| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Khutbah Imam Katolik tentang "Kebenaran Islam" Yang Menggemparkan Jemaat | | 7:47:08 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Seorang Imam Besar Katolik Ortodoks, Dmitri Smirnov, menyampaikan sebuah khutbah gereja yang menggemparkan di depan ratusan jemaatnya.
Dia mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik pemeluk Islam. Berikut ini ceramahnya kepada jemaatnya sebagaimana Muslimina beritakan:
 | | Imam Besar Katolik Ortodoks, Dmitri Smirnov | Kalian lihat, ketika umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tidak satu pun orang yang berani melewati mereka, karena di seluruh dunia di masjid-masjid dan jalan-jalan kota di padati jutaan ribu umat Islam yang sedang bersujud kepada Tuhannya.
Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus di perintah.
Lalu dimana kalian bisa melihat pemeluk Kristen seluruh dunia, bisa beribadah bersama? Dan hal itu tidak ada dalam Kristen, kalian tidak akan pernah melihatnya.
Lihatlah mereka, orang Muslim kerap membantu dengan sukarela tanpa berharap imbalan, tapi pemeluk Kristen malah sebaliknya.
Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sambil menunjuk wanita yang lumpuh yang berada di gerejanya). Menurut wanita tua itu, seorang pengemudi Muslim sering menyediakan jasa transportasinya untuk mngantarnya ke gereja di Moskow.
Dan setiap wanita tua itu ingin memberinya upah, tapi pengemudi Muslim selalu menolaknya dengan alasan bahwa Islam melarang mengambil upah pada wanita lansia, jompo, dhuafa dan anak-anak yatim di berbagai panti dan yayasan.
Dengarkanlah persaksiannya, padahal wanita tua itu bukan ibu atau kerabatnya, tapi pengemudi Muslim mengatakan dalam Islam wajib menghormati orang yang lebih tua, apalagi orang tua yang lemah dan tak berdaya tersebut.
Keikhlasan pribadi pengemudi Muslim tersebut tidak ada ditemukan dalam pemeluk Kristen yang mengajarkan kasih, tapi pengemudi Kristen bisa tanpa belas kasih meminta upah atas jasa transportasinya pada wanita tua itu. Dia mengatakan layak mendapat upah karena itu adalah profesinya sebagai jasa transportasinya.
Seorang Muslim justru lebih dekat dengan Sang Mesiah, tapi orang Kristen hanya ingin uang. Apakah kalian tidak merasakan?
Bagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapa saja harus membayar kepada pendetamu, entah itu miskin atau manula, wajib memaharkannya sebagai ritual pengampunan dosa.
Saksikan juga, seorang Muslim tidak tertarik untuk mngambil upah pada orang-orang lansia. Mereka begitu ikhlas dengan sukarela membawakan barang-barang serta belanjaan wanita tua itu. Sampai sang wanita tua itu hendak berdoa ke gereja, sang pengemudi Muslim setia antar jemput wanita tua itu.
Inilah kenapa saya mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik mayoritas pemeluk Islam dan negeri ini akan mnjadi milik Islam. Kalian lihat pribadi yang berbudi luhur dan santun, mampu membuat dunia tercengang, ternyata akhlak Muslim lebih mulia daripada jemaat Kristen.
Kalian mendengar bahwa Islam dituduhkan sebagai agama teroris, tapi itu hanya isu belaka yang pada kenyataannya umat Islam lebih mengedepankan tata krama serta kesopanan.
Walau mereka di fitnah sebagai teroris, tapi populasi jumlah mualaf di Eropa dan Rusia makin ramai berdatangan ke tempat ibadah orang Muslim untuk memeluk Islam, karena para mualaf tahu betul bahwa Islam tidak sekejam yang dunia tuduhkan.
Sekarang dan selamanya, masa depan Rusia akan menjadi milik umat Islam. Di masa depan adalah kembalinya kejayaan Islam. Lihat populasi Muslim di Rusia, telah berjumlah 23 juta dan pemeluk Kristen mngalami penurunan menjadi 18 juta, lalu sisa yang lainnya masih tetap komunis.
Ini sebuah fakta bahwa Islam sekarang menjadi agama terbesar di Rusia. Di utara bekas pecahan negara Uni Soviet mayoritas Muslim yaitu Republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan dan Dagestan. Lalu umat Islam telah menjamah di kota-kota besar Rusia termasuk Moskow.
 | | Sholat Idul Fitri 1436 H di Moscow Rusia |
Imam Besar mengakhiri khutbahnya dan turun ke mimbarnya dengan mata yang berair, di mana para jemaatnya masih terpaku dan haru, tidak menyangka seorang Imam Besar Katolik bisa mengagungkan orang Muslim.
Sebagian jemaat ada yang menangis melihat cara ajaran Islam, ternyata berbudi luhur dan tidak layak di sebut "teroris".
Sumber: http://www.mediaislamia.com/2014/10/khutbah-imam-katolik-yang-menggemparkan.html
|
| Marah Karena Rumah Allah Dibakar Itu Soal Aqidah | | 7:36:16 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Marah karena Rumah Allah di bakar, itu soal AQIDAH. Cara mengekspresikan kemarahan, itu soal FIQH.
Berbeda dalam ekspresikan kemarahan, itu IKHTILAFUL FIQH (perbedaan fiqh).
Tapi ada yang Marah dan ada yang Tidak Marah saat Rumah Allah dibakar, itu sudah Perbedaan Aqidah. Alias Perbedaan Iman.
Ini BUKAN TAKFIR (mengkafirkan). Ini lagi Menjelaskan bedanya AKU, KAU, dan KUA-fir.
(Zamroni Ahmad)
|
| PEMBOHONG ITU BERNAMA PENDETA DORMAN WANDIKMBO (PRESIDEN GIDI) | | 7:20:39 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| by @partaisocmed
1. Dalam menilai pernyataan2 Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikmbo kita harus memahami bahwa beliau tidak dalam posisi netral.
2. Dalam kasus Tolikara ini, Dorman Wandikmbo justru sedang berusaha keras menyelamatkan GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) sebagai pihak yg paling bertanggung jawab.
3. Jadi tidak heran jika pernyataan2 Presiden GIDI ini menjadi seperti akrobat sirkus.
4. Tujuan Presiden GIDI ini cuma satu, membelokkan opini dan menyangkal bukti2 agar GIDI tidak dipersalahkan.
5. Seraya sedapat mungkin melemparkan kesalahan pada pihak lain, dalam hal ini aparat keamanan.
6. Yang jadi pokok persoalan adalah surat intoleran nan kontroversial yg dikeluarkan GIDI ini
7. Jika surat itu benar2 dikeluarkan oleh GIDI Tolikara, maka jelas GIDI merupakan pemicu utama kasus kerusuhan SARA ini.
8. Nah, surat inilah yg membuat pusing Pdt. Dorman Wandikmbo. Sebab surat inilah yg akan membuat GIDI salah telak sebagai provokator kerusuhan.
9. Butuh seorang jenius untuk menutupi satu kebohongan dengan kebohongan lain. Dan Pdt. Dorman Wandikmbo sama sekali bukan seorang jenius.
10. Uniknya jika diikuti pernyataan2 Pdt. Dorman Wandikmbo itu seperti mengikuti skenario yg tidak matang, tidak konsisten dan tidak terencana.
11. Dan jika dirangkum kita bisa menyimpulkan bahwa untuk masalah surat tsb Pdt. Dorman Wandikmbo sedang BERBOHONG.
12. Marilah kita melihat bersama2 perkembangan pernyataan2 Pdt. Dorman Wandikmbo sejak awal terjadinya kasus Tolikara hingga hari ini.
13. Di awal2 terjadinya kasus Tolikara, Pdt. Dorman Wandikmbo jelas2 mengakui GIDI memang mengeluarkan surat tersebut..
14. Namun untuk meminimalisir kesalahan, Pdt. Dorman Wandikmbo menyatakan surat tersebut benar ada tapi isinya keliru dan sudah diklarifikasi,
15. Klarifikasinya apa? Ternyata hanya lisan, alias omong doang. Dan itupun sangat diragukan disampaikan kepada para pemuda GIDI,
16. Bukti surat tersebut memang benar ada dan diedarkan oleh pihak GIDI telah dikonfirmasi oleh divisi humas polri
17. Konfirmasi lain datang dari kemenag dan pihak PGLII tempat GIDI bernaung (meski sambil menyalahkan aparat)
18. Dalam perkembangan selanjutnya ada perubahan pernyataan dari Pdt. Dorman Wandikmbo. Awalnya bilang surat itu ada berubah jadi "Tak Resmi"
19. Alasan menyebut surat tersebut "Tak Resmi" adalah karena tidak ada tanda tangannya
20. Ini berlawanan dengan pernyataannya sendiri ketika mengakui surat tersebut namun menyalahkan isinya
21. Jadi jelas surat tersebut ada dan resmi. Dibuktikan dengan pernyataannya Pdt. Wandikmbo sendiri
22. Dimana dia menyatakan; "GIDI Wilayah Tolikara selaku pembuat dan penanggungjawab keluarnya surat edaran tersebut."
23. Dgn kata lain, tidak harus ada tanda tangan presiden GIDI untuk membuat surat GIDI Wilayah Tolikara menjadi 'resmi'
24. Pernyataan terakhir sekaligus yg paling aneh dari Pdt. Dorman Wandikmbo adalah surat edaran tersebut PALSU
25. Hanya dgn argumen tak ada tanda tangannya dan tak ada tanda tangan ketua panitia seminar, dia berubah haluan mengatakan surat tsb palsu.
26. Lantas yg surat yg dia akui ada tapi isinya salah itu apa? Lantas surat yg diakui ada tapi tak resmi itu apa? Terjadi inkonsistensi.
27. Lantas bagaimana Pdt. Dorman Wandikmbo mengatakan surat itu palsu jika yg bikin saja mengakuinya?
28. Awalnya mengakui sambil mengatakan isinya salah >> lalu tidak mengakui sebagai surat resmi >> lalu menyatakan surat itu palsu..
29. Dari pernyataan2 Pdt. Dorman Wandikmbo yg INKONSISTEN ini publik justru melihat dia cuma sedang ngeles kiri kanan sebisanya saja.
30. Mungkin hanya Tedjo satu2 manusia di republik ini yg terlalu bodoh untuk percaya pada omongan si pembohong ini.
31. Yg terjadi sesungguhnya adlh surat itu memang ada, dan para pemuda GIDI datang ke lokasi Sholat Ied akibat surat tsb..
32. Jika ada polemik yg menyatakan adanya 2 surat maka itu tidak benar. Yg benar hanya ada satu surat tsb dan klarifikasi dilakukan secara lisan.
33. Memang ada pengakuan klarifikasi terhadap surat provokatif tsb, tapi sifatnya lisan
34. Namun justru disinilah letak masalahnya. Pihak aparat percaya begitu saja pada komitmen lisan pihak GIDI
35. Ini bagian terpentingnya...
36. Apakah pihak GIDI hanya melakukan klarifikasi mencabut surat tsb (secara lisan) kepada aparat saja?
37. Apakah pihak GIDI tidak melakukan sosialisasi tentang pencabutan surat tsb kepada umatnya sendiri, terutama para pemuda GIDI?
38. Ingat, surat tsb hanya satu dan tak ada surat tentang larangan hanya menggunakan pengeras suara. Klarifikasi hanya bersifat lisan.
39. Dan para pemuda GIDI datang ke lokasi Sholat Ied dalam rangka mengingatkan tentang surat tsb.
40. Jika GIDI hanya berjanji mencabut surat tsb kepada pihak aparat namun sengaja tidak memberitahukan pada umatnya sendiri. Maka artinya?
41. Jelas disini GIDI bertindak culas. Kepada aparat dia bilang mencabut surat itu, tapi jemaatnya menganggap surat tsb masih berlaku.
42. Dengan fakta2 seperti itu memang layak presiden GIDI ngeles kiri-kanan dan cari2 kambing hitam. Sebab dia memang sedang terpojok.
43. Kesalahan pertama adalah karena surat tsb. Kesalahan kedua adalah melakukan disinformasi kepada jemaatnya sendiri terkait surat tsb.
44. Menyuarakan toleransi bukan berarti tidak mengakui adanya intoleransi yg sedang terjadi. Kita bukan burung onta.
45. Menyuarakan toleransi bukan berarti membiarkan manusia2 intoleran semacam Pdt Dorman Wandikmbo ini merajalela.
46. Toleransi hanya bisa ditegakkan dgn keadilan dan hukum yg tegas. Tindak aksi intoleran dari pihak manapun tanpa pandang bulu!
47. Ini masalah konsensus kita bernegara. Jika masih ada pembiaran terhadap pihak2 yg melarang pihak lain beribadah maka kita gagal sbg negara.
48. Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih.
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !