Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Wednesday, July 15, 2015 | 11:50 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Inilah Lebaran Pertama Kali Dirayakan
2:21:24 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Sebuah hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, hari raya tersebut mulai diselenggarakan oleh kaum Muslimin pada masa-masa permulaan hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah.
Ketika Nabi SAW tiba di Madinah, beliau mendapati penduduk jahiliah di negeri itu merayakan dua hari tertentu setiap tahunnya-yang disebut Nairuz dan Mahrajan.

Nabi pun bertanya kepada mereka mengenai tradisi perayaan tersebut. Penduduk Madinah lalu menjelaskan bahwa dua hari raya itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk menghibur diri dengan berbagai macam bentuk kesenangan dan pesta pora.

Rasulullah SAW kemudian bersabda, Allah SWT telah mengganti dua hari raya mereka itu dengan dua hari yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Hadis tersebut dapat ditemukan dalam dua kitab Imam an-Nasai, yakni Sunan al-Kubra (1:542) dan Sunan al-Sughra (3:199).

Idul Fitri pertama dalam sejarah Islam diselenggarakan pada 624 Masehi (2 Hijriyah), beberapa hari setelah kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar. Dengan begitu, pada tahun itu Rasulullah SAW dan para sahabat merayakan dua kemenangan. Yaitu, keberhasilan mengalahkan kaum kafir Makkah dalam Perang Badar dan menaklukkan hawa nafsu setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan.

Menurut satu riwayat, Nabi SAW dan para sahabat menunaikan shalat Id pertama mereka dengan kondisi luka-luka yang masih belum pulih akibat perang. Bahkan, ketika menyampaikan khutbah Id perdananya, Rasulullah SAW pun terpaksa bersandar pada tubuh sahabat Bilal bin Rabah RA karena lemahnya tubuh beliau pada waktu itu.

Pada saat merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya, Nabi SAW dan kaum Muslimin menggelar shalat Id di lapangan terbuka. Amalan tersebut terus dipertahankan oleh mayoritas masyarakat di dunia Islam sampai hari ini.



Idul Fithri Bukan "Kembali Suci"
1:59:53 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Makna lafadz Idul Fithri memang bukan kembali menjadi suci. Meskipun memang ada sedikit kemiripan dari dua kata itu, namun sebenarnya keduanya punya makna yang lain.

Justru karena kemiripan inilah makanya banyak orang silap dan keliru memaknainya. Bahkan para reposter televisi nasional kita pun latah ikut-ikutan keliru juga. Malah tidak sedikit para ustadz dan penceramah yang ikut-ikutan menyebarkan kekeliruan massal ini ini tanpa tahu ilmu dan sumbernya.

Makna 'Ied' Bukan Kembali

Kata 'Ied' (???) dalam Iedul Fithri sama sekali bukan kembali. Dalam bahasa Arab, Ied (???) berarti hari raya. Bentuk jamaknya a'yad (?????). Maka setiap agama punya Ied atau hari raya sendiri-sendiri.

Dalam bahasa Arab, hari Natal yang dirayakan umat Nasrani disebut dengan Iedul Milad (??? ???????), yang artinya hari raya kelahiran. Maksudnya kelahiran Nabi Isa alaihissalam. Mereka merayakan hari itu sebagai hari raya resmi agama mereka.

Hari-hari kemerdekaan suatu negeri dalam bahasa Arab sering disebut dengan Iedul Wathan (??? ?????). Memang tidak harus selalu hari kemerdekaan, tetapi maksudnya itu adalah hari besar alias hari raya untuk negara tersebut.

Lalu kenapa banyak orang mengartikan Ied sebagai 'kembali'?

Nah itulah masalahnya. Banyak orang kurang mengerti bahasa Arab, sehingga bentuk sharf dari suatu kata sering terpelintir dan terbolak-balik tidak karuan.

Dalam bahasa Arab, kata kembali adalah 'aada - ya'uudu -'audatan (??? - ???? - ????). Memang sekilas hurufnya rada mirip, tetapi tentu saja berbeda jauh maknanya dari 'ied. Jadi kalau maksudnya mau bilang kembali, jangan sebut 'ied tetapi sebutlah 'audah.

Sayangnya, banyak ustadz, kiyai dan penceramah yang rada gegabah dalam masalah ini. Sudah salah dan keliru, bicaranya di layar kaca pula, ditonton jutaan pasang mata orang awam. Maka kekeliruan itu pun terjadi secara 'masif, terstruktur dan sistematis'.

Makna Kata Fithri Juga Bukan Suci

Dalam bahasa Arab kita mengenal dua kata yang nyaris mirip tetapi berbeda, yaitu fithrah (????) dan fithr (???).

1. Makna Fithrah

Yang pertama adalah kata fithrah (????). Jumlah hurufnya ada empat yaitu fa', tha', ra' dan ta' marbuthah. Umumnya fithrah diartikan oleh para ulama sebagai kesucian atau juga bermakna agama Islam. Seperti hadits berikut ini :

?????? ???? ??????????? ????? ?????????? ??????????? ??????????? ???????????? ?????????????? ???????? ??????? ??????????? ??????? ???????????? ???????? ???????? ???????? ?????????? ???????????? ????????

Ada sepuluh hal dari fitrah (kesucian), yaitu memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu kemaluan dan istinjak (cebok) dengan air. " (HR. Muslim).

Dan juga bermakna agama Islam, sebagimana hadits berikut ini :

??? ???? ????????? ?????? ?????? ????? ?????????? ????????? ?????????????? ???????????????? ??????????????????

Tidak ada kelahiran bayi kecuali lahir dalam keadaan fitrah (muslim). Lalu kedua orang tuanya yang akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. (HR. Muslim)

2. Makna Fithr

Sedangkan kata fithr (???) sangat berbeda maknnya dari kata fithrah. Memang sekilas keduanya punya kemiripan. Tetapi coba perhatikan baik-baik, ternyata kata fithr itu hurufnya cuma ada tiga saja, yaitu fa', tha' dan ra', tanpa tambahan huruf ta' marbuthah di belakangnya.

Apakah perbedaan huruf ini mempengaruhi makna?

Jawabnya tentu saja mempengaruhi makna. Keduanya punya makna yang berbeda dan amat jauh perbedaannya.

Dalam bahasa Arab, kata fitrh (???) bermakna makan atau makanan dan bukan suci ataupun keislaman. Pembentukan kata dasar ini bisa menjadi makan pagi, yaitu fathur (????), dan juga bermakna berbuka puasa, yaitu ifthar (?????).

Disinilah banyak orang yang rancu dan kurang bisa membedakan makna. Dikiranya fithr itu sama saja dengan fithrah. Sehingga dengan ceroboh diartinya seenaknya menjadi kembali kepada fitrah.

Coba perhatikan, betapa banyak kita menyaksikan kekeliruan demi kekeliruan yang dipajang dengan bangga, padahal keliru. Baliho yang dipasang, kartu ucapan selamat, bahkan SMS yang dikirimkan, termasuk televisi nasional ramai-ramai menganut kekeliruan massal ini, tanpa pernah teliti dan bertanya kepada ahlinya.

Makna Idul Fithr

Kalau kita jujur dengan istilah aslinya, sesungguhnya kata 'Idul Fithri' itu bukan bermakna kembali kepada kesucian. Tetapi yang benar adalah Hari Raya Makanan.

Dan hari raya Islam yang satunya lagi adalah Idul Adha, tentu maknanya bukan kembali kepada Adha, sebab artinya akan jadi kacau balau. Masak kembali kepada hewan qurban? Idul Adha artinya adalah hari raya qurban (hewan sembelihan).

Bahwa setelah sebulan berpuasa kita harus kembali menjadi suci, mencusikan hati, mensucikan pikiran dan mensucikan semuanya, tentu memang harus. Cuma, jangan kemudian main paksa istilah yang kurang tepat. Mentang-mentang kita harus kembali suci, lalu ungkapan 'Idul Fithri' dipaksakan berubah makna menjadi 'kembali suci'. (Galafath)


http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1358360047&


RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK