Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Thursday, July 23, 2015 | 4:55 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Tragedi Tolikara, Ustad Yusuf Mansur: Kita Ambil Sisi Positifnya
7:49:29 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Kasus Tolikara, Ustad Yusuf Mansur: Kita Ambil Sisi Positifnya

Ustad Yusuf Mansur mengingatkan bahwa manusia hebat adalah mereka yang dapat mengubah suatu masalah menjadi peluang.

"Ya, menurut saya, orang yang paling hebat dan luar biasa ialah orang yang dapat mengubah masalah bisa menjadi peluang. Mudah-mudahan kita bisa jadi orang yang hebat dan luar biasa, yang bisa mengubah yang jelek menjadi lebih baik," kata Yusuf, di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Khusus terkait kasus Tolikara, Yusuf mengatakan bahwa umat Islam harusnya dapat mengambil sisi positifnya. Dia mencontohkan hal positif itu yakni soal pengetahuan baru adanya umat Muslim yang bermukim di Tolikara.

"Sekarang, lebih baik kita ambil sisi positifnya. Kita jadi tahu ada Tolikara, dan ada umat Muslim di sana. Mudah-mudahan bisa duduk antara umat beragama lebih intens. Mungkin pihak kami kurang berdekatan dengan teman-teman lain," tambahnya.

Saat disinggung soal siapa kira-kira menurutnya dalang di balik kasus Tolikara, Yusuf mengaku belum tahu. Dia juga tidak mau menduga-duga dan menyerahkan kasus tersebut ke pihak yang berwenang.

"Kita belum dapat informasi siapa yang bermain. Kita tunggu aja dari Kapolri dan Panglima (TNI). Jadi, kita tidak mau spekulasi di sini," tandasnya.

Sumber: http://www.suara.com/news/2015/07/23/203500/kasus-tolikara-ustad-yusuf-mansur-kita-ambil-sisi-positifnya

***

Ustad Yusuf Mansur bersama beberapa ulama dan tokoh nasional (Arifin Ilham, Aa Gym, Hidayat Nur Wahid, dll) telah membentuk Komite Umat untuk Tolikara yang menyatukan potensi Umat untuk membantu pemulihan pasca Tragedi Tolikara. Komite Tolikara sudah mengirim Tim Pencari Fakta ke Tolikara yang dipimpin da'i Papua ustad Fadlan Garamatan. Komite juga sudah dan terus menggalang dana untuk pembangunan kembali Masjid Baitul Muttaqin, rumah dan kios yang habis kebakar. Sampai saat ini sudah Rp 1.3 Miliar dana yang berhasil digalang Komite Tolikara.



[Biarkan Sejarah Bicara] Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya
7:39:43 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

[BIARKAN SEJARAH BICARA]
Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya

Penyerahan kunci Istana Al-Hamra oleh Sultan Muhammad As-Shaghir kepada Raja Ferdinand dan Isabella pada 2 Januari 1492 M menandai berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol. Itu artinya, secara politik Islam sama sekali tidak memiliki hak terhadap Spanyol.

Namun berakhirnya kekuasaan islam di Spanyol tidak serta merta mengakhiri kisah kaum muslimin di negeri itu, penyerahan kekuasaan justru merupakan awal dari sejarah kelam kaum muslimin disana.

Piagam Granada yang menjanjikan kebebasan beragama bagi kaum muslimin rupanya tidak berumur panjang. Pada tahun 1502 umat islam diberi dua opsi, mameluk Kristen atau pergi meninggalkan bumi Spanyol. Artinya, menetap di Spanyol dengan tetap memeluk agama islam sama artinya dengan bunuh diri.

Banyak kaum muslimin yang memilih meninggalkan Spanyol, namun tidak sedikit yang memilih pindah agama secara dzohir, namun tetap beribadah secara islami dengan sembunyi-sembunyi. Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai kaum Moriscos.

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan kaum Moriscos dianggap sebagai sebuah ancaman. Sehingga antara tahun 1508-1567 keluar sejumlah peraturan yang melarang segala hal yang bernuasa islam, baik pakaian maupun nama. Penggunaan bahasa arab juga dirarang. Anak-anak kaum muslimin dipaksa untuk menerima pendidikan dari para pendeta Kristen. Puncaknya pada tahun 1609-1614 sebanyak 300.000 Moriscos diusir dari Spanyol oleh Raja Philip III. Benar-benar sebuah kenyataan sejarah yang pahit dan menyedihkan.

Dari Spanyol mari kita pindah ke belahan bumi yang lain, tepatnya ke Turky tempat dimana kekhalifaan Ottoman berpusat. Setelah mendengar penyiksaan yang dilakukan penguasa Spanyol terhadap kaum muslimin, Sultan Salim I marah besar, dia mengeluarkan dekrit yang berisi perintah kepada seluruh penganut Yahudi dan Nasrani yang berada dibawah kekuasaannya untuk memilih satu dari dua opsi, tinggal menetap dengan catatan memeluk agama Islam atau pergi meninggalkan Tanah kekhalifaan.

Mendengar dekrit tersebut, Syaikh Ali Afandi At-Tirnabily selaku Mufti Ottoman saat itu menyampaikan penolakannya terhadap dekrit Sultan. Mufti menjelaskan bahwa dekrit tersebut tidak boleh dilaksanan sekalipun kaum muslimin disembelih di negeri-negeri Salib. Mufti juga menjelaskan bahwa selamanya tidak ada paksaan dalam beragama.

Akhirnya Sultan Salim menarik keputusannya dan membiarkan penganut Yahudi dan Nashrani tinggal dengan aman dan damai dibawah pemerintahannya.

Iya, mereka semua tinggal dengan aman dan damai disaat pemerintah Spanyol menyembelih ratusan ribu kaum muslimin di negaranya.

Allahu Akbar.. Betapa agungnya Islam..

Batapa agungnya peradaban Islam.

Sikap Sultan Salim yang tunduk pada rambu-rambu keislaman sudah cukup sebagai jawaban bahwa islam bukan teroris, namun sebagai rahmatan lil alamin. Bimana bila Islam berkuasa, dia akan menjadi pengayom bagi semua.

Andai Islam intoleran seperti yang mereka tuduhkan, tentu tidak akan satu Yahudi atau satu Kristenpun yang tersisa di tanah Andalus, Turky, Mesir, Lebanon, Jordan dan sejumlah negara lainnya saat islam berkuasa disana.

Inilah sejarah kami. Jadi tak usah mengajari kami soal toleransi.


Madinah 02-08-1436 H
El Gharantaly

Sumber bacaan:
1. Tarikh Al-Muslimiin Fi Al-Andalus. DR. Muhammad Suhail Thaqus. Penerbit: Daar A-Nafais
2. Udzama' Al Mi'ah. Jihad At-Turbany. Penerbit: Daar At-Taqwa




"Jumat Solidaritas Untuk Muslim Papua", Ulama Serukan Khatib Jumat Tema Seragam
7:12:12 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

HARI INI SEPEKAN YANG LALU, TEPAT DI HARI IDUL FITRI... TRAGEDI ITU TERJADI

Para Ulama dan intelektual muslim yang tergabung dalam MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) menyerukan hari Jumat (24/07) sebagai hari solidaritas umat Islam Papua.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, MIUMI mengutip pernyataan ustad Bachtiar Natsir Ketua KOMAT Tolikara yang mengatakan, "Tragedi Tolikara adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan, petaka terhadap kerukunan hidup beragama, serta bibit ancaman yang meneror keutuhan NKRI. Untuk itu langkah hukum oleh aparat perlu secepat mungkin diambil untuk membongkar dan menangkap otak dalang di balik tragedi tersebut."

Tragedi Tolikara yang pecah di Jumat 17 Juli 2015 pagi harus dipandang tak sekedar sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, namun lebih jauh merupakan petaka terhadap kerukunan hidup beragama di Indonesia dan bara dalam sekam yang meneror keutuhan NKRI.

Seperti yang telah sama-sama kita pahami, pagi itu tak kurang dari 500 orang tak dikenal secara tiba-tiba melempari jamaah shalat Ied di halaman masjid Baitul Muttaqien Koramil setempat. Aparat hukum telah berupaya mengamankan situasi, namun aksi kekerasan semakin meluas eskalasinya. Akibatnya tak kurang dari 64 kios terbakar, serta Masjid Baitul Muttaqin yang merupakan tempat ibadah bagi umat muslim setempat pun terkena rembetan jalaran api. Ratusan warga mengungsi, banyak diantaranya adalah perempuan dan balita.

Menyikapi hal tersebut, MIUMI menetapkan hari Jumat ini sebagai "Jumat Solidaritas untuk Muslim di Papua dan Soliditas Umat untuk Integritas NKRI".

MIUMI harapkan semua khatib di seluruh Indonesia menyuarakan tema di atas sebagai tema khutbah Jumat. Diharapkan semua pengurus/takmir masjid menitipkan tema tersebut kepada khatib Jumat hari ini, 24 Juli 2015.

MIUMI juga mengajak umat Islam menggalang donasi untuk korban insiden Tolikara dan pembangunan masjid di Tolikara, Papua ke Rek Dompet Dhuafa (BCA 237 78 78 783) Rumah Zakat (mandiri 132 000 481 9745) BAZNAS BRI Syariah 100 0782. 854).

Siaran pers MIUMI ini dikirimkan kepada redaksi oleh ketua KH. Fahmi Salim, Lc. MA. dan sekertaris H. Ir. Haikal Hassan, SKom, MMt.



RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK