| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Baru 3 Hari Dibentuk, Komite Umat Untuk Tolikara Berhasil Kumpulkan Donasi Rp 1,3 Miliar | | 9:37:15 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara) berhasil mengumpulkan bantuan untuk masyarakat korban insiden Tolikara sebesar Rp1,3 miliar. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Komat Tolikara, Mustofa B. Nahrawardaya, usai bertemu dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Kantor Panglima TNI, Jakarta, seperti yang dilansir ROL, Rabu (22/7).
"Sampai hari ini, Rabu, sudah mencapai Rp1,3 miliar," ujar Mustofa.
Menurut Mustofa, hal tersebut menandakan tingginya keinginan masyarakat untuk membantu masyarakat Tolikara yang kehilangan rumah, kios, dan tempat ibadah yang diduga dibakar oleh sekelompok orang yang berasal dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), yang terjadi pada hari Jumat (17/7) pagi atau tepat saat Idul Fitri 1436 Hijriah.
Adapun bantuan untuk Tolikara tersebut bisa disalurkan melalui badan amal resmi, seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Komite Umat untuk Tolikara Papua yang dipimpin oleh Didin Hafiudin datang menemui Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada hari Rabu (22/7) di Kantor Panglima TNI.
Sebelumnya, Selasa (21/7), Komat Tolikara telah menerbangkan Tim Pencari Fakta (TPF) yang dipimpin oleh dai asal Papua, Fadlan Garamatan. TPF terbang ke Papua guna mengumpulkan data sebenarnya yang terjadi di Tolikara.
Komite Umat untuk Tolikara Papua terbentuk pada 19 Juli 2015 di Jakarta. Komite ini tebentuk setelah terjadi pertemuan besar para Tokoh Nasional diantaranya Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Didin Hafidhudin, Bahtiar Nasir, Aries Mufti, Muhammad Zaitun Rasmin, dan lain sebagainya.
Pada pertemuan itu, para Tokoh sepakat menunjuk Bahtiar Nasir sebagai Ketua Harian Komite. Sementara Muhammadi Zaitun Rasmin menjabat sebagai Wakil Ketua. Sementara, Didin Hafidhudin diangkat sebagai Ketua Dewan Syura, dan Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Bahtiar Nasir, Aries Mufti, Bobby Herwibowo menjadi anggota Dewan Syura. Nama lain diantaranya Haikal Hassan sebagai Sekretaris, Nur Effendi dan Irfan Syauqi Beik ditunjuk sebagai Bendahara. Sementara itu, Jeje Zaenuddin ditunjuk sebagai Tim Advokasi. Segudang tokoh bergabung dalam Komite diantaranya Ahmad Djuwaini, Arifin Purwakananta, Fahmi Salim, dan lain sebagainya. Dalam Komite ini, Mustofa B. Nahrawardaya dan Adnin Armas ditunjuk sebagai Juru Bicara.
*Sumber: dakwatuna, dll
untuk informasi perkembangan Tolikara follow akun twitter resmi Komite Umat untuk Tolikara -- @KomatTolikara
|
| Transformasi JIL ke JIN Makin Terlihat Di Website Islamlib | | 9:26:35 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| by @shouso
1. ternyata web Islam Liberal (islamlib.com) udah ganti wajah ya. ..
2. halaman about JIL ini udah ganti...
3. udah ga ada lagi ringkasan yg dulu dapat sy kategorikan sebagai manifesto nya JIL di web islamlib
4. kenapa web Islam Liberal (JIL) mengganti hal yg menjelaskan JIL?
5. kenapa halaman Tentang kaminya JIL di webnya Islamlib.com diubah? sy bertanya-tanya #BaladaJIL
 | | Tentang Kami (versi lama) |
 | | Tentang Kami (versi sekarang) |
6. padahal itulah yang secara gamblang menjelaskan jati diri JIL, sehinga mudah dikenali
7. tampilan website islamlib.com di rombak total, termasuk mengganti halaman "tentang JIL" (tentang kami)
8. halaman Tentang Kami di islamlib.com menonjolkan identitas webnya, tidak ada lagi identitas JIL
9. sedangkan tentang JIL nya hilang ga berbekas, termasuk logo dan semua yang berbau nama JIL
10. meskipun secara isi, islamlib.com tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya yakni mengusung misi meliberalkan Islam
11. orang-orang nya juga sama, ga jauh-jauh dari tokoh-tokoh JIL
12. emang ga boleh ganti tampilan web? boleh banget, cuma menghilangkan identitas yg selama ini melekat itu aneh
13. dan prosesnya juga belum lama, perkiraan saya sih selama Ramadhan ini, setelah rame2 IslamNusantara #BaladaJIL
14. Apa karena cukup masifnya gerakan @TanpaJIL sehingga perlu menanggalkan nama Jaringan Islam Liberal (JIL) yg selama ini dipakai?
15. padahal nama itu sudah lama banget lho, sekonyong-konyong ditinggalkan begitu saja... #BaladaJIL
16. dulu web Islamlib.com ya sama dengan JIL, coba cek gambar ini
 | | Tampilan dulu |
17. sekarang web islamlib.com sama sekali tidak menyinggung JIL, coba cek halaman ini islamlib.com/tentang/
18. seolah-olah para aktivis JIL cuci tangan, tidak ada JIL lagi....
19. tapi saya ga kaget, karena bukan kali ini saya #JIL mengubah suatu yang fundamental di web islamlib.com
20. dulu, web JIL (islamlib.com) dibuka dengan mukadimah ini...
21. "Jaringan Islam Liberal Dengan Nama Allah Tuhan Pengasih Tuhan Penyayang Tuhan Segala Agama" --JIL
22. Tapi kemudian dihapus... ilang...
23. kalo sekarang identitas JIL dihilangkan dari web islamlib, boleh jadi memang para aktivis nya memang mengubah strategi.
24. mereka dapat ngeles, ga ada lagi itu JIL, so mereka akan lebih gampang menjajakan pemikiran liberalnya #BaladaJIL
25. semoga hilangnya JIL dari web islamlib diikuti hilangnya virus #SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) di NKRI. #BaladaJIL
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !