Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Monday, July 6, 2015 | 11:44 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Indonesia's President Jokowi lacks leadership on corruption [terjemahan Indonesia]
2:30:00 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Indonesia's President Jokowi lacks leadership on corruption

Author: Liam Gammon, ANU
(a PhD candidate at the College of Asia and the Pacific, the Australian National University)

The higher they rise, the harder they fall. Makin tinggi naiknya, Makin sakit jatuhnya. Tak seorang pun politisi di Indonesia setelah masa Soeharto yang bisa bersinar begitu cepat seperti Joko Widodo (Jokowi), pemenang pemilu presiden 2014 ini diyakini jadi angin segar bagi demokrasi yang meriah tapi tak lepas dari korupsi. Kenyataannya pada masa kepresidenan Jokowi, berkebalikan, dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat sipil, pemerintah asing dan investor. Delapan bulan telah berlalu secara mengejutkan Jokowi nampak sukar untuk berubah, tidak mengikuti perkembangan, dan tidak menunjukan kemampuan yang dibutuhkan.

Sebagai orang yang berasal dari luar (Ibu Kota) Jakarta, dalam masa pemerintahannya akan selalu ada campur aduk antara kesepakatan dan pertentangan, terutama dengan partainya sendiri PDI-P dan pimpinan partainya, mantan presiden Megawati Sukarnoputri. Usaha Megawati untuk mengendalikan presiden baik itu secara pribadi maupun dalah hal kebijakan telah begitu jauh melampaui perkiraan para pengamat. Kelemahan Jokowi yang sangat mengejutkan dalam hal berhadapan dengan kemauan dari Megawati dan pengurus partai lainnya telah memperjelas kritik yang menyatakan bahwa dia adalah 'boneka' dari sang pimpinan partai (a 'puppet' of party bosses).

Usaha yang serius untuk memperbaiki peraturan dan kebijakan yang tumpang-tindih di bidang ekonomi begitu lama tak bisa dirundingkan karena hubungannya dengan para elit politik masih saja tegang. Dorongan yang didukung banyak kalangan agar pembiayaan infrastruktur disalurkan sebagian besarnya kepada BUMN agar menjaga rekanan KSO dan juga pemegang saham tetap senang. Khawatirnya akan hasil jajak pendapat yang buruk juga terlihat di balik sebagian kebijakan yang hasilnya tidak sesuai dengan harapan akibat dari keputusan yang berani, yang dibuat dalam masa bulan madu yang singkat, untuk menghapus subsidi BBM yang begitu besar di Indonesia. Tampaknya, di bawah Jokowi, ekonomi Indonesia akan terus berlanjut tanpa arahan yang jelas, dengan perubahan yang terhalang oleh korupsi dalam bidang ekonomi dengan politisasi seperti yang masih saja ada.

Politik dalam negeri juga telah mempengaruhi hubungan luar negeri Indonesia. Kurangnya minat Jokowi dalam hal hubungan luar negeri menjadi petunjuk bagi pakar kebijakan luar negeri untuk perlu mengambil posisi di depan. Untuk beberapa masalah situasi ini telah berlangsung. Walapun sudah seperti ini tetap saja perhatian presiden untuk negara ditunjukan dengan cara politisasi kebijakan-kebijakan dalam negeri, seperti hukuman mati warga negara asing untuk penyelundupan narkoba dan penenggelaman kapal nelayan ilegal, dibuat tanpa pertimbangan serius dari efek kebijakan itu pada reputasi dan hubungan luar negeri Indonesia.

Pemberantasan korupsi pada level atas juga mengalami kesulitan. Di bawah tekanan dari Megawati, Jokowi mengejutkan publik dengan penunjukan calon Kapolri yang terkait kasus korupsi serius. Lembaga penegakan hukum yang paling disegani di Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah diintimidasi secara terus-menerus oleh lembaga kepolisian yang makin membahayakan proses reformasi dalam bidang hukum. 

Penunjukan Jokowi terhadap seorang anggota partai politik sebagai Hakim Agung menunjukan betapa minimnya kepentingan yang ditempatkan untuk membersihkan sistem peradilan. Lebih jauh mengenai adanya keinginan dari militer untuk bisa kembali ke sistem pemerintahan sipil telah berlangsung perlahan-lahan - seperti program pembangunan daerah tertinggal dan penyediaan pengamanan untuk fasilitas-fasilitas pemerintah - yang mana telah dihilangkan pada masa reformasi

Jalan masih panjang bagi Jokowi untuk membuktikan kemampuan dalam mewujudkan perekonomian Indonesia yang lebih kompetitif dan menekan korupsi dalam pemerintahannya - itu pun, jika dia mau. Tapi sekarang banyak kalangan dalam yang khawatir bahwa Jokowi sangat kurang keinginannya dalam melibatkan diri untuk mencapai tujuan dalam setiap situasi politik.

*diterjemahkan dari artikel asli oleh Kang Komen
http://www.eastasiaforum.org/2015/07/03/jokowi-lacks-leadership-on-corruption/




Perhatikan, Tidak Ada Jenderal Depan Istri
2:06:12 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
"Bukankah engkau mengaku sebagai utusan Allah..?" Ketus Aisyah radhiallahu anha kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam penuh cemburu, suatu saat dalam sebuah perjalanan.

Pasalnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meminta agar barang-barang yang sedikit di onta Aisyah ditukar dengan barang-barang yang banyak di onta Shafiah (Isteri Rasullah saw lainnya). Karena onta Aisyah gagah sedangkan onta Shafiah lambat.

Demikian Al-Haitsami meriwayatkannya dalam kitabnya, Majma Az-Zawaid (dengan sanad dha'if-red).

Ada pelajaran berharga dari cuplikan 'pernak pernik' rumah tanggal Rasulullah saw di atas.Yaitu bahwa pasangan suami isteri memiliki pola komunikasi yang khas. Kekhasan yang apabila dikelola dengan bijak dapat menjadi kehangatan hidup berumah tangga.

Ucapan Aisyah radhiallahu anha di atas, jika dilihat dari sudut pandang aqidah, jelas sangat bermasalah, karena dapat dipahami meragukan kerasulan Nabi saw. Namun, tidak demikian halnya jika dilihat dari kekhasan pola komunikasi suami isteri. Yang tampak justeru emosi cinta yang terungkap secara verbal dan refleks melampaui batas-batas pemahaman normatif.

Karenanya, menyikapi hal tersebut, Rasulullah saw hanya tersenyum, bahkan ketika Abu Bakar hendak menegurnya, beliau memintanya untuk membiarkannya, sambil berkata, 'Sesungguhnya, sifat cemburunya membuat dia tidak dapat melihat dasar lembah dari ketinggian.'

Di antara bentuk komunikasi suami isteri yang sehat adalah manakala komunikasinya telah bersifat lepas, tidak 'anggah ungguh', serta tidak terbelenggu oleh simbol dan kedudukan yang ada pada masing-masing pasangan. Tentu saja, setelah hak dan kewajibannya telah dipahami masing-masing.

Pola komunikasi seperti ini, hanya dapat terwujud jika masing-masing pasangan memainkan perannya secara total dalam kehidupan rumah tangga. Namun hal tersebut bukan sesuatu yang dapat terwujud karena pandai berakting ala bintang film yang justeru banyak gagal dalam kehidupan rumah tangga sesungguhnya, tapi yang dibutuhkan adalah ketulusan cinta dan perasaan saling memiliki.

Maka, seorang isteri, walaupun misalnya dia memiliki jabatan terhormat, namun di rumah, jika komunikasi khas tersebut sudah terbentuk, sang suami bisa dengan santainya berkata, 'Ma, buatkan teh untuk papa dong.'. Atau, seorang jenderal yang diluar begitu ditakuti bawahannya, di rumah, boleh jadi sang isteri dengan enteng mengomelinya karena pulang kemalaman. Karena.. 'Tidak ada jenderal di depan isteri...'

Bisa juga seorang ustaz yang diluar begitu dihormati jamaahnya, di rumah, isterinya dengan enteng memarahinya gegara dia meletakkan baju sembarangan.

Tapi saya ga berani bilang 'Tidak ada ustaz di depan isteri..'

Jika banyak bujangan atau gadis yang sedang 'mencari-cari' mengangankan calon pendampingnya dengan sederet status dan simbol kehidupan. Maka, ketika sudah berkeluarga, justeru itulah yang sering menjadi kendala dalam membangun komunikasi hangat antar suami isteri. Tidak jarang kehangatan komunikasi itu terganggu, karena status dan simbol-simbol tersebut masih mendominasi atmosfer komunikasi di antara mereka.

Bayangkan jika suami seorang jenderal, lalu komunikasinya persis seperti seorang prajurit.. "Ma, perintah! siapkan teh manis!" Lalu sang isteri menjawab, "Siap! Laksanakan!" dengan muka tegang dan kaku.

Justeru ketika sudah berkeluarga, yang paling diinginkan suami adalah seorang isteri yang bertindak sebagai 'isteri', bukan sebagai dokter, guru, lulusan universitas ternama, anak orang kaya, dll. Begitu pula yang diinginkan isteri dari suaminya.

Suatu saat, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, ada seseorang yang ingin mengadukan kepada sang Khalifah tentang sikap isterinya yang suka mengomelinya. Namun setibanya di dekat rumah sang Khalifah, dia mengurungkan niatnya. Apa pasal? Rupanya dari dalam rumah Khalifah, dia mendengar sang isteri sedang memarahi Khalifah. 'Kalau khalifah saja dimarahi isterinya, apalagi saya.' pikirnya.. (riwayat maudhu' atau palsu-red)

Terkadang, omelan dan marah yang masih dalam bingkai cinta itu justeru menghangatkan dan 'ngangeni'.. Jika dari 'omelan' bisa berbuah kehangatan dalam rumah tangga, apalagi canda tawanya...

Ya Rabb, kumpulkan kami di surgaMu sebagaimana kami Engkau kumpulkan di duniaMu.


http://www.hasanalbanna.com/tidak-ada-jenderal-di-depan-istri/


Warga Gunung Kidul Tolak Obyek Wisata Gua Maria Sebagai Daerah Wisata Religi
2:00:00 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Obyek Wisata Gua Maria yang ada di Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul akan diresmikan menjadi daerah wisata religi umat katholik.

Masyarakat Muslim dan Ormas Islam disana MENOLAK, dan mengajukan Permohonan Audensi Pernyataan Sikap Penolakan dengan Pemkab Gunung Kidul pada hari Kamis, 09 Juli 2015 pukul 09.00 di kantor Pemkab Gunung Kidul.

Mereka Membutuhkan Dukungan Seluruh Laskar dan Ormas Islam DIY untuk Mendampingi dalam Audensi Tersebut.

Ini adalah Permasalahan Aqidah yang sangat penting, Fatal akibatnya kalau ijinnya berhasil lolos, dengan segera tempat itu akan jadi sarang kristenisasi yang Membahayakan Keimanan warga Muslim Gedangsari.

Perlu diketahui, sampai saat ini tidak ada regulasi yang mengatur tentang penggabungan tempat wisata dengan rumah ibadah, karena itu hal ini WAJIB KITA TOLAK!

Ditahun 2012 Permasalahan ini Pernah muncul dan Menyisakan Trauma Mendalam kepada Masyarakat disana, Pemkab Gunung Kidul seharusnya Bijak dalam menyikapi hal ini, jangan sampai hal ini terulang kembali untuk kedua kalinya.

*dari fb Fuad Andreago




Mau Mendirikan Bangunan Tapi Kalah dengan Setan?
1:50:58 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Mau mendirikan bangunan tapi kalah dengan setan?

Jangan sampai urusan kita sebagai khalifah Allah SWT harus terhalang hanya karena setan merasa terganggu.

Misalnya, manusia membutuhkan lahan untuk membangun rumah hunian. Tapi ada satu pohon angker yang konon 'dihuni' oleh makhluk halus tertentu. Tiap kali pohon itu mau ditebang, selalu saja ada yang kesurupan, seolah-olah 'penghuni' pohon itu sengaja menghalangi proyek pembangunan.

Dalam hal ini sebagai manusia muslim yang beriman kepada Allah dan rasulnya, kita tidak boleh mengalah dengan syetan. Kalau memang harus menebang pohon angker itu demi kebaikan umat manusia, seharusnya syetan yang mengalah. Kalau mereka menyerang dengan beragam gangguan, maka kita lawan dengan meminta perlindungan hanya kepada Allah saja.

Allah SWT telah menetapkan bahwa syetan adalah musuh manusia. Dan manusia wajib menjadikan syetan sebagai musuhnya.

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala(QS. Fathir: 6)

Dengan nama Allah, segala sesuatu di bumi dan langit tidak bisa mendatangkan kemudharatan.

Urusan debat tentang kamar mandi, bisa diselesaikan dengan doa masuk ke kamar mandi. Salah satu fungsi doa masuk kamar mandi adalah untuk mengusir dan mengingatkan syetan dan sejenisnya agar tidak merasa terganggu oleh manusia.

Apa urusannya syetan tinggal di wc milik manusia?Berarti syetan adalah indtruder di rumah kita. Dan itu berarti bahwa dari awal syetan itu sudah salah. Jangan pula manusia disalahkan ketika melakukan aktifitas di dalam rumahnya sendiri.


Wallahu a'lam bishshawab.  (Galafath)




RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK