| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah 2012, Kriminalisasi Ridwan Kamil? | | 10:32:28 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Dugaan Korupsi Dana Hibah, Kejati Akan Panggil Ridwan Kamil (KOMPAS: http://regional.kompas.com/read/2015/07/10/09441231/Dugaan.Korupsi.Dana.Hibah.Kejati.Akan.Panggil.Ridwan.Kamil)
Setelah Lebaran, Ridwan Kamil Diperiksa soal Dugaan Penggelapan Dana Bantuan (METROTV: http://jabar.metrotvnews.com/read/2015/07/09/411635/setelah-lebaran-ridwan-kamil-diperiksa-soal-dugaan-penggelapan-dana-bantuan)
[Menurut Ketua Kejati Jabar Feri Wibisono, Ridwan Kamil menerima anggaran Rp 44 Juta dari Pemerintah Kota Bandung. Uang itu untuk mendaftarkan kegiatan BCCF ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki). Namun tiga tahun berlalu, kegiatan itu belum terdaftar di Haki.]
Hai Warga Kota BANDUNG..... ini KRIMINALISASI atau MURNI PENEGAKAN HUKUM ???!
Gara Gara Uang Rp 44 Juta [Empat Puluh Juta Rupiah], Kang RIDWAN KAMIL - Walikota Bandung, dijadikan TERDUGA Korupsi!
Kejadian di Tahun 2012, waktu itu Kang RK belum menjadi Wali Kota. RK saat itu menjadi Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF).
Dana sebesar Rp 44 Juta adalah untuk Pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Itu pun tidak hanya untuk pendaftaran HAKI, tapi juga untuk pembelian domain, desain, dan maintenance. TAPI MENURUT Kejati Jabar, tiga tahun sudah berlalu, namun kegiatan itu belum terdaftar di Haki.
Kejadian thn 2012.. mestinya di thn 2013 sudah ada hasil audit BPK atau lembaga pengawas keuangan yang lainnya... (inspektorat, BPKP, ....)
Kasus ini juga pernah mencuat di awal Kang RK ikut pemilihan walikota.
(Tara Palasara)
***
Kasus korupsi bus TransJakarta senilai 1,5 triliun, kenapa mantan Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Ahok TAK PERNAH DIPERIKSA??? Bukan saja merugikan uang negara TAPI mengancam nyawa karena rutin TERBAKAR!
1,5 TRILIUN BUKAN 44 JUTA!!!
|
| Partai Salafy Mesir Dukung As-Sisi Perangi 'Terorisme', Perangi IM? | | 10:26:42 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Partai Salafy Mesir Gelar Kampanye Kontraterorisme
Ketua Partai An-Nur, bentukan Salafy Mesir, hari Senin (6/7/2015) mengatakan bahwa partainya telah meluncurkan kampanye "Mesir lebih kuat dibanding terorisme" dalam rangka mendukung negara Mesir.
"Kami telah meluncurkan kampanye kami melalui partai politik kami yang sahh, sebagai tanggungjawab kami terhadap negara kita," kata Sekjen Partai An-Nur Jalal Morra seperti dikutip Ahram Online.
Menurut Morra kampanye itu mengikuti semangat kebangkitan rakyat tahun 2011 yang menumbangkan kekuasaan Husni Mubarak dan demonstrasi rakyat 30 Juni 2013 yang berujung pada pelengseran Muhammad Mursy dari kursi kepresidenan.
Dia kemudian menjelaskan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam kampanye itu akan berbicara kepada rakyat di seluruh penjuru Mesir tentang apa yang dilihat partai Islam itu sebagai "bahaya yang ingin mengganggu stabilitas negara, menebarkan kekacauan dan menggoyahkan tentara."
"Anggota-anggota Partai Nur yang berpartisipasi dalam kampanye ini aktif bergerak di gubernuran di seluruh penjuru Mesir melalui pertemuan-pertemuan, penyebaran brosur dan spanduk, dan kami akan terus melanjutkan usaha ini sampai kita mencapai persatuan nasional," kata Morra.
Partai An-Nur memenangkan suara terbanyak kedua dalam pemilihan parlemen tahun 2012, setelah partai bentukan Al-Ikhwan Al-Muslimun, sebelum akhirnya parlemen itu dibubarkan.
Sejak dilengserkannya Muhammad Mursy dari kursi kepresidenan, Mesir mengalami peningkatan serangan bom dari kelompok-kelompok bersenjata.*
Sumber: Hidayatullah.com
***
Perang melawan apa yang disebut 'Terorisme' digaungkan rezim kudeta As-Sisi dalam rangka mempertahankan kekuasaannya yang mulai rapuh. Siapa yang berusaha menjatuhkan rezim diktator Sisi maka akan diperangi dengan dalih membasmi 'Terorisme'. Dimulai dengan peristiwa 'rekayasa' pemboman konvoi Jaksa Agung Mesir di Kairo yang dilanjut dua hari kemudian dengan pembantaian 13 pemimpin Ikhwanul Muslimin dengan tuduhan 'Terorisme'.
Dan ternyata Partai Salafy Mesir masih 'setia' dengan As-Sisi sampai saat ini, setelah sebelumya Partai Salafy Mesir mendukung penggulingan Presiden Mursi.
Beberapa hari yang lalu, delegasi American-Jewish Committee juga telah menemui Jenderal As-Sisi untuk mendukung penuh perang melawan 'Terorisme' ini.
|
| Jokowi Mau Minta Maaf pada eks PKI. Apakah Ini Another TEST THE WATER? | | 10:00:01 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Jokowi Mau Minta Maaf pada eks PKI. Apakah Ini Another TEST THE WATER???
Saya menemukan gambar ini dari status FB seorang teman. Di media-media online pun, banyak berita yang memuat info bahwa Jokowi akan meminta maaf pada eks PKI (silahkan cek sendiri di Google).
Bagi saya, berita ini SUNGGUH ANEH. Karena:
1. Kalau baru rencana, kenapa kok sudah heboh diberitakan sekarang? Biasanya kan kalo Jokowi mau pidato ya langsung pidato saja. Tak pernah pake acara pengumuman rencana segala.
2. Jangan-jangan ini hanya semacam TEST THE WATER lagi. Menunggu reaksi publik. Kalau banyak yang protes, maka permintaan maafnya dibatalkan. "Siapa bilang saya mau minta maaf?" << Kita sudah biasa kan, mendengar ucapan ngeles seperti ini?
3. Setelah permintaan maafnya dibatalkan, maka para haters pun segera berceloteh, "Si Jonru memfitnah lagi. Dia menuduh Jokowi hendak meminta maaf pada eks PKI. Padahal Jokowi sudah menyatakan bahwa dia tak pernah punya rencana seperti itu."
Dulu kasus penghapusan departemen agama pun PERSIS SEPERTI INI kronologinya. Dan ketika itu saya dituduh melakukan fitnah terhadap Jokowi. Padahal merekalah yang memfitnah saya. Sebab saat itu, banyak BUKTI bahwa departemen agama tidak tercantum pada DRAFT kabinet Jokowi.
Saya tak ingin kejadian serupa terulang lagi. Karena itu, sejak awal saya menulis seperti ini. Dan mari kita tunggu saja. Apakah nanti Jokowi akan berkata, "Siapa bilang saya mau minta maaf sama eks PKI?"
Yang jelas Jika nanti Jokowi benar-benar minta maaf pada eks PKI, maka ini merupakan PERTANDA SANGAT BURUK bagi Indonesia. Sebab PKI jelas-jelas penjahat, membunuh dan menyiksa banyak tokoh Indonesia. Eh, kenapa juga kita yang harus minta maaf?
Dan kenapa juga Jokowi berniat meminta maaf pada PKI?
(Jonru)
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !