Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Tuesday, July 7, 2015 | 10:46 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Beredar Surat Undangan Pelantikan Kepala BIN Dengan Singkatan Salah 'Badan Intelijen Nasional'
1:45:13 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Di jejaring sosial media beredar Surat Undangan Pelantikan Kepala BIN tapi singkatannya keliru 'Badan Intelijen Nasional' padahal BIN adalah kepanjangan 'Badan Intelijen Negara'.

Pada Kop Surat, surat undangan tersebut dibuat oleh MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

Salah satu yang mengunggah foto Undangan 'keliru' adalah Gede Pasek Suardika.

"Apa benar undangan yg beredar spt ini? Semoga saja bukan. Krn singkatan BIN sptnya keliru deh," tulis mantan politisi Demokrat sahabat karib Anas Urbaningrum ini melalui akun twitternya @G_paseksuardika, Rabu (8/7).

Pada foto undangan yang diunggah tampak resmi dengan adanya stempel.

Menurut salah seorang yang kerja di DPR, undangan yang beredar di socmed adalah asli.

"Asli, karna semua anggota DPR Komisi 1, dapatnya ya itu.. :) " tulis @tata_irianty di twitter.

"Boleh, ke DPR aja, ketemu pak Sukamto/ mas Hanafi Rais, nanti biar ditunjukkan undangannya memang begitu :)" lanjut @tata_irianty yang kerja di Fraksi PAN DPR RI.

"Bisa jadi untuk yg ke dpr salah cetak, ke institusi lain benar, misal ke kementrian lain, yg saya tau ke DPR," jelas @tata_irianty. 

Undangan ASLI, tertulis BADAN INTELIJEN NASIONAL. by @rohbudbud

Acara pelantikan Kepala BIN yang baru, Sutiyoso, akan dilangsungkan hari ini, Rabu (8/7/2015), pukul 12.45 WIB di Istana Negara Jakarta. Berbarengan dengan pelantikan Panglima TNI yang baru, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sampai berita ini diposting belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana/Mensesneg terkait beredarnya Undangan dengan singkatan BIN yang keliru. Apakah asli/bukan? atau sudah ada REVISI?



Perbicangan ramai di social media soal keliru undangan ini menjadikan 'Badan Intelijen Nasional' Trending Topic di twitter.

UPDATE:

Setelah ramai di twitter, ada kabar UNDANGAN YANG KELIRU TELAH DI-REVISI dan diganti dengan singkatan BIN yang benar 'BADAN INTELIJEN NEGARA'.

Jadi kalau ada foto Undangan tertulis BADAN INTELIJEN NEGARA maka itu adalah UNDANGAN SETELAH REVISI.

UPDATE:

Kementerian Sekretariat Negara Akui Salah Ketik Undangan Pelantikan BIN
Berikut ISI PRESS RELEASE dari Kementerian Sekretariat Negara.

"Ini bukan urusan salah ketik. Jika naskah sesederhana undangan salah - lalu bgmn nasib ribuan keputusan2 penting yg punya konskuensi hukum?" komentar pak @mantriss, mantan caleg PDIP DPR RI ini.




Kementerian Sekretariat Negara Akui Salah Ketik Undangan Pelantikan BIN
1:39:16 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Gambar diatas adalah PRESS RELEASE dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia terkait 'salah ketik' Undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI.

Kementerian Sekretariat Negara mengakui ada kesalahan teknis penulisan BIN 'Badan Intelijen Nasional'. Penulisan yang benar sesuai Undang-Undang adalah Badan Intelijen Negara.

Pernyataan kekeliruan dan permintaan maaf juga disampaikan Sekretariat Kabinet melalui akun twitternya @setkabgoid. Berikut isi twitnya siang ini (Rabu, 8/7/2015):

Selamat siang tweeps. Berikut disampaikan mengenai informasi terkait kesalahan penulisan pd undangan pelantikan Kepala BIN & Panglima TNl.

1. Terkait kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNl, Kemsetneg telah menarik & mengganti undangan tsb.

2. Penulisan yg benar adalah Kepala Badan lntelijen Negara, sesuai dengan undangan yg telah dikirimkan kembali pd tamu/pejabat yg diundang.

3. Kementerian Sekretariat Negara memohon maaf atas hal tersebut.

4. Kemsetneg berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan & peningkatan kualitas layanan administrasi di lingkungan Lembaga Kepresidenan.

5. Berikut terlampir undangan resmi yang telah diperbaiki dan telah dikirimkan kembali kepada tamu undangan.

Undangan SETELAH REVISI

Berita sebelumnya: Beredar Surat Undangan Pelantikan Kepala BIN Dengan Singkatan Salah 'Badan Intelijen Nasional'

Undangan yang salah ketik dan BELUM REVISI



Undangan Salah Tulis, Anggota DPR Enggan Hadiri Pelantikan Kepala BIN
1:33:36 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Anggota Komisi I DPR, Sukamta, mengaku mendapatkan undangan dari Sekretariat Negara untuk menghadiri pelantikan Letjen (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Namun, karena ada kesalahan kepanjangan singkatan BIN, Sukamta enggan menghadiri acara itu.

"Karena salah, mohon maaf saya tidak hadir," kata Sukamta saat dihubungi, Rabu (8/7/2015).

Undangan itu salah menuliskan singkatan BIN menjadi Badan Intelijen Nasional.

Sukamta menilai bahwa kesalahan penulisan ini sebenarnya hal sepele. Namun, ia berpendapat bahwa Sekretariat Negara semestinya lebih teliti. Apalagi, undangan ini ditujukan untuk lembaga negara lain.

"Masa sih buat undangan keliru. Mau jadi republik keliru? Mestinya kan zero tolerance, apalagi untuk kesalahan begini," ucapnya.

Akibat kesalahan penulisan itu, Sekretariat Negara telah menyampaikan permintaan maaf. Setneg mengirimkan ulang undangan ralat kepada para pejabat yang sudah menerima undangan salah.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2015/07/08/12044971/Undangan.Salah.Tulis.Anggota.Komisi.I.Ini.Enggan.Hadiri.Pelantikan.Kepala.BIN



Tidak Semua Yang Diajak Bicara Oleh Allah Berarti Nabi
1:30:01 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com
Ada orang yang diajak berbicara oleh Allah SWT dan kita baca kisahnya dalam Al-Quran, namun tidak secara otomatis dia menjadi nabi. Misalnya, kisah tentang Dzulqarnain yang amat masyhur dan sudah kita hafal. Di dalam Al-Quran kita membaca bahwa Allah SWT berkata-kata kepadanya.

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami (Allah SWT) berkata, "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (QS. Al-Kahfi: 86)

Tegas dan jelas bahwa Allah berkata-kata kepada Dzulqarnain di dalam ayat ini, namun para ulama umumnya mengatakan bahwa beliau bukanlah seorang nabi. Bahkan dalam dafar 25 nama nabi yang tertera di dalam Al-Quran, beliau pun tidak disebutkan namanya. Itu menunjukkan bahwa seorang Dzulqarnain bukanlah seorang nabi. Meski namanya tertera dengan jelas di dalam Al-Quran.
(Galafath)




HAMAS Haramkan Kelompok Pro Syi'ah dan Iran di Gaza
1:00:06 AMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Otoritas Palestina di Gaza telah mengumumkan pembubaran dan pelarangan gerakan Ash Shabirin, sebuah gerakan pro-Syi'ah. Diberitakan Middle East Monitor, pihak Hamas juga telah memerintahkan supaya semua gerakan yang pro-Iran dilarang dan diberhentikan segala aktivitasnya.

Keputusan pihak Hamas dalam pembubaran gerakan Ash Shabirin dilakukan setelah menerima banyak permohonan dari sebagian besar warga Gaza, di mana mereka merasa khawatir gerakan tersebut akan menjadi 'pintu gerbang penyebaran ideologi Syi'ah di Gaza'.

Selain itu gerakan Ash Shabirin tidak membantah kesetiaannya kepada negara Iran, bendera gerakan tersebut juga sangat mirip dengan bendera gerakan Hizbullat di Lebanon.

Bahkan gambar Ayatullah Khomeini, mantan pemimpin tertinggi Iran juga dilaporkan terpasang pada dinding rumah pemimpin mereka.

Gerakan Ash Shabirin didirikan oleh Hisyam Salim, mantan pemimpin gerakan Jihad Al-Islami kira-kira dua tahun setelah dia dipecat dari gerakan Jihad Al-Islami karena membuat gerakan yang condong pada ideologi Syi'ah.

Hisyam Salim menyampaikan kepada wartawan Al-Monitor bahwa dia ditendang karena masalah 'perbedaan pendapat'.

Selain itu, Hisyam Salim juga pernah ditahan sebanyak dua kali oleh otoritas Hamas.

Pelarangan gerakan Syiah ini menunjukkan bantahan yang telak bagi sebagian pihak yang menyatakan bahwa Hamas memiliki loyalitas pada Syiah yang sesat.

Sumber: Fimadani




RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK