| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Presiden Jokowi Perintahkan Gubernur Sumut Lantik Terdakwa | | 8:46:59 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho menyatakan hanya mengamankan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga melantik Hasban Ritonga, yang berstatus terdakwa menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut. Dia pun mengklaim pelantikan itu sudah dikonsultasikan ke Pemerintah Pusat.
"Pemahaman saya selama ini, Saya akan mengamankan kebijakan Presiden. Karena Presiden menunjuk itu (Hasban Ritonga) dari tiga nama yang saya usulkan, maka itu yang saya lantik," ucap Gatot seusai melantik Hasban Ritonga di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (14/1), dilasnir merdeka.com.
Gubernur yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan pihaknya sudah berkonsultasi dengan Pemerintah Pusat terkait pelantikan ini. Konsultasi juga dilakukan soal kemungkinan penonaktifan Hasban yang berstatus terdakwa.
Dia pun mengaku sudah mendapatkan berbagai masukan terkait proses hukum yang terjadi. "Kita konsultasi ke Jakarta. Nanti teman-temanlah yang tanyakan ke Bagian Hukum saya," ucapnya.
Mengenai perkara hukum yang membelit Hasban, Gatot yakin hal itu tidak akan mengganggu jika yang bersangkutan diberikan dukungan. "Begini orang yang lemah kalau didukung akan jadi kuat, orang yang kuat kalau tidak didukung tidak akan menjadi kuat," ucapnya.
Dia mengatakan, konsultasi ke Jakarta akan terus dilakukan, apa pun putusan hakim terhadap Hasban. "Mudah-mudahan tidak (akan mengganggu kinerja). Kita konsultasi terus," ucapnya.
Namun, Gatot tidak membantah dan tidak juga membenarkan informasi dari media massa yang menyebut bahwa Mendagri meminta agar pelantikan dibatalkan. Dia hanya mengatakan perlu klarifikasi dari berita itu. "Kata siapa. Saya ingin klarifikasi, dari siapa," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Gatot juga berharap Sekda menjadi menjadi kapten tim di Pemprov Sumut. "Kami bersama wakil gubernur akan adalah pelatihnya. Siapakah timnya? Seluruh SKPD, hebatnya SKPD adalah keberhasilan seluruh SKPD, gagalnya SKPD adalah kegagalan kita," ucapnya.
Seperti diberitakan, Hasban Ritonga, yang berstatus terdakwa kasus sengketa lahan sirkuit di Jalan Pancing, Deli Serdang, dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut. Dia dilantik Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujonugroho dan diambil sumpahnya di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (14/1) siang.
Pelantikan ini didasarkan Keputusan Presiden Jokowi No 214/M/2014 tertanggal 29 Desember 2014. Dalam keputusannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Nurdin Lubis dari jabatan Sekdaprov Sumut dan mengangkat Hasban Ritonga sebagai penggantinya meskipun statusnya jadi terdakwa.
|
| Bikin Status FB Terkait Kapolri, Jokowi Dibully | | 8:37:16 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|
Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?
Kata-kata sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu dikutip Presiden Jokowi di akun Facebooknya, Rabu (14/1) malam. Tak lama setelah Jokowi bicara soal calon Kapolri Komjen Budi Gunawan yang tersangkut kasus rekening mencurigakan di KPK.
Jokowi belum mengambil sikap apakah tetap akan memilih Budi Gunawan atau menggantinya dengan calon lain. Namun banyak netizen yang tak puas dan berkomentar miring di status terbaru Jokowi tersebut.
"Berani mencalonkan koruptor sebagai calon Kapolri? Menjijikan mengutip PAT (Pramoedya Ananta Toer)," kritik Edi.
Kebanyakan meminta Jokowi berani tegas. Jangan mau diatur siapapun, termasuk Megawati, parpol pendukung atau tim sukses mana pun.
Banyak juga yang menantang Jokowi untuk membatalkan pencalonan Budi Gunawan.
"Kalau berani cepat keluarkan surat pembatalan pencalonan Kapolri pak. Meski ada azas presumtion of innocent, nggak layaklah tersangka diangkat jadi pucuk pimpinan penegak hukum!" tulis Wiendra.
Sementara Sarijo menulis, kebijakan Jokowi tetap mempertahankan Budi Gunawan adalah blunder untuk Jokowi.
"Jujur pak, saya sangat bangga pada keberanian bapak, tapi kalau bapak mengangkat seseorang yang sudah tersangka menjadi Kapolri, banyak yang akan meninggalkan bapak, sekarang waktunya bapak membuktikan kepada pendukung bapak bahwa bapak mengangkat orang yang tidak tersandung masalah hukum, karena saya yakin sama bapak, bahwa bapak adalah orang yang berani memperjuangkan kebenaran. saya adalah pendukung berat bapak sampai detik ini."
Sementara Reza menanyakan komitmen Jokowi untuk penegakan hukum. "Apa bapak berani untuk tidak melantik pejabat yang sudah disemprit KPK?"
Ada juga yang meminta Jokowi tak terlalu banyak melakukan manuver politik. Rakyat tak peduli politik, hanya ingin pemimpin jujur.
"Kalau Bapak juga punya keberanian sejati. Tolong tunjukan dengan tindakan nyata terhadap calon Kapolri yang ditetapkan KPK jadi tersangka. Kami masyarakat tidak peduli dengan strategi, trik dll dari politik. Kami hanya faham integritas, kejujuran dan hati yang bersih dari seorang Presiden!" harap Iswanto.
Namun banyak juga yang menyatakan dukungannya pada Jokowi. Mereka mendoakan Jokowi agar mampu membawa Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
"Maju terus Pak Jokowi," tulis Aries.
Pramoedya Ananta Toer sendiri adalah seorang sastrawan terkenal yang telah mendapat banyak penghargaan internasional. Karya Pram yang terkenal di antaranya adalah Tetralogi Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa dan Rumah Kaca.
Karya itu ditulis selama Pram ditahan Orde Baru di Pulau Buru karena itu sering disebut Tetralogi Buru. Novel soal Minke ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Namun dilarang beredar selama Soeharto berkuasa.
sumber: merdeka.com
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !