Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Monday, July 6, 2015 | 3:45 AM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Puluhan Kader PKS Bondowoso Berbagi Takjil di Alun-alun Ki Bagus Asra
6:02:35 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Salah satu ciri khas kota Bondowoso adalah alun-alun Ki Bagus Asra. Tanah lapang dengan variasi taman indah yang terletak tepat di tengah kota, tak pernah sepi dari kegiatan. Sabtu sore (4/7) itupun, saat matahari beranjak ke peraduan, di sisi timur alun-alun bendera PKS berkibar-kibar.

Tak lama puluhan kader sudah membawa ratusan paket buka puasa yang akan disebar di sekitar alun-alun. Nampak sebagai berkumpul di dekat gerbong maut, dan tak sedikit yang membagikan paket tersebut di perempatan lampu merah. Ketika lampu merah menyala, saatnya mereka turun membagikan paket tersebut. Tak hanya kader, anak-anak kader juga bahagia berlari-lari turut serta berbagi.

Para kusir delman hias yang biasa melintas turut menerima paket buka bersama. Tukang becak tak mau melaju kecuali sudah membawa bungkusan. Dan para pengendara kendaraan dibuat ceria karena di-stop untuk diberi kresek penuh makanan buat keluarga.

Saat adzan maghrib berkumandang, para kader beserta keluarga berbuka puasa bersama di alun-alun kebanggaan masyarakat Bondowoso. Acara dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaan di masjid jamik At Takwa Bondowoso. Setelah itu mereka bubar tanpa meninggalkan sampah sekali.

(Humas DPD PKS Bondowoso)




Aseel Shaheen, Wasit Jilbaber Pertama di Wimbledon
5:48:03 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

London - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang wanita Arab menjadi staff wasit di Wimbledon setelah Aseel Shaheen terpilih menjadi hakim garis di Wimbledon edisi tahun ini.

Dengan pakaian kemeja biru garis-garis dan celana krem -- baju seragam untuk seluruh panitia di Wimbledon --, serta jilbab yang dikenakan Shaheen tampak lebih menonjol dibandingkan perangkat pertandingan lainnya.

Kota London terkadang juga dipenuhi oleh orang Arab, terutama di musim panas, namun melihat seorang wanita berjilbab di dunia tenis bukanlah suatu hal yang umum.

"Tidak terlukiskan perasaan saya berada disini. Ini adalah sesuatu yang besar dan sebuah tantangan. Saya adalah perempuan pertama dari dunia Arab yang menjadi wasit di Wimbledon."

"Saya khawatir bahwa mereka tidak akan menerima saya karena saya mengenakan jilbab, namun ternyata sebaliknya, mereka menerima saya," kata Shaheen seperti yang dikutip dari situs Sport 360, Kamis (2/7).

"London memang cukup terbuka terhadap jilbab, tapi mungkin itu tidak biasa di dunia tenis."

"Tapi saya bisa mengenakan jilbab dan bekerja di lapangan selama pertandingan tenis di Wimbledon, dan ini adalah sebuah tanda bahwa dunia sudah mulai menerima kami lagi," kata Shaheen yang berasal dari Kuwait ini.

Perempuan berusia 41 tahun menyukai olahraga namun tidak besar di dunia tenis. Cita-citanya adalah menjadi perenang ataupun pelatih renang sampai akhirnya semua itu berubah saat ia mengikuti kursus perangkat pertandingan tenis pada 2002.

"Saya tidak pernah tahu apa-apa tentang tenis sebelumnya, tapi saya urutan ketiga dalam kursus," ucap Shaheen sambil mengingat kembali pengalamannya.

"Jadi saya memutuskan untuk melanjutkan langkah itu. Menjalani profesi ini merupakan sebuah tantangan bagi saya karena mereka akan selalu mencalonkan para lelaki dan mengabaikan saya."

Perjuangan Shaheen cukup berliku sampai akhirnya ia mulai mendapatkan pengakuan akan kemampuannya.

"Saya katakan kepada mereka bahwa saya ingin menjadi seorang wasit internasional, saya memiliki kualifikasi dan saya mempunyai keterampilan bahasa karena saya berbicara bahasa Inggris dengan baik. Jadi saya pergi ke sekolah wasit dan saya mendapat lencana putih tahun 2011."

ITF mengesahkan wasit dalam beberapa kategori atau lencana. Lencana putih adalah sebuah sertifikasi nasional. Lencana perunggu, perak, dan emas adalah sertifikasi internasional.

Sejak tahun 2011, Shaheen telah 'memeriahkan' banyak turnamen sebagai wasit utama ataupun hakim garis di turnamen kategori Futures dan Challenges dalam rangka untuk menambah pengalaman. Ia juga terlibat dalam ajang ATP dan WTA di Doha.

Tahun lalu, ia mendapat pengalaman pertamanya di kualifikasi Wimbledon, yang berlangsung di Roehampton. Tahun ini, setelah mendapatkan evaluasi yang kuat dan mendalam, ia terpilih untuk memimpin dalam babak utama di Wimbledon untuk pertama kalinya.

"Untuk bisa jadi wasit utama (di turnamen besar), paling tidak saya harus memiliki lencana perak."

"Karena itu saat ini berusaha untuk lulus dari lencana perunggu. Atas dasar itulah saya berpartisipasi di banyak turnamen dan mendapatkan banyak pelajaran," ujar Shaheen.

Sumber: CNN Indonesia




RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK