| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Ronaldo Tak Mau Punya Tato Agar Bisa Donor Darah | | 8:28:49 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Tak mengherankan jika melihat tubuh para pesepak bola Eropa banyak dihiasi tato. Namun, tato justru menjadi hal yang mustahil bisa dilihat di tubuh Cristiano Ronaldo. Tato merupakan salah satu pantangan dalam hidup Ronaldo selain alkohol dan rokok.
Meski dikenal sebagai salah satu pria metroseksual di dunia sepak bola, sedikit yang tahu bahwa pemain berjuluk CR7 itu pantang bertato.
Alasan mengapa Ronaldo ogah merajah tubuhnya dengan tato pun cukup simpatik. Dia mengabaikan tato demi bisa terus mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan.
Di banyak negara, tato baru bisa memengaruhi seberapa sering seseorang menyumbangkan darah, dengan masa tunggu antara enam bulan dan satu tahun bekerja sebagai pencegahan terhadap kontaminasi silang dan penyakit seperti hepatitis.
"Saya tidak punya tato karena sering mendonorkan darah," kata Ronaldo kepada Diretta News. Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengunggah foto di halaman Facebook-nya saat dirinya mendonorkan darah di rumah sakit. Kabarnhya, Ronaldo bisa mendonorkan darahnya dua kali dalam setahun.
Selain itu, kepada stasiun radio Spanyol, Cadena Cope, dia juga mengaku mendonorkan sumsum tulang setelah menyaksikan perjuangan rekan satu timnas Portugal. "Itu adalah waktu ketika Carlos (Martins) bersama kami di timnas. Dia mengatakan kepada kami tentang masalah dengan anaknya dan kami, para pemain, menunjukkan kesatuan yang besar untuk membantu dia dan anaknya karena kami tahu itu adalah situasi yang sangat sulit."
Rasa sosial Ronaldo untuk berbagi terhadap orang lain memang sangat tinggi. Dia bahkan tidak mengharapkan apapun atas bantuan yang diberikannya.
"Menyumbangkan sumsum tulang adalah sesuatu yang orang pikir sulit untuk dilakukan, tapi itu tidak lebih dari mendonorkan darah dan tidak sakit. Tidak ada biaya apapun. Ini adalah proses yang sederhana dan kemudian Anda merasa senang karena sudah membantu orang lain," imbuhnya lagi.
Ronaldo, selain memiliki etos kerja yang tinggi, memang selalu menerapkan gaya hidup sehat. Tak cuma rajin melakukan aksi sosial, pemain timnas Portugal itu juga tak pernah mengonsumsi alkohol dan juga antirokok.
Terkait kebiasaan itu, Ronado memang memiliki pengalaman tak menyenangkan. Ayahnya, Jose Diniz Aveiro, wafat karena efek keranjingan mengonsumsi monuman beralkohol. Karenanya Ronaldo bersumpah tak akan meneguk alkohol selama hidupnya.
"Dia menjadi semakin kuat dan cepat karena menginvestasikan waktunya dan energinya untuk berlatih. Dia juga tidak pernah merokok dan mengonsumsi minuman mengandung alkohol," bilang mantan rekan setim Ronaldo kala masih di Manchester United, Edwin van der Sar.
Ada juga kisah lain terkait aksi sosial Ronaldo. Situs Canarias Investiga menceritakan kisah emosional Ronaldo dan agennya, Jorge Mendes yang mendanai penuh pengobatan kanker bocah berusia 9 tahun bernama Nuhazet.
Seperti dilansir Marca, kisah ini bermula saat Nuhazet dipastikan tidak memiliki harapan hidup panjang setelah berjuang melawan kanker selama 7 tahun. Sedikitnya tiga tumor telah dikeluarkan dari tubuh bocah asal Las Palmas, Gran Canaria itu, tapi kondisinya tidak kunjung membaik.
"Dokter mengatakan kepada kami bahwa tidak ada yang bisa dilakukan (untuk penyembuhannya). Lebih baik meninggalkan proses penyembuhan guna menghentikan penderitaannya," ujar ayah Nuhazet menirukan perkataan dokter.
Mendengar kabar buruk ini, sepupu Nuhazet, Nati coba menghibur saudaranya dengan meminta kesediaan para bintang Real Madrid untuk bisa ditemui Nuhazet yang sedang menanti ajal.
Permintaan tersebut langsung direspons agen Ronaldo, Jorge Mendes yang mengirim kendaraan untuk membawa seluruh keluarga Nuhazet jelang laga Madrid melawan Real Mallorca. Ronaldo langsung bertemu dan menyambut Nuhazet layaknya saudara. Bahkan, Nuhazet dipersilakan menyaksikan pertandingan tersebut dari boks pribadi milik Ronaldo.
Selanjutnya, Nuhazet dibawa ke hotel tempat menginap. Tidak hanya itu, keesokan harinya, Mendes menghubungi Presiden Madrid, Florentino Perez agar meminta rekomendasi rumah sakit pribadi. Dan akhirnya Nuhazet melanjutkan pengobatan intensif di Rumah Sakit Monteprincipe pada 16 Mei silam. Ronaldo dan Mendes memutuskan untuk membayar seluruh biaya perawatan Nuhazet.
Dengan sebagian kecil dari sekian banyak aksi kemanusiaan itu, apakah ada lagi yang meragukan jiwa sosial Ronaldo? Pantaskah dia masih dianggap sebagai pesepak bola arogan dan bahkan angkuh? (CBN)
Sumber: http://msports.net/detailpost/tiga-pantangan-cristiano-ronaldo-tato-rokok-dan-alkohol
|
| Film 'Surga yang Tak Dirindukan' Gala Premier di Jogjakarta | | 8:13:30 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Jogja kembali menjadi jujugan produksi sinema Indonesia. Kali ini MD Pictures menggarap film berjudul Surga yang Tak Dirindukan dengan bintang Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah dan artis lain. Film ini disutradarai Kuntz Agus yang diangkat dari novel karya Asma Nadia.
Produser film Manoj Punjabi mengungkapkan, film ini sangatlah dekat dengan kehidupan di Indonesia. Terutama dalam mengangkap fenomena sosial keluarga. Konflik-konflik yang dihadirkan pun natural dan mengalir layaknya kehidupan sehari-hari.
"Budaya Indonesianya sangat kental, namun tetap dikemas kekinian. Kisah dalam film ini bisa bisa ditemui dalam konflik, khususnya dalam keluarga. Bagaimana bentuk pertentangan norma-norma kehidupan bisa terjadi pada siapa saja," kata Manoj saat jumpa media di Balcony Café, kemarin siang (9/7).
Permasalahan dalam film ini menyoroti fenomena poligami. Di mana kerap terjadi pertentangan dalam berbagai norma. Menghadirkan bagaimana sosok ibu rumah tangga yang diperankan Laudya Cynthia Bella. Ia harus rela, terutama saat dirinya dipoligami oleh Fedi Nuril.
Dalam kesempatan ini Bella memerankan tokoh Arini yang menikah dengan Andika Prasetya (Fedi Nuril). Prasetya dengan terpaksa melakukan poligami dengan Mei Rose yang diperankan Raline Shah.
"Permasalahan dan alasan poligami ini pun tidak biasa. Atas alasan mempertimbangkan nilai kemanusiaan. Namun di sisi lain juga terjadi pertentangan dalam diri sendiri, terutama antara Prasetya dan Arini," kata Manoj.
Bella mengaku terpanggil memerankan tokoh Arini. Terutama konflik yang terjadi dalam rumah tangga Arini bersama Prasetya. Sejatinya hubungan keluarga tokoh Arini tergolong harmonis. Namun karena adanya poligami justru melahirkan permasalahan.
Menurutnya, film ini harus diamati dari scene per scene. Melihat permasalahan dari berbagai perspektif. Bahkan cerita dalam film ini dapat menjadi sebuah pembelajaran dalam berumah tangga.
"Per adegan itu dekat dengan kehidupan kita. Menjadi pelajaran buat saya, terutama komitmen berumah tangga. Dalam film ini saya belajar keluarga yang baik dilandasi agama, cinta dan kejujuran," ungkapnya.
Gala premier film ini berlangsung sebanyak enam kali. Selain di Jogja, juga di Jakarta dan Bandung. Pemutaran di Bioskop Ambarukmo XXI pun dihadiri seluruh pemain film ini. Secara resmi film ini akan dimulai penayangannya serentak di seluruh bioskop Indonesia 15 Juli mendatang. (dwi/laz/ONG)
Sumber: http://www.radarjogja.co.id/blog/2015/07/10/surga-yang-tak-dirindukan-gala-premier-di-jogjakarta/
|
| Islam Yes, Islam Nusantara No | | 8:04:30 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Oleh: Muhammad Abdul Ghoni Mahasiswa Doktoral, Fakultas Ekonomi, International Islamic University Malaysia (IIUM), Ghani_muh@yahoo.com
Salah satu cara merusak agama Islam adalah dengan mereduksi, menyempitkan, dan membuat Istilah baru, serta menafsirkan konsep baku tanpa merujuk kepada otoritas ulama. Bahasa bukan sebatas simbol, akan tetapi menunjukkan jati diri manusia, menjabarkan maksud alam pikir manusia.
Al jahiz dalam al-bayan wa al-tabyin menjelaskan makna bahasa melekat pada hati manusia. Fungsinya untuk menyusun pemikiran, menyingkap hati, dan lukisan memori. Johanes Fabian dalam karyanya Language and colonial power menyataan bahasa bukan hanya sekedar alat komunikasi, tapi juga sarana untuk menjajah manusia dengan ide dan gagasan, serta menggerakkan kekuatan ekonomi dan politik.
Edward Said dalam karya monumentalmua, Orientalism, mengingatkan pentingnya peran bahasa dalam penjajahan. Bahasa adalah media transformasi kebijakan, alat efektif untuk merusak, menguasai suatu bangsa, dan propaganda.
Konfrontasi istilah bahasa telah berlangsung lama dan tidak terlepas dari pengaruh orientalisme. Tujuannya untuk mengaburkan pemahaman umat Islam terhadap agamanya. Contoh, definisi dan makna Islam. Menurut ulama terkemuka dan memiliki otoritas keilmuwan, Imam al Jurjani, dalam kitab al-ta'rifat, Islam adalah patuh dan taat terhadap apa yang disampaikan oleh nabi Muhammad. Namun oleh para orientalis, istilah Islam disamakan dengan Mohammaden.
Ini dilakukan oleh orientalis semisal Francis Gladwin dalam bukunya An epitome of Mohammedan Law. Secara implisit Gladwin ingin mengatakan Islam diciptakan dan berasal oleh Nabi Muhammad,. Hukum Islam dibuat oleh Muhammad.
Orientalis lainnya, Karen Amstrong, dalam bukunya Islam A short history, mereduksi Islam hanya pada etimologi bahasa dari akar kata salama. Maknanya kedamaian, namun menanggalkan makna yang lain, seperti pasrah dan tunduk.
Amstrong ingin menyampaikan pesan Islam adalah agama kedamaian, sikap tegas dan teguh, serta sikap fanatik terhadap Islam sebagai agama paling benar adalah perbuatan yang bertentangan dengan makna Islam itu sendiri. Mempertahankan diri dalam menjaga tujuan hukum Allah (maqashid syariah) adalah perbuatan menyimpang dari agama Islam, karena membuat pertikaian dan intoleran terhadap non-Muslim. Konstruk Islam berdasarkan pada lima rukun: Syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji, hanya bersifat ornamen pembahasan. Kajian orientalis terhadap Islam menekankan sudut pandang filologi, antropologi, dan sejarah, untuk menciptakan keraguan dan sikap kritis umat Islam terhadap agamanya.
Perang istilah dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia, bukanlah suatu hal yang baru. Presiden Sukarno telah mencetuskan istilah Islam sontoloyo pada tahun 1940, yang dimuat dalam majalah panji Islam. Proklamator kemerdekaan Indonesia ini kecewa terhadap perilaku menyimpang sebagian umat Islam. Mereka dianggap menjadiakan agama sebagai barang dagangan dan kepentingan pribadi.
Kemudian, istilah Islam sontoloyo diterbitkan kembali oleh partai komunis Indonesia (PKI) melalui surat kabar Harian rakyat pada tahun 1965. Fungsinya untuk dijadikan alat propaganda antiislam, menarik simpati kaum marhean dan untuk melancarkan revolusi 1965.
Kini muncul Islam Nusantara, hanya ulangan sejarah kerancuan istilah dalam sejarah pemikiran umat Islam di Indonesia. Motifnya sama. Kemunculannya didasari ketidakpuasan dan rasa kekesalan sebagian pemuka sarjana pengkaji Islam terhadap sebagian kecil umat Islam yang dianggap tidak toleran, atau sikap ekstrim dalam beragama, serta mengusung budaya arab yang tidak mengindahkan kearifan lokal.
Istilah Islam nusantara, menyisakan permasalahan, seperti mata uang logam dengan dua sisi berbeda. Sisi pertama, ingin menampilkan wajah umat Islam yang bersahabat dengan kearifan budaya lokal dan tidak bertentangan dengan Islam. Namun disisi lain secara makna dan istilah, serta karekteristik mengalami masalah.
Istilah Islam Nusantara merupakan hasil proses pemikiran, evaluasi dan penataan dalam alam fikir pengusungnya. Menghasilkan kerancuan dalam makna dan konsep. Karena, secara bahasa, Islam bermakna patuh, taat dan menyerahkan diri sepenuh hati, serta kedamain. Jika makna Islam disandingkan dengan Nusantara, yang menunjukkan pada kawasan, area dan region. Maka secara makna, Islam Nusantara adalah patuh, taat dan menyerahkan diri sepenuh hati kepada Nusantara.
Maksud lain dari pengusung Islam Nusantara adalah Islam yang sesuai dengan kawasan Nusantara. Jika demikian, maka ajaran Islam direduksi dan disesuaikan dengan adat Istiadat nusantara, sehingga terjadi proses sekularisasi di alam nusantara. Pada akhirnya membaca Alquran menggunakan langgam Jawa, dan suatu saat, azan akan berubah dengan menggunakan bahasa jawa, sunda atau bahasa Bhineka Tunggal Ika.
Secara konten dan karekteristik Islam nusantara, telah bertentangan dengan spirit dan ruh ajaran ahli sunnah wal jamaah, dan khittah Nahdatul Ulama yang telah digariskan oleh pendirinya, K. H Hasyim Asya'ri. NU mengusung paham Ahlussunnah wal jamaah dengan menganut paham teologi Asy'ariyah dan Maturidi. Keduanya adalah tandingan Mu'tazilah dalam dielektika pemikiran akidah.
Pengusung Islam Nusantara lebih memuja dan mengagungkan Mu'tazilah. Di sisi lain para pendiri NU telah memberikan sikap penolakan terhadap Syiah, namun para pengusung Islam Nusantara mempunyai sikap yang berbeda.
Bergulirnya wacana Islam nusantara, merupakan evolusi konsep dari wacana sebelumnya, yaitu Islam sontoloyo Soekarno, Sekularisme Nurcholis Madjid, dan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla. Islam Nusantara adalah tampilan baru, namun secara substansi merupakan gagasan usang, hanya menambah genggap gempita tanpa makna di tengah persoalan bangsa.
Sumber: Republika Online
|
| Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah 2012, Kriminalisasi Ridwan Kamil? | | 7:52:12 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Dugaan Korupsi Dana Hibah, Kejati Akan Panggil Ridwan Kamil (KOMPAS: http://regional.kompas.com/read/2015/07/10/09441231/Dugaan.Korupsi.Dana.Hibah.Kejati.Akan.Panggil.Ridwan.Kamil)
Setelah Lebaran, Ridwan Kamil Diperiksa soal Dugaan Penggelapan Dana Bantuan (METROTV: http://jabar.metrotvnews.com/read/2015/07/09/411635/setelah-lebaran-ridwan-kamil-diperiksa-soal-dugaan-penggelapan-dana-bantuan)
[Menurut Ketua Kejati Jabar Feri Wibisono, Ridwan Kamil menerima anggaran Rp 44 Juta dari Pemerintah Kota Bandung. Uang itu untuk mendaftarkan kegiatan BCCF ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki). Namun tiga tahun berlalu, kegiatan itu belum terdaftar di Haki.]
Hai Warga Kota BANDUNG..... ini KRIMINALISASI atau MURNI PENEGAKAN HUKUM ???!
Gara Gara Uang Rp 44 Juta [Empat Puluh Juta Rupiah], Kang RIDWAN KAMIL - Walikota Bandung, dijadikan TERDUGA Korupsi!
Kejadian di Tahun 2012, waktu itu Kang RK belum menjadi Wali Kota. RK saat itu menjadi Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF).
Dana sebesar Rp 44 Juta adalah untuk Pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Itu pun tidak hanya untuk pendaftaran HAKI, tapi juga untuk pembelian domain, desain, dan maintenance. TAPI MENURUT Kejati Jabar, tiga tahun sudah berlalu, namun kegiatan itu belum terdaftar di Haki.
(Tara Palasara)
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !