Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Friday, July 17, 2015 | 4:50 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

JIL: Kelompok Islam Garis Keras Memperuncing Isu Pembakaran Musola Papua
7:33:52 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Hari Idul Fitri nan suci ternodai oleh tragedi pembakaran Masjid di Tolikara Papua saat Umat Islam disana menjalankan Sholat Idul Fitri 1436 H, Jumat 17 Juli 2015.

Masjid Baitul Muttaqin, masjid yang dibakar, adalah satu-satunya masjid di Karubaga, ibukota kabupaten Tolikara Papua. Masjid ini biasa digunakan untuk Sholat Jumat.

Umat Islam tentu bereaksi dan meminta pemerintah untuk mengusut tuntas Tragedi ini yang merupakan pelanggaran berat HAM. Selama ini Umat Islam yang selalu dituntut untuk toleransi, bahkan saat Umat Kristiani merayakan Natal, Umat Islam turut menjaga suasana kondusif dan ikut menjaga gereja. Namun saat kondisi Umat Islam minoritas sedang sholat Idul Fitri di bumi Papua, mereka dilempari batu, masjid dibakar, kios-kios milik Umat Islam juga dibakar habis. Tentu Umat Islam dimanapun akan membela saudara-saudara mereka yang terdzolimi.

Tapi tidak begitu bagi aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal). Mereka yang biasanya bersuara sangat lantang dan galak saat minoritas tertindas, tapi saat minoritas muslim Papua tertindas, komentar JIL malah seperti menyalahkan Umat Islam.

"klmpk2 garis keras yg atasnamakan Islam memakai isu pembakaran musola di tolikara unt memperuncing konflik umat beragama, hati2," kata Mohamad Guntur Romli, salah satu dedengkot JIL melalui akun twitternya @GunRomli, Jumat (17/7/2015).

Kicauan aktivis JIL ini mendapat reaksi dari netizen lain.

"Yg komen pembakaran mesjid (disamakan sbg) Islam garis keras. Gw Islam garis lunak. Mingkem aja kalo gitu. Bangsat loe @GunRomli," balas netizen @panca66, seorang mantan jurnalis.

@Rizkikhadaffi21: "@GunRomli eh bangsat gw bkn Islam radikal tapi masjid dan umat LG shalt di gebukin n d bakar masjidnya, hanya org Islam bego yg ga marah"

@fatihululum2: "@GunRomli yg memperuncing ente yg ngomong gus...mingkem aja deh"

@Buis_Beton: "@GunRomli terus anda ini Islam garis apa,,,,,, (garis keturunan kali yah)"

@daumawi: "Sikap anda @GunRomli atas musibah yg menimpa saudara muslim kita, sangat2 mengecewakan!"

@awibi: "Begitulah orang2 JIL..tuhannya harta...! mereka harus mengecam islam apapun situasinya, biar tetap gajian...!"

@HarrisSiregar74: "Payah lo Islam garis keturunan. Mesjid dibakar kok bilang Islam garis keras mperuncing. Muslim yg cinta saudaranya pasti responsif. Kampret!"

Senada dengan Guntur Romli, tokoh JIL Ulil Abshar Abdalla saat mengomentari Tragedi Pembakaran Masjid Papua juga seolah menyalahkan reaksi Umat Islam.

"Jangan hanya protres saat rumah ibadah agama kita diganggu, tapi diam saja saat rumah ibadah milik umat atau sekte lain diganggu," tulisnya melalui akun @ulil.

Umat Islam jadi korban pun, ujung-ujungnya tetap yang disalahkan. Karena speaker lah, reaksi yang memperuncing keadaaan lah, cuma diam saat rumah ibadah lain diganggu lah.

Jadi, umat Islam harus selalu ngalah.




Gereja Injili Pembakar Masjid di Papua Miliki Program Kerjasama dengan Israel
7:24:59 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Umat Islam menjadi sasaran brutal sekelompok massa Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) ketika sedang menunaikan shalat Id malah dibubarkan sekelompok orang. Hal itu juga diikuti dengan pembakaran mushala (masjid satu-satunya) di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (18/7). Sebelum kejadian itu, pihak GIDI melarang umat Islam untuk menunaikan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Dilansir dari situs GIDI Pusatgidi.org, organisasi tersebut terdaftar secara resmi di Kemenag. GIDI memiliki visi 'Umat GIDI Masuk Sorga (The Community of GIDI Enter Heaven)'. Adapun, misinya ada empat, yaitu Penginjilan, Pemuridan, Pembaptisan, dan Pengutusan.

Dalam laman tersebut, dapat diketahui sejarah singkat berdirinya GIDI. GIDI pertama kali dirintis oleh tiga orang dari Badan Misi UFM dan APCM yaitu Hans Veldhuis, Fred Dawson, Russel Bond. Setelah merintis pos di Senggi termasuk membuka lapangan terbang pertama Senggi (1951-1954), pada tanggal 20 Januari 1955 ketiga misionaris beserta 7 orang pemuda dari Senggi terbang dari Sentani tiba di Lembah Baliem di Hitigima menggunakan pesawat amphibi 'Sealander'.

Kemudian mereka melanjutkan misi dengan berjalan kaki dari Lembah Baliem ke arah Barat pegunungan Jayawijaya melalui dusun Piramid. Dari Piramid bertolak menyeberangi sungai Baliem dan menyusuri sungai Wodlo dan tiba di Ilugwa. Setelah mereka beristirahat lanjutkan perjalanan ke arah muara sungai Ka'liga (Hablifura) dan akhirnya tiba di danau Archbol pada tanggal 21 Februari 1955.

Di area danau Acrhbold disilah pertama kali mereka mendirikan Camp Injili dan meletakkan dasar teritorial penginjilan dengan dasar visi: 'menyaksikan Kasih Kristus Kepada segala Suku Nieuw Guinea'. Dari laman tersebut, terungkap pula bahwa GIDI memiliki program kerjasama dengan Israel. Kerjasama tersebut disepakati pada 20 November 2006.


AGREEMENT FOR CO-OPERATION

This Agreement for Co-operation is made the 20th of November' 06

BETWEEN: KEHILAT HA'SEH AL HAR ZION (KHAHZ)

(THE CONGREGATION OF THE LAMB ON MOUNT ZION)

THAT MEETS AT CHRIST CHURCH, JERUSALEM AND:THE EVANGELICAL CHURCH OF INDONESIA (GIDI - GEREJA INJILI DI INDONESIA) of P 0 Box 233, Sentani 99352, Jayapura, Papua Province, Indonesia (GIDI) of the second part.

Selengkapnya di http://www.pusatgidi.org/ind/israel

*Sumber: ROL



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK