| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Ujian Pemerintahan Jokowi Sebenarnya adalah September 2015 | | 3:00:16 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Ujian Pemerintahan Jokowi sebenarnya adalah September 2015, dimana efek bola salju krisis ekonomi global akan sampai di Indonesia, bahkan para analis ekonomi Bloomberg memprediksi Kurs Rupiah akan Rp 17.000 per Dolar Amerika Serikat.
Mampukah ekonomi Indonesia bertahan di level nilai kurs Rp 17.000, ditambah saat ini fenomena turunnya daya beli masyarakat sudah terjadi dan pengurangan produksi pada perusahaan yang tergantung pada suku cadang atau barang impor sudah dilakukan.
Efeknya akan makin berat, seandainya kementerian ekonomi pada kabinet kerja Jokowi hanya mampu mengandalkan aksi penyelamatan kurs Rupiah melalui aksi pasar borong dolar dengan mengorbankan nilai devisa yang dimiliki negara ini, artinya sampai berapa kuat dan sampai berapa jumlah lagi yang harus dikorbankan devisa yang dimiliki negara ini. (Baca: Rp 37 Triliun Devisa Indonesia Terbuang Selama 1 Bulan Untuk Menjaga Dolar)
Analisa ekonom yang memprediksi Kurs Rupiah 17.000 pada September 2015 harus secepatnya diantisipasi oleh pemerintahan Jokowi, diantara desakan Reshuffle dan konstelasi politik yang semakin 'panas' diantara partai pendukung pemerintah.
Jangan sampai karena mengikuti situasi politik terkait rencana Reshuffle, Pemerintah Jokowi lengah akan ancaman krisis global yang akan masuk ke Indonesia satu atau dua bulan kedepan. (ndi/dw)
Sumber: lingkarannews.com
|
| Kajian Kesesatan Syiah | | 2:50:58 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Oleh Ustadz H. Ispiraini Hamdan, Lc (Alumni LIPA, Ketua IKADI Batam)
Kemarin (11/7) siang, saya mengisi kajian tentang kesesatan Syiah di RSOB yang dihadiri beberapa dokter dan pegawai RSOB. Pengajian sebenarnya sudah ditutup resmi pukul 13.30, tetapi obrolan santai dengan beberapa dokter sudah jam 2.15, saya tau mereka super sibuk, dikejar-kejar ama pasiennya, apalagi dokter Aad, dokter kandungan perempuan yang paling dicari ibu-ibu, kalau tidak saya potong "bual-bual" tsb bisa masuk Ashar baru bubar.
Ternyata, ditengah kesibukan mereka sebagai tenaga medis yang hari-hari menangani pasien berpenyakit fisik, ternyata mereka juga sangat prihatin dengan pasien berpenyakit aqidah seperti Syiah, makanya dialognya jadi panjang dan mengalir, bahkan ada dokter yg terang-terangan mengaku ngeri kondisi umat Islam dibawah kepemimpinan Jokowi, perkembangan Syiah makin menjadi-jadi dan mendapat posisi yg strategis.
Agenda menghadang laju Syiah, harus menjadi kerja dan kepedulian kita semua, tdk bisa diserahkan begitu saja kepada para penceramah, da'i, ustadz, atau MUI saja, tetapi harus bergerak sama di segala lini, di tenaga medis, di kantor pemerintahan, di dunia seni, penerbit, media sosial, dll... Sebab pendukung Syiah juga bergerak sedemikian rapi di segala lini.
*dari fb Ispiraini Hamdan
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !