| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Bahagianya Buruh Ketika JHT Cair | | 8:44:39 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| ALHAMDULILLAH... perjuangan buruh yang dibantu para netizen social media berbuah hasil. Aturan JHT (Jaminan Hari Tua) telah dirubah. Pekerja yang keluar langsung dapat uang JHT tak nunggu 10 tahun seperti aturan sebelumnya sebelum direvisi.
"Presiden @jokowi sesungguhnya beruntung, banyak sekali yg mengingatkan kesalahan/kekurangannya. Semoga menjadi lebih baik dan sukses ke depan," tulis @RustamIbrahim Ketua Dewan Pengawas LP3ES, seorang pendukung Jokowi.
Maka teruslah suarakan suara rakyat, dan harapan utama rakyat sekarang tinggal netizen socmed, karena para seniman yang dulu sangat kritis terhadap penguasa sekarang tak lagi bersuara.
*gambar atas: twitter Menteri Tenaga Kerja @hanifdhakiri
|
| Fahri Hamzah: Indonesia Jadi Target Dijadikan Negara Gagal | | 8:25:33 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan semua elemen bangsa mengenai perlunya mengantisipasi adanya perangkap konspirasi untuk melemahkan negara.
Fahri Hamzah kepada pers di Jakarta, menyatakan yakin bahwa saat ini Indonesia masuk dalam jaringan atau perangkap konspirasi negara yang sedang dilemahkan.
Karena itu, dia khawatir Indonesia menjadi salah satu target untuk dijadikan negara gagal. "Negara gagal itu sudah jadi wabah sekarang dan lebih banyak dalam daftar negara yang gagal daripada yang sukses. Kita nampaknya masuk dalam perangkap negara yang mau digagalkan," katanya, Rabu (8/7/2015) seperti dikutip Antara.
"Ini perang gaya baru yang tidak lagi memainkan aspek keamanan tapi justru aspek ekonomi," kata Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Dulu, menurut Fahri, pola perangnya sederhana, yaitu barat dan timur.
Namun sekarang perang itu antara blok kekuatan baru dan blok kekuatan lama. "Kalau dikatakan teori ini tidak benar bahwa tidak ada yang menukangi, tapi kenyataannya pelemahan negara ini terus terjadi dimana-mana," katanya. Seperti ada kelompok tertentu berusaha menciptakan tata kelola dan konfigurasi dunia baru.
Dia mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi kritis yang bisa membawa pada situasi krisis. Hal ini karena tidak adanya kepastian hukum akibat dari para penegak hukum yang ada saling melemahkan dan bukan saling mendukung seperti seharusnya.
Ironisnya, menurut Fahri, hal ini dianggap biasa saja. "Seperti penegak hukum berkelahi, menang-menangan, kok dianggap itu biasa saja," katanya.
Bangsa ini, kata Fahri, tidak serius membaca apa yang sebetulnya terjadi dibalik kisruh ini. Orang yang menjadi korban dianggap lumrah.
"Apalagi bangsa ini tidak memiliki pemikir sistem, makanya kemudian yang terjadi kita membiarkan ketika aparat hukum saling melemahkan dan bukan malah saling menguatkan seperti seharusnya," katanya.
Dia pun mencontohkan bentuk saling menjatuhkan antarlembaga penegak hukum. "Hal seperti ini adalah sebuah bencana bagi kepastian hukum. Jika mau melihat akar dalam setiap krisis adalah munculnya ketidakpastian," katanya.
Yang paling cepat menangkap signal itu adalah bidang ekonomi. "Makanya jangan heran kalau saat ini realisasi APBN rendah, penerimaan pajak turun, permintaan barang produksi dan hasilnya rendah," katanya.
Para pengusaha takut karena bagaimanapun yang namanya uang (investasi) hanya datang ke tempat tenang. "Kalau tidak tenang, uang itu pasti lari. Makanya jangan heran kalau ekonomi menjadi lesu saat ini," katanya.
Kepastian, menurut dia, harus diciptakan dan hal itu harga mati untuk pemerintah agar menjaga supaya ada kepastian. "Yang bahaya dalam situasi seperti ini adalah demokrasi. Karena kalau demokrasi tidak berwibawa maka akan muncul kekuatan lain yang lebih ril. Atau kalau tidak, yang muncul adalah otoriter baru atau Indonesia menjadi negara permanen dalam kegagalan," katanya. (KRI)
Sumber: MetroTvNews.com
|
| Di Jogja Makin Banyak Akademisi Jadi Mualaf | | 8:08:39 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Akhir-akhir ini di Jogja banyak orang yang berpindah keyakinan untuk menyakini Islam sebagai agama pilihannya, banyak diantara mereka berpendidikan tinggi, pengusaha sukses dan akademisi yang paling banyak.
Seperti dituturkan Hanny Kristianto, Sekjen Mualaf Center Indonesia, pada Rabu (8/7) sore kemarin menjelang berbuka puasa di saksikan jemaah Masjid Gede Kauman dan dihadapan team Mualaf Center Indonesia Yogyakarta menjadi saksi dan mendoakan ikrar dua kalimah syahadat seorang wanita muda kristiani, beliau adalah Nadia Cristina SH, M.Hum.
Kenapa Nadia Cristina berpindah masuk Islam?
"Salah satunya teman saya belum lama ini bersyahadat di hadapan team Mualaf Center Jogja. Saya penasaran kenapa dia masuk Islam. Dari penasaran saya tersebut hingga akhirnya saya ingin mempelajari islam, dan teman wanita sahabat saya dan beliau satu fakultas dengan saya, dia mualaf juga, dia memberitahukan saya dan mengenalkan saya tentang islam, dari konsep ketuhanan dalam islam, dan ajaran ajaran dalam islam, hingga sayapun terpesona atasnya, maka sayapun memberanikan diri untuk meninggalkan ajaran lama saya karena saya sangat yakin dengan agama ini, agama islam ini," penuturan Nadia Cristina dihadapan team Mualaf Center.
Masya Allah, islam dapat diterima dan menancap di lubuk hati mereka tanpa dengan kekerasan dan paksaan, semoga Nadia Cristina yang mengubah nama Nadia Muslimah ini kelak menjadi muslimah yang kaafah, Aamiin.
|
| Erdogan Akan Datangi China Selesaikan Masalah Diskriminasi Muslim Uighur | | 8:03:45 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Oleh Arya Sandhiyudha AS Ph.D di Fatih Univ. Turki
1. Di Turki, lagi menghangat isu2 solidaritas penindasan dan diskriminasi China terhadap muslim Uyghur yg berada di #Xinjiang.
2. Mereka buat kampanye demo di media dan di jalan. Faktor dukungan meluas, krn mereka masih satu rumpun, bangsa Turki (Turkic). #Xinjiang
3. Orang2 Turki meyakini dulu pada masa akhir2 Kekhalifahan Ottoman, di #Xinjiang ada kerajaan Islam, dan diruntuhkan di bawah kekuasaan China.
4. Orang2 Turki di Anatolia dulu asalnya pendatang dari org Turki di daerah Asia Tengah, juga pelarian pasca Kerajaan Islam di #Xinjiang runtuh.
5. LSM di Turki pada buat pernyataan pengutukan terhadap penindasan China, dan mengkampanyekan bantuan utk muslim2 yg di tindas disana. #Xinjiang
6. Pemerintah #Turki kirim nota diplomatik ke China soal diskriminasi thd Muslim #Xinjiang. China gak terima, #China malah balik keluarkan Travel Warning ke Turki.
7. Beberapa Demonstrasi anti-#China dilaksanakan di #Turki; di sosmed, sebagian memasang profile/cover picture solidaritas Muslim #Xinjiang
8. Konsulat Thailand di Istanbul didemo, setelah pemerintah Thailand keluarkan keputusan resmi kembalikan pengungsi Muslim #Xinjiang yang ada di Thailand dikembalikan ke China.
Group protesting Uighur Turks' extradition to China attacks Thailand consulate in Istanbul http://www.dailysabah.com/nation/2015/07/08/group-protesting-uighur-turks-extradition-to-china-attacks-thailand-consulate-in-istanbul
9. Jumlah Muslim Uyghur (termasuk dr #Xinjiang) yg lari ke Turki mencari suaka, terus bertambah. Cuma Turki yg mau menerima & merawat mereka.
10. Mereka di Turki diberi bantuan, tempat tinggal, anak2-nya di sekolahkan. #Xinjiang
11. Muslim Uyghur menyekolahkan anak2 nya di turki karena di Turki mereka bebas diajari Alquran dan ilmu agama. Di #Xinjiang, segalanya dibatasi
12. Kabarnya, Erdogan akan datang ke China untuk menyelesaikan masalah ini. #Xinjiang
*dari twitter @AryaSandhiyudha (9/7/2015)
NB: Erdogan datangi China bukan mau utang loh
|
| Ketika Khalifah Umar Menangis Takut Tak Ada Yang Berani Mengkritiknya | | 8:03:31 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Tatkala Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq merasakan ajalnya sudah dekat, ia mengundang para sahabat untuk membahas siapa penggantinya. Abu Bakar juga menulis surat yang ditujukan kepada khalayak, yang menjelaskan atas apa pilihannya itu. Abu Bakar menjatuhkan pilihannya kepada Umar bin Khaththab. Tapi, kepada para sahabat, Abu Bakar berkata, 'Saya menjatuhkan pilihan kepada Umar, tapi Umar bebas menentukan sikap.
Rupanya, umat juga bersetuju dengan Abu Bakar. Lalu, kepada Umar, Abu Bakar berpesan, "Sepeninggalku nanti, aku mengangkatmu sebagai penggantiku." ucap Abu Bakar pada Umar bin Khaththab.
"Aku sama sekali tak memerlukan jabatan khalifah itu," ujar Umar menolak.
Tapi, atas desakan Abu Bakar dan dengan argumentasi yang membawa misi Ilahi, Umar luluh dan menerimanya. Sepeninggal Abu Bakar, ketika Umar dilantik jadi khalifah, ia justru menangis. Orang-orang pun bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau menangis menerima jabatan ini?"
"Aku ini keras, banyak orang yang takut padaku. Kalau aku nanti salah, lalu siapa yang berani mengingatkan?"
Tiba-tiba, muncullah seorang Arab Badui dengan menghunus pedangnya, seraya berkata, "Aku, akulah yang mengingatkanmu dengan pedang ini."
"Alhamdulillah," puji Umar bersyukur, karena masih ada orang yang mau dan berani mengingatkannya bila ia melakukan kesalahan.
Sumber: Hidayatullah.com
NB: Kritik Presiden RI tak perlu dengan pedang, cukup tulisan
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !