Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) seharusnya lebih teliti dalam menulis nama lembaga di Indonesia. Jika tidak, negara bisa rusak.
Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR, Mahyudin, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/7/2015).
Menurutnya, keteledoran Mensesneg akan berdampak pada citra pemerintahan Presiden Jokowi. Bahkan, hal itu bisa menimbulkan masalah yang cukup besar.
"Saya kira Setneg harus lebih cermat dan teliti agar kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak terlalu bermasalah, tetapi kalau tidak teliti negara bisa rusak," imbau Mahyudin.
Sebagai lembaga negara, kata Mahyudin, seharusnya diisi oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan dan kepintaran.
"Sebuah lembaga negara yang saya kira dipenuhi oleh orang-orang cukup kapabel, pintar, orang sekolah semua. Tapi sayang, untuk hal-hal seperti itu saja tidak tahu," katanya.
"Apalagi menyangkut dengan nama lembaga negara, semua orang dan anak sekolahpun pasti tahu. Jadi hal-hal semacam itu perlu diperhatikan sehingga tidak perlu diulang lagi," pungkasnya. [mes]
Krisis Yunani sudah terjadi, dan kini krisis ekonomi China sedang bergejolak yang dampaknya 10x lipat krisis Yunani.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan semua elemen bangsa mengenai perlunya mengantisipasi adanya perangkap konspirasi untuk melemahkan negara.
Fahri Hamzah kepada pers di Jakarta, menyatakan yakin bahwa saat ini Indonesia masuk dalam jaringan atau perangkap konspirasi negara yang sedang dilemahkan.
Karena itu, dia khawatir Indonesia menjadi salah satu target untuk dijadikan negara gagal. "Negara gagal itu sudah jadi wabah sekarang dan lebih banyak dalam daftar negara yang gagal daripada yang sukses. Kita nampaknya masuk dalam perangkap negara yang mau digagalkan," katanya, Rabu (8/7/2015) seperti dikutip Antara.
"Ini perang gaya baru yang tidak lagi memainkan aspek keamanan tapi justru aspek ekonomi," kata Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Dulu, menurut Fahri, pola perangnya sederhana, yaitu barat dan timur.
Namun sekarang perang itu antara blok kekuatan baru dan blok kekuatan lama. "Kalau dikatakan teori ini tidak benar bahwa tidak ada yang menukangi, tapi kenyataannya pelemahan negara ini terus terjadi dimana-mana," katanya. Seperti ada kelompok tertentu berusaha menciptakan tata kelola dan konfigurasi dunia baru.
Dia mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi kritis yang bisa membawa pada situasi krisis. Hal ini karena tidak adanya kepastian hukum akibat dari para penegak hukum yang ada saling melemahkan dan bukan saling mendukung seperti seharusnya.
Ironisnya, menurut Fahri, hal ini dianggap biasa saja. "Seperti penegak hukum berkelahi, menang-menangan, kok dianggap itu biasa saja," katanya.
Bangsa ini, kata Fahri, tidak serius membaca apa yang sebetulnya terjadi dibalik kisruh ini. Orang yang menjadi korban dianggap lumrah.
"Apalagi bangsa ini tidak memiliki pemikir sistem, makanya kemudian yang terjadi kita membiarkan ketika aparat hukum saling melemahkan dan bukan malah saling menguatkan seperti seharusnya," katanya.
Dia pun mencontohkan bentuk saling menjatuhkan antarlembaga penegak hukum. "Hal seperti ini adalah sebuah bencana bagi kepastian hukum. Jika mau melihat akar dalam setiap krisis adalah munculnya ketidakpastian," katanya.
Yang paling cepat menangkap signal itu adalah bidang ekonomi. "Makanya jangan heran kalau saat ini realisasi APBN rendah, penerimaan pajak turun, permintaan barang produksi dan hasilnya rendah," katanya.
Para pengusaha takut karena bagaimanapun yang namanya uang (investasi) hanya datang ke tempat tenang. "Kalau tidak tenang, uang itu pasti lari. Makanya jangan heran kalau ekonomi menjadi lesu saat ini," katanya.
Kepastian, menurut dia, harus diciptakan dan hal itu harga mati untuk pemerintah agar menjaga supaya ada kepastian. "Yang bahaya dalam situasi seperti ini adalah demokrasi. Karena kalau demokrasi tidak berwibawa maka akan muncul kekuatan lain yang lebih ril. Atau kalau tidak, yang muncul adalah otoriter baru atau Indonesia menjadi negara permanen dalam kegagalan," katanya. (KRI)
ALHAMDULILLAH... perjuangan buruh yang dibantu para netizen social media berbuah hasil. Aturan JHT (Jaminan Hari Tua) telah dirubah. Pekerja yang keluar langsung dapat uang JHT tak nunggu 10 tahun seperti aturan sebelumnya sebelum direvisi. Bahagianya buruh adalah bahagianya kita.
"Presiden @jokowi sesungguhnya beruntung, banyak sekali yg mengingatkan kesalahan/kekurangannya. Semoga menjadi lebih baik dan sukses ke depan," tulis @RustamIbrahim KetuaDewan PengawasLP3ES, seorang pendukung Jokowi.
Maka teruslah suarakan suara rakyat, dan harapan utama rakyat sekarang tinggal netizen socmed, karena para seniman yang dulu sangat kritis terhadap penguasa sekarang tak lagi bersuara.
*gambar atas: twitter Menteri Tenaga Kerja @hanifdhakiri
NYAMUK selalu menjadi momok bagi manusia. Bukan saja nyamuk yang menyebabkan penyakit. Keberadaan nyamuk sungguh mengganggu, terutama bagi tingkat ketenangan dan kelelapan tidur di malam hari.
Atas hal inilah manusia menciptakan obat nyamuk. Jumlah dan jenisnya pun sekarang sudah sangat beragam. Dengan fungsi yang semakin melebar pula. Tidak hanya nyamuk, tapi juga menumpas kecoa dan serangga lain.
Meski demikian, makin modern manusia ternyata metode-metode lama yang alamiah, justru makin sering digunakan. Metode yang murah tapi ampuh. Inilah satu di antaranya. Anda barangkali tidak menyangka jika bahan yang sehari-hari ada di dekat-dekat kita, ampuh untuk menangkal nyamuk.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain: satu botol plastik bekas ukuran 500 ml, gula merah, ragi, dan air. Cara membuatnya, potong botol seukuran 3/4 bagian, lalu masukkan gula merah sebanyak 1/4 cangkir minum ukuran sedang, ragi tapai 1/4 cangkir minuman ukuran sedang, dan larutkan dengan air hangat satu cangkir ukuran sedang.
Kemudian tutup dengan potongan botol, dipasang terbalik. Letakkan di tempat-tempat yang merupakan sarang nyamuk. Aroma gula merah bercampur ragi akan memancing nyamuk masuk ke dalam botol, dan mereka akan terjebak di sana.
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !