Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Wednesday, January 14, 2015 | 5:36 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Budi Gunawan: Apapun Keputusan Presiden Saya Ikuti
8:30:01 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com


Jakarta - Komisaris Jenderal Budi Gunawan siap menerima keputusan apapun terkait dinamika penetapan dirinya sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Dinamika tersebut terkait penetapan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima gratifikasi. Dan juga di sisi lain ada dukungan mayoritas dari anggota DPR, khususnya Komisi III DPR untuk dirinya.

"Jadi apapun putusan Presiden, akan saya ikuti," ujar Budi Gunawan seusai uji fit dan proper test di Ruang Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Sebelumnya pun dia telah menjelaskan bahwa ada yang aneh dalam penetapan dirinya sebagai tersangka. Karena KPK melakukannya ketika menjelang fit dan proper test oleh DPR.

"Penetapan tersangka janggal, karena bertepatan dengan fit dan proper test. Kasus sudah ditangani Bareskrim Polri dan sudah ada kekuatan hukum tetap. Dari lembaga hukum formal," tandas Budi Gunawan.[yeh/inilah]


Bikin Status FB Terkait Kapolri BG, Jokowi Dibully
8:29:21 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com


Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?

Kata-kata sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu dikutip Presiden Jokowi di akun Facebooknya, Rabu (14/1) malam. Tak lama setelah Jokowi bicara soal calon Kapolri Komjen Budi Gunawan yang tersangkut kasus rekening mencurigakan di KPK.

Jokowi belum mengambil sikap apakah tetap akan memilih Budi Gunawan atau menggantinya dengan calon lain. Namun banyak netizen yang tak puas dan berkomentar miring di status terbaru Jokowi tersebut.

"Berani mencalonkan koruptor sebagai calon Kapolri? Menjijikan mengutip PAT (Pramoedya Ananta Toer)," kritik Edi.

Kebanyakan meminta Jokowi berani tegas. Jangan mau diatur siapapun, termasuk Megawati, parpol pendukung atau tim sukses mana pun.

Banyak juga yang menantang Jokowi untuk membatalkan pencalonan Budi Gunawan.

"Kalau berani cepat keluarkan surat pembatalan pencalonan Kapolri pak. Meski ada azas presumtion of innocent, nggak layaklah tersangka diangkat jadi pucuk pimpinan penegak hukum!" tulis Wiendra.

Sementara Sarijo menulis, kebijakan Jokowi tetap mempertahankan Budi Gunawan adalah blunder untuk Jokowi.

"Jujur pak, saya sangat bangga pada keberanian bapak, tapi kalau bapak mengangkat seseorang yang sudah tersangka menjadi Kapolri, banyak yang akan meninggalkan bapak, sekarang waktunya bapak membuktikan kepada pendukung bapak bahwa bapak mengangkat orang yang tidak tersandung masalah hukum, karena saya yakin sama bapak, bahwa bapak adalah orang yang berani memperjuangkan kebenaran. saya adalah pendukung berat bapak sampai detik ini."

Sementara Reza menanyakan komitmen Jokowi untuk penegakan hukum. "Apa bapak berani untuk tidak melantik pejabat yang sudah disemprit KPK?"

Ada juga yang meminta Jokowi tak terlalu banyak melakukan manuver politik. Rakyat tak peduli politik, hanya ingin pemimpin jujur.

"Kalau Bapak juga punya keberanian sejati. Tolong tunjukan dengan tindakan nyata terhadap calon Kapolri yang ditetapkan KPK jadi tersangka. Kami masyarakat tidak peduli dengan strategi, trik dll dari politik. Kami hanya faham integritas, kejujuran dan hati yang bersih dari seorang Presiden!" harap Iswanto.

Namun banyak juga yang menyatakan dukungannya pada Jokowi. Mereka mendoakan Jokowi agar mampu membawa Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

"Maju terus Pak Jokowi," tulis Aries.

Pramoedya Ananta Toer sendiri adalah seorang sastrawan terkenal yang telah mendapat banyak penghargaan internasional. Karya Pram yang terkenal di antaranya adalah Tetralogi Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa dan Rumah Kaca.

Karya itu ditulis selama Pram ditahan Orde Baru di Pulau Buru karena itu sering disebut Tetralogi Buru. Novel soal Minke ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Namun dilarang beredar selama Soeharto berkuasa.

sumber: merdeka.com



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK