Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Monday, July 6, 2015 | 4:45 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

LOGIKA TERBOLAK BALIK PELAKU & PENDUKUNG MAKSIAT | Oleh Yusuf Mansur
7:42:11 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Oleh Ustadz Yusuf Mansur*

1. Perasaan ingin mencuri apakah datangnya dari Allah? Bila perasaan itu tetap semua dari Allah, maka apakah benar boleh mencuri?

2. Perasaan, pikiran, kemampuan, u merekayasa sesuatu, sebut saja korupsi & kolusi, jg semua datangnya dari Allah? Secara apa2 ya dari Allah? Lalu?

3. Bila seorang ayah tiba2 ada perasaan menyukai & ingin menzinahin putri kandungnya, maka darimana datangnya nafsu itu? Dari Allah jua kah?

4. Bila seseorang mencintai suami orang, atau istri orang, adalah perasaan itu jg anugerah dari Allah, & dtgnya dari Allah? Hrs bgm kah dia?

5. Saya, negeri ini, bangsa ini, agaknya emang harus trbuka. Mau ngaji lagi dari enol. Dari awal. Biar ga pada rancu. Trmasuk saya. Mau belajar lagi.

6. Kadang saya, kita, negeri ini, bangsa ini, suka sakit logikanya. Sbb ilmunya cetek, diliputi hawa nafsu jg, plus ga ada iman & hidayah pula.

7. Kalau Allah Kuasa menghentikan saya yg berzina? Knp Allah tdk melakukan? Bahkan Allah membiarkan. Berarti kan Allah izinkan? Duh. Sakit.

8. Sakit logikanya. Maka sakit perilakunya. Bahkan yg menyimpang dari Aturan Allah pun, dianggap biasa saja dan tdk menyimpang.

9. Makin tenggelam, makin "ga apa2", alias ga ada kejadian apa2 yg bahaya buat dia, alias aman, malah makin liar. Bertambah2 sakit & sesatnya.

10. Benar2 saya mesti belajar lagi logika & pikiran yg udah pada tebolak tebalik. Saya benar2 mesti belajar lagi. Sebab lawan bicara makin hebat2 logikanya.

11. Th 2004 saat belajar di Belanda. Saat di mana ada perayaan yg tumplek blek (mungkin maksudnya Pride Festival/Perayaan LGBT -red). Satu kota. Satu negeri. Kayak keluar dari rumahnya semua.

[In 2001 the Netherlands granted legal recognition to same-sex marriage, becoming the first nation to do so. Belanda adalah negara pertama yang legalkan kawin sejenis th 2001 - wikipedia]

12. Ngeri ngeliat pemandangan perayaan internasional itu. Benar2 ngeri. 1 kota. 1 negeri. Sdh nganggap perayaan itu bahkan jadi ajang wisata.

13. Saya sempet tinggal di Amsteilvein. Ada cerita miris di komplek tempat saya menumpang. Ada seorang remaja putri dinyatakan hilang.

14. Usia beliau. Belasan. Belom sampe 15th. Mula2 ayah ibunya khawatir. Sbb ga pulang2. Bule sono ini. Bukan orang Indonesia yg di sana.

15. Setelah 3hran, tiba2 anak putri ini muncul begitu saja. Padahal ayah ibunya dan tetangga dah panik. Seneng kah ortu ini putrinya pulang?

16. Pastinya seneng. Udah bingung nyari kemana2. Trs pulang sendiri. Zaman itu, taon itu, blm taonnya sosmed.

17. Putri itu ditanya. Koq 3hr ga ngasih kabar? Nyusahin orang banyak. Bikin khawatir orang tua.

18. Putri itu jwb, dia menghabiskan 3hr nya bersama pacarnya. & dg senangnya dia crita, sudah ga gadis lg. Ayahnya marah. Putrinya ditampar.

19. Putrinya ga senang. Ngadu ke polisi. Kemudian atas dasar HAM, ayahnya ditangkep dan dipenjarakan ke polisi. | Saya (ust YM) benar2 harus belajar lg.

20. Dulu ketika kecil, ketika ngaji & sekolah, saat salah, kita ditampar guru, dirotanin, disetrap, disuruh push up, bagi guru ga masalah. Skrg?

21. Kyknya saya emang hrs bljr dari enol lagi. Bnr2 dari Kitab Suci. Sehingga bukan berdasarkan nafsu & pikiran senang saja. Bnr2 dari enol lg.

22. Supaya suatu saat ga ada yg mengatakan, kan Allah yg tdk mengizinkan & tdk membuat saya shalat & puasa. Makanya saya tdk shalat & tdk puasa.

23. Salam... Yusuf Mansur. Yg harus jg belajar lagi dari enol. Salam buat semua kawan. Dlm keadaan apapun ia. Doa yg terbaik bagi saya u smua.

24. Begitu jg doa terbaik dari saya. Jg buat semua.

*dari twit ustadz @Yusuf_Mansur (6/7/2015)




Di Balik Ancaman ISIS untuk Perangi Hamas
7:30:00 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Di Balik Ancaman ISIS untuk Perangi Hamas

Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri*

Saya tidak kaget ketika membaca berita bahwa kelompok yang menamakan diri sebagai Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengancam akan menghabisi Hamas di Gaza. Ancaman itu, bagi saya, justeru menunjukkan wajah sebenarnya dari ISIS. Yakni, ISIS bukanlah pembela dan pejuang untuk kepentingan Islam dan umat Islam seperti yang mereka gembar-gemborkan selama ini. ISIS sejatinya hanyalah kelompok petualang yang tamak terhadap kekuasaan.

Hamas merupakan gerakan Islam yang kini secara de facto memerintah wilayah Gaza, Palestina. Ancaman ISIS kepada Hamas  dirilis pada awal bulan ini. Seperti beberapa pesan ISIS sebelumnya, beberapa orang bertopeng dan bersenjata muncul dalam sebuah rekaman video -- yang tampaknya dirilis dari Halb, markas ISIS di Suriah -- dan menyebut Hamas sebagai taghut alias tirani. Mereka juga mengancam akan membanjiri Gaza dengan darah dan memasukkan wilayah itu di bawah kekuasaan Khalifah Abu Bakar al Baghdadi. Mereka pun menuduh Hamas yang berkuasa di Gaza sebagai kafir dan tidak menerapkan hukum Allah.

Ancaman kepada Hamas ini merupakan yang pertama kali dikeluarkan oleh ISIS. Dalam pesan yang  mereka namakan sebagai 'surat kepada tawaghit (jamak dari taghut) Hamas', orang yang menyebut dirinya sebagai Abu Azam al Ghazawy berkoar, ''Kalian (Hamas) bukan apa-apa bagi kami. Kalian -- dan juga Fatah serta semua kaum  sekuler -- tidak kami anggap apa-apa.  Kalian hanyalah kerikil dalam telapak kaki kami. Dengan izin Allah kami akan memerintah Gaza dengan syariat tanpa kalian.''

Abu Azam al Ghazawi bukan nama sebenarnya. Ia hanyalah nama alias atau anonim. Juga nama Abu 'Aisyah al Ghazawi, yang muncul berikutnya. ''Kami bersaksi, kami akan membalas atas kalian apabila kalian tetap dalam kekafiran dan kenistaan ini. Namun, bila kalian beriman kepada Allah, maka kalian adalah kesayangan dan teman-teman kami,'' ujar Abu 'Aisyah.

Ia melanjutkan, ''Wallahi, kami akan menjadikan -- baik anak-anak maupun orang dewasa kalian -- menangis seperti halnya telah kami lakukan terhadap  anjing-anjing kalian yang telah murtad, munafik, dan pembohong di kamp pengungsi Yarmuk. Kami bersumpah semua yang terjadi di Suriah, terutama di kamp Yarmuk, akan terjadi di Gaza.''

Kamp Yarmuk adalah merujuk pada pengungsian di sebuah distrik di Damaskus yang didirikan para pengungsi Palestina. Para pengungsi di sini telah melawan kekuasaan ISIS. Mereka kemudian diserang balik dan dihancurkan oleh ISIS.

Hamas sendiri telah beberapa kali terlibat bentrok dengan kelompok-kelompok di Gaza yang menentang kesepakatan damai dengan Israel dan rekonsiliasi dengan Fatah. Kelompok-kelompok ini sama dengan yang muncul dalam video. Mereka tadinya sama-sama bergabung dengan sayap militer Hamas, al Qassam.

Ketika ISIS berdiri, mereka lalu keluar dari al Qassam dan berbaiat kepada Khalifah Abu Bakar al Baghdadi. Mereka kemudian berupaya untuk mendirikan apa yang dinamakan sebagai Negara Islam di Gaza.

Beberapa kali kelompok  pendukung ISIS ini meluncurkan roket buatan Rusia ke wilayah Israel. Tindakan inillah yang kemudian disebut Zionis Israel sebagai  pelanggaran gencatan senjata dari pihak Hamas. Sebagai akibatnya, beberapa kali pula tentara Israel menangkap sejumlah pejuang Hamas. Menurut media al Sharq al Awsat, peluncuran roket oleh kelompok ISIS dan mengaku sebagai Hamas justeru dimaksudkan untuk memperlemah, kalau tidak menghancurkan, keberadaan Hamas di Gaza.

Pengamat politik dari Palestina, Khalid Harb, sebagaimana dikutip Aljazeera.net, mengatakan dalam beberapa bulan ini memang muncul berbagai kegiatan baru terorisme di Gaza. Kegiatan itu berupa serangan terhadap pasukan keamanan, aktivis, dan pejabat pemerintah  di satu sisi dan menciptakan ketegangan baru dengan Zionis Israel di sisi lain.  Yang terakhir ini antara lain dengan meluncurkan roket ke wilayah Israel. ''Tujuannya untuk menyeret Hamas dalam perang baru dengan penjajah Israel. Dan, pada gilirannya kelompok yang menamakan diri sebagai Daulah Islamiyah yang didukung ISIS akan merebut kekuasaan di wilayah Palestina,'' ujarnya.

Karena itu, tuduhan ISIS bahwa Hamas adalah kelompok kafir dan sekuler jelas bermotif politik/kekuasaan. Bukan yang lain. Nama Hamas sendiri merupakan akronim dari Harakat al Muqawwamah al Islamiyah alias gerakan pertahanan/perlawanan Islam. Ia didirikan oleh Sheikh Ahmad Yasin pada 1987. Sheikh Yasin sendiri -- dan sejumlah pendiri lainnya -- telah gugur menjadi syahid diserang pasukan dan mata-mata Zionis Israel.

Dalam Piagam Hamas dinyatakan organisasi ini didirikan utnuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah Palestina. Dengan kata lain, tujuan organisasi ini adalah untuk mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina.  Pendirian Hamas antara lain sebagai reaksi dari keberadaan sayap Fatah yang dinilai sekuler. Secara ideologi Hamas sering disebut sebagai perpanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Keberadaan Hamas telah beberapa kali membuat kalang kabut Zionis Israel. Ketika Hamas menjelma sebagai perlawanan bersenjata, maka muncullah gerakan perlawanan rakyat Palestina yang dikenal dengan Intifada. Yakni perjuangan semesta rakyat yang dengan gagah berani melawan penjajah Israel dengan persenjataan seadanya, termasuk dengan ketapel dan bebatuan. Selain itu, para pejuang Hamas juga telah beberapa kali mampu mempertahankan Gaza dari agresi militer Israel.

Karena perannya yang demikian besar, tidak aneh bila pada pemilu 2006 Hamas memenangkan pemilu Palestina.  Dengan kemenangan ini, untuk pertama kalinya Hamas berhak membentuk pemerintahan Palestina yang selama ini selalu didominasi oleh  Faksi Fatah. Namun, karena mengusung ideologi Islam, banyak pihak yang kemudian tidak mengakui pemerintahan Hamas, terutama Israel, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa. Bahkan mereka menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.

Pada Februari 2007, terjadi konflik bersenjata secara terbuka antara Hamas dan Fatah. Sejak saat itu warga Palestina terpecah menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Fatah dan Hamas. Fatah yang dipimpin Presiden Palestina Mahmud Abbas membentuk pemerintahan di Tepi Barat. Sedangkan Hamas membentuk pemerintahan di Jalur Gaza dengan perdana menterinya, Ismail Haniyah. Eksistensi dari yang terakhir ini tidak diakui Presiden Palestina Mahmud Abbas dari Fatah hingga akhirnya setahun lalu mereka bersepakat membentuk pemerintahan nasional bersatu yang melibatkan Hamas dan Fatah.

Sebelum melemparkan ancaman kepada Hamas di Gaza, ISIS juga telah mengklaim sebagai pelaku sejumlah pemboman di masjid-masjid Syiah di Arab Saudi, Kuwait,  Yaman, dan wilayah lain. Tujuannya, untuk menunjukkan kepada umat Islam bahwa merekalah selama ini yang menjadi benteng Suni melawan pengaruh Syiah. Namun, dengan sejumlah pembantaian yang dilakukan ISIS terhadap kelompok-kelompok Suni baik di Irak maupun Suriah, klaim mereka telah gugur dengan sendirinya. Apalagi ketika setahun lalu ISIS membantai 12 ulama Suni yang biasa menjadi imam dan khatib di Masjid Agung Mosul, tempat Abu Bakar al Baghdadi untuk pertama kali muncul ke publik ketika menyampaikan khutbah Jumat.

Kini mereka pun mengancam untuk menghabisi Hamas di Gaza dan menuduh mereka sebagai kafir. Pertanyaannya, apakah ISIS itu Islam? Sedangkan kelompok, pihak atau orang lain adalah kafir yang harus diperangi? Bukankah justeru ISIS yang bertentangan dengan ajaran  Islam ketika mereka merampok, memperkosa, membunuh, menghancurkan rumah-rumah ibadah, dan memenggal atau membakar
hidup-hidup tawanannya?

Karena itu klaim ISIS sebagai yang paling Islami adalah sesat dan menyesatkan.

*Sumber: Republika (6/7/2015)

__
Tentang Penulis: Ikhwanul Kiram Mashuri - Sejak lulus dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pria kelahiran Kediri, 5 August 1958 ini memutuskan menggeluti dunia jurnalistik. Kini ia menjadi wartawan senior Harian Republika. Di sela-sela tugasnya sehari-hari sebagai Direktur News dan Konten di Grup Republika, mantan pemred Harian Republika yang juga alumi Pondok Pesantren Modern Gontor ini kerap memberikan siraman rohani, baik di kalangan internal maupun masyarakat luar.




Paradoks Bacaan Al-Qur'an yang Dihadiahkan ke Orang Mati
7:01:52 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Masalah yang sudah amat  di dunia Islam, yaitu tentang apakah pahala bacaan Al-Quran atau lafadz-lafadz dzikir yang kita ucapkan itu bisa kita transfer pahalanya kepada orang yang sudah meninggal dunia. Dan masalah inilah barangkali yang menjadi inti dari pertanyaan di atas, yaitu apa yang disebut dengan istilah wasilah atau perantaraan.

Jawabnya, lagi-lagi ini adalah masalah khilafiyah yang sudah cukup panjang didiskusikan oleh para ulama. Intinya, kita tidak bisa menafikan salah satu pendapat dari dua pendapat yang berbeda. Posisi kita yang lebih tepat barangkali adalah menerima dengan lapang dada adanya kedua perbedaan pendapat itu.

Sebab masing-masing pendapat itu ternyata didukung dengan dalil-dalil yang amat kuat bahkan sulit terbantahkan. Dasar pendapat masing-masing juga berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih.

Sekedar informasi singkat, para ulama yang menyakini bahwa pahala bacaan Al-Quran itu bisa 'dihadiahkan'  kepada orang yang sudah mati diantaranya adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim. Anehnya, di negeri kita, justru keduanya lebih sering dipuja oleh kalangan yang anti dengan mengirim hadiah pahala kepada orang mati.

Sebaliknya, diantara yang sering disebut-sebut menolak sampainya pahala bacaan Al-Quran kepada orang mati justru Al-Imam Asy-Syafi'i sendiri, dimana kebanyakan mereka yang aktif suka berkirim-kirim pahala kepada orang mati, justru bermadzhab Syafi'i.

Maka fenomena ini menjadi sebuah paradoks, atau menjadi apa yang diistilahkan dengan anomali. (Gaka


Haruskah Niat Puasa Tiap Malam?
6:48:13 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Apakah niat puasa di bulan Ramadhan itu harus dilakukan tiap malam, ataukah bisa dilakukan hanya di malam pertama Ramadhan saja. Untuk menjawab masalah ini, rupanya para ulama berbeda pendapat.

1. Jumhur Ulama: Harus Setiap Malam

Menurut jumhur ulama, niat itu harus dilakukan pada setiap malam yang besoknya kita akan berpuasa secara satu per satu. Tidak bisa digabungkan untuk satu bulan.

Logikanya, karena masing-masing hari itu adalah ibadah yang terpisah-pisah dan tidak satu paket yang menyatu. Buktinya, seseorang bisa berniat untuk puasa di suatu hari dan bisa berniat tidak puasa di hari lainnya.

Oleh karena itu, jumhur ulama mensyaratkan harus ada niat meski tidak perlu dilafazkan pada setiap malam hari bulan ramadhan. Tanpa niat tiap malam, maka puasa menjadi tidak sah untuk dilakukan, lantaran seseorang tidak berniat puasa.

2. Kalangan Fuqaha Al-Malikiyah: Boleh Niat Untuk Satu Bulan

Sedangkan kalangan fuqaha dari Al-Malikiyah mengatakan bahwa tidak ada dalil nash yang mewajibkan untuk tiap malam melakukan niat yang terpisah. Bahkan bila mengacu kepada ayat Al-Quran Al-Kariem, jelas sekali perintah untuk berniat puasa satu bulan secara langsung dan tidak diniatkan secara hari per hari.

Ayat yang dimaksud oleh Al-Malikiyah adalah:

.Siapa yang menyaksikan bulan (Ramadhan) itu hendaklah dia berpuasa.(QS. Al-Baqarah: 185)

Menurut mereka, ayat Al-Quran Al-Kariem sendiri menyebutkan bahwa hendaklah ketika seorang mendapatkan bulan itu, dia berpuasa. Dan bulan adalahism untuk sebuah rentang waktu. Sehingga berpuasa sejak hari awal hingga hari terakhir dalam bulan itu merupakan sebuah paket ibadah yang menyatu, tidak terpisah-pisah.

Dalam hal ini mereka membandingkannya dengan ibadah haji yang membutuhkan masa pengerjaan yang berhari-hari. Dalam haji tidak perlu setiap hari melakukan niat haji. Cukup di awalnya saja seseorang berniat untuk haji, meski pelaksanaannya bisa memakan waktu seminggu.

Demikian perbedaan pendapat di antara para ulama. Maka buat kita, rasanya tidak ada salahnya bila kita melakukan ikhtiyat, dengan cara kita berniat di awal Ramadhan untuk berpuasa sebulan, sebagaimana pendapat para ulama mazhab Malikiyah.

Namun jangan lupa setiap malam untuk berniat lagi, demi memenuhi ijtihad jumhur ulama. Kalau seandainya terlupa, setidaknya sudah berniat di awal Ramadhan. (Galafat



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK