika mengadakan aksi yang mengumpulkan puluhan ribu orang untuk membela Palestina, dan seterusnya. Semua hal ini dipandang sebagai bagian dari 'kampanye terselubung', atau singkatnya sebuah kecurangan.
Kepada mereka yang begitu resah dengan anomali PKS yang semacam ini, saya sering mengusulkan untuk bersikap santai saja. Sudah sejak dulu PKS tabiatnya seperti itu, dan kelihatannya tidak akan berubah dalam waktu dekat. Toh, dari dulu perolehan suaranya begitu-begitu saja. Meskipun selalu sigap menghadapi bencana, sering menyalurkan bantuan kepada masyarakat, toh PKS masih belum bisa menjadi pemenang pemilu, bahkan suaranya masih terpaut jauh dari posisi puncak. Dan meskipun masyarakat menikmati aksi-aksi sosial PKS, toh yang menang tetap saja para pemodal besar yang 'menyimpan kekuatan' selama lima tahun untuk digelontorkan habis-habisan di musim kampanye.
Jadi, tak usah khawatir dengan aksi-aksi PKS. Kalau pun mau dianggap kampanye, toh cara-cara semacam ini selalu gagal. Tapi justru itu, diam-diam ada juga kabar baik bagi kader-kader PKS, karena sekarang mereka bisa lebih mudah menjaga keikhlasannya dalam beramal. Buat apa beramal sambil mengharapkan perolehan suara? Maka, berharaplah balasan hanya dari Allah SWT!
Sumber: fb
|
| Warga Bukit Menoreh Sambut Antusias Aksi Sosial PKS Borobudur | | 5:30:16 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Dalam rangka menyambut hari raya idul fitri yanng tinggal beberapa hari lagi, DPC PKS Borobudur menyelengarakan Aksi Sosial pada hari ahad (12/7), di dusun Miriombo Wetan, Desa Giritengah, Borobudur, Magelang.
Kegiatan ini menjadi menarik karena lokasi yang di tentukan panitia berada di dusun yang terletak di pegunungan Bukit Menoreh, yang merupakan dusun paling atas di kecamatan Borobudur. Medan yang cukup terjal, berkelok dan sebagian jalan masih berupa jajaran batu (ed: gronjal-gronjal), tidak menyurutkan langkah panitia untuk menggelar kegiatan di lokasi tersebut.
Menurut kordes Giripurno Isroyin menyampaikan bahwa sebagian besar anak anak di dusun tersebut bersekolah di luar provinsi, yaitu di Samigaluh, Yogyakarta dengan berjalan kaki +- 5km menyusuri bukit menoreh dan berangkat sejak jam 5 pagi. Kondisi tersebut menggambarkan betapa akses transportasi masih menjadi hambatan di daerah ini, di kecamatan Borobudur yang sudah dikenal dunia internasional.
Kegiatan yang di buka pada pukul 09.00 oleh Ketua DPC Borobudur, Nur Sodik langsung mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat. Kegiatan Aksi Sosial ini meliputi penjualan sembako murah, pakaian pantas pakai, pengobatan gratis, dan potong rambut gratis. Begitu acara ini di buka masyarakat langsung mengantri untuk membeli sembako murah, bahkan meraka juga rela berdesak-desakan untuk memilih pakaian pantas pakai. Begitu juga stan pengobatan gratis dan potong rambut selalu penuh dengan antrian dari mulai dibuka sampai dengan kegiatan ini di tutup. Wal hasil, semua dagangan yang dibawa panitia sembako dan pakaian pantas pakai habis semua ludes terbeli dan tidak bersisa.
Melihat antusias warga di dusun miriombo DPC PKS Borobudur akan mempetimbangkan untuk mengadakan kegiatan serupa diwaktu yang akan datang, seperti yang disampaikan oleh Humas DPC PKS Borobudur Samsul Bahri, "Melihat antusiasme warga, kami akan segera pertimbangkan dengan Tim DPC untuk membuat kegiatan kembali disini, apalagi banyak sekali potensi yang ada di dusun ini, seperti cengkeh, tanaman obat atau hortifarmaka, ternak, dll. Potensi ini bisa dikembangkan utk menjadi kegiatan ekonomi yang lebih menguntungkan bagi warga."
Diakhir kegiatan, panitia dan masyarakat setempat berfoto bersama, dan bahkan dari pihak pemuda sudah siap untuk membentuk struktur kepengurusan ranting PKS atau DPRa. Merekapun saling berjabat tangan dan saling menyampaikan terimakasih atas bantuan dan sambutanny dari kedua belah pihak.
(Humas DPC PKS Borobudur)
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !