| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | "2 Kekuatan IM Melawan Rezim As-Sisi" by @hasmi_bakhtiar | | 2:32:26 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Hasmi Bakhtiar Alumni Al-Azhar, Mhs S2 Hub. Internasional Lille Perancis
1. Dulu gw pernah ngetuit, kalo As-Sisi ga bakal berani eksekusi mati Mursi dan Khairat Syathir... kalo Muhammad Badi' (mursyid IM) mungkin saja.
2. Karena emang kekuatan As-Sisi ga mampu untuk eksekusi dua orang tersebut, serangan balik yang akan diterima As-Sisi bakal gila-gilaan.
3. Bukan maksud mengecilkan pengaruh Badi dalam tubuh IM, tapi Syathir dan Mursi mewakili semua kekuatan yang IM punya.
4. IM saat ini punya dua kekuatan besar... Militansi kader dan dukungan internasional.. Syathir mewakili kekuatan pertama dan Mursi kedua.
5. Syathir bisa dibilang representasi militansi kader terutama di dlm negeri, atau bs dibilang tiang utama, terlalu berisiko jika dia digantung.
6. Untuk tau pengaruh Syathir di internal IM cari aja sendiri...
7. Mursi, dia tepresentasi IM di dunia internasional, walopun pemimpin negara kuat dunia munafik tp mereka dipaksa untuk dukung IM....
8. Bahkan musuh IM sekalipun gabisa memusuhi terang-terangan.. atas nama demokrasi mereka terpaksa mendukung IM dg semua tipu muslihat tetunya.
9. Ada yang bilang kesulitan yg skrg dihadapi IM menyamai ketika dulu Albanna ditembak.. au dah, yg jelas gw setuju IM lagi dlm situasi sulit.
10. Balik lagi kepertanyaan, mungkinkah Mursi dan Syathir dieksekusi? Jawabannya ada di kekuatan yg mereka berdua miliki.....
11. Selama ini As-Sisi ragu untuk eksekusi mereka berdua karena kekuatan yang diwakili dua orang tersebut,
12. Kalo kekuatan tsb hilang? Sangat mungkin rezim kudeta lakukan eksekusi.
13. Militansi kader IM sedang diuji, sinyal yg dikirim As-Sisi ketika tembak 13 petinggi IM kemaren sangat jelas...
14. Kalo IM masih 'ngeyel' pemerintah kudeta ga bakal segan-segan habisi qiyadah mereka lainnya, termasuk Mursi dan Syathir.
15. Dan As-Sisi hampir berhasil, walopun militansi kader IM ga berkurang, tapi menghabisi mereka langsung tanpa ditangkap cukup bikin merinding.
16. Sekarang berharap dikekuatan yg dimiliki Mursi. Saat ini IM berpacu dg waktu untuk yakinin dunia merekalah pihak yg harus dibela.
17. Dunia disini tentu penguasa negara kuat, bukan Jokowi ataupun pemimpin semodel beliau... :D
18. Kekuatan dunia yg dimaksud adalah Amrik, UE dan teluk.. tiga ini yang harus diyakinkan IM untuk meredam As-Sisi.
19. Amrik bisa 'dirayu' via Saudi, tapi nampaknya gagal karena Saudi udah keburu lari ke Rusia dan posisi tawar Iran lagi naik didepan Amrik.
20. Kalo teluk udah pasti menolak untuk dukung IM, usaha Erdogan yg bantu teluk serang Yaman nampaknya kurang ampuh, internal Turky jg lg ribet.
21. Mungkin IM berhasil yakinkan Eropa, terbukti Eropa menolak seruan As-Sisi membekukan semua kegiatan IM dikawasan mereka..
22. Cuma UE lagi sibuk ngurusin krisis Yunani, pemimpin UE juga lagi bingung antisipasi krisis di negara mereka.
23. Kalo tim diplomasi LN yang dibentuk IM berhasil yakinkan dunia mungkin As-Sisi gabakal berani eksekusi Mursi dan Syathir.
24. Walopun kekuatan IM di dalam negeri sedang lemah tapi tekanan dunia bakal bikin As-Sisi pikir-pikir lagi, bisa-bisa mulut jendral ga berasap.
25. Sebenernya tekanan yg paling ampuh untuk As-Sisi itu dari teluk dan Amrik, cuma sekali lg Saudi disini tunjukan sifat aslinya..munafik.
26. Karena rezim As-Sisi skrg ga bisa hidup tanpa duit dari teluk dan restu Amrik, makanya sikap munafik Saudi sangat disayangkan.
27. Dua kekuatan yg dimiliki IM tadi sebenernya hampir habis, hanya keajaiban dari Allah yg bisa merubah kondisi sulit ini jadi kemenangan.
28. Wajar Badi' bilang: kita udah usaha sekarang kita tunggu aja kedepannya bagaimana :(
29. Cuma IM ini bukan organisasi kagetan, ujug-ujug besar tanpa pengalaman, kaya ISIS atau lainnya.. IM sangat biasa menghadapi kondisi sulit.
30. Sejak awal berdirinya saja udah sulit, jadi peluang membalikan situasi sulit jadi kemenangan tetep terbuka.
31. Harapan itu ada di tim diplomasi LN yg dibentuk IM, walopun sampe skrg cuma UE yg berhasil diyakinkan tp peluang melebar ke Amrik tetep ada.
32. Dan ini mulai keliatan, terutama melihat sikap Inggris baru-baru ini, bisa saja Amrik bisa dijinakin tanpa lewat Saudi..
33. Dan yg paling penting, keberhasilan diplomasi IM di LN sangat berpengaruh ke mental kadernya di Mesir..ini yg kayanya selalu mereka jaga.
34. Celah kedua bagi IM ada dibobroknya rezim As-Sisi, perang 'dalam selimut' antara petinggi militer bisa jd peluang kemenangan bagi IM.
35. Dulu Abdunnasir berhasil bikin merinding kader IM, palagi setelah Sayyid Quthb dikirim ketiang gantungan.
36. Cuma perang kepentingan di tubuh militer sendiri yang bikin Abdunnasir roboh, dan ini bisa saja terulang..sunnatullah sejarah.
37. Alakulihal, yang haq akan tetep keluar sbg pemenang, jika duperjuangin dg cara yg haq..semoga IM berhasil keluar dari situasi sulit ini.
*dari tiwt @hasmi_bakhtiar (10/7/2015)
|
| Periode Setahun, Kinerja Jokowi Sangat Rendah Dibanding SBY | | 2:16:32 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Setahun, Kinerja SBY Dinilai Lebih Baik dari Jokowi
Sejak pemilihan Presiden Joko Widodo, 9 Juni 2014 lalu kinerja kabinet kerja terus disoroti. Dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Cosulting (SMRC), kinerja Jokowi masih rendah dibanding kinerja presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di tahun pertama.
"Kinerja presiden dan kementerian sangat rendah. Saat ini approval rating 40.7 persen saat ini sangat rendah, jauh dari presiden SBY, 70 persen, setahun masa pemerintahannya," kata Direktur Eksekutif SMRC, Yunadi Hanan saat memaparkan hasil survei di kantor SMRC, Jalan Cendana no 8, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015).
Penurunan kinerja Jokowi dari kinerja SBY di tahun pertama kata Yunandi lantaran masa bulan madu Jokowi dengan rakyat sudah berakhir.
Adapun salah satunya kata dia, karena kebijakan yang dibuat Jokowi saat baru memimpin, yakni mencabut subsidi BBM. Dengan begitu, masyarakat merasa mahal saat membeli barang barang kebutuhan. Akibatnya, berdampak pada penilaian kinerja oleh masyarakat. "Memang kebijakan pasti berpengaruh pada penurunan popularitas tetapi yang ketiga konsekuensi dari kebijakan itu tidak di manage, ekspectation management nya tidak baik," jelas Yunandi.
Yang terjadi lanjut Yunandi ialah pemerintah tidak dapat mengatasi dampak kenaikan BBM. Pemerintah justru ribut-ribut soal pelemahan KPK dan sebagainya.
Sebetulnya, SBY pernah mengalami hal serupa. Saat menjabat, kasus Century mencuat tapi lantaran ada management yang baik, publik tetap menilai SBY baik.
"Waktu itu ekonomi tumbuh di atas 6 persen. Jadi ada kisruh politik tapi ekonomi stabil, kan masyarakat, kaya kita lah kalau lapar apa apa jadi marah. Kalau kenyang ada masalah sedikit oke. Sama, masyarakat gitu, ekonomi buruk ada masalah lain udah, nambah," pungkas dia. (MEL)
Sumber: http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/10/145836/setahun-kinerja-sby-dinilai-lebih-baik-dari-jokowi
***
"Gampang.... dua pekan selesai. Dananya ada... dananya ada... tinggal mau bekerja apa tidak"
|
| Ungkapan "Masya Allah" sering tertukar dengan ungkapan "Subhanallah" | | 1:50:29 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham
Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan ungkapan "Masya Allah". Ucapkan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum. Ucapkan "Subhanallah" jika melihat keburukan.
Selama ini kaum Muslim sering "salah kaprah" dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna "Hal itu terjadi atas kehendak Allah".
Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan "ketidaksetujuan atas sesuatu". Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian).
Ucapan Masya Allah
Masya Allah artinya "Allah telah berkehendak akan hal itu". Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan "semua itu terjadi atas kehendak Allah".
Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.
????????? ???? ???????? ????????? ?????? ??? ????? ??????? ??? ??????? ?????? ????????? ? ??? ?????? ????? ??????? ????? ?????? ????????? "Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, 'Maasya Allah laa quwwata illa billah' (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?" (QS. Al-Kahfi: 39).
Ucapan Subhanallah
Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: "Allah Mahasuci dari keburukan tersebut".
Dari Abu Hurairah, ia berkata: "Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: 'Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?' Aku menjawab: 'Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis." (HR. Tirmizi)
"Sesungguhnya mukmin tidak najis" maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: "Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan", juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik." (QS. 40-41).
Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Subahanahu wa Ta'ala Maha Suci dari semua keburukan tersebut.
Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta'ala. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya? Insyaa Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. Wallahu a'lam bish-shawabi.
Sumber: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/ungkapan-kalimah-thayyibah-subhanallah-sering-tertukar-dengan-ungkapan-masya-allah.html#sthash.I7e9HOkE.dpuf
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !