| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Kementerian Sekretariat Negara Akui Salah Ketik Undangan Pelantikan BIN | | 12:44:36 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Gambar diatas adalah PRESS RELEASE dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia terkait 'salah ketik' Undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI.
Kementerian Sekretariat Negara mengakui ada kesalahan teknis penulisan BIN 'Badan Intelijen Nasional'. Penulisan yang benar sesuai Undang-Undang adalah Badan Intelijen Negara.
Gambar PRESS RELEASE ini redaksi peroleh dari seorang jurnalis @didietap yang men-share di jejaring twitter.
|
| Keren! 2 Novel @asmanadia Segera Menyusul Ke Layar Lebar | | 12:00:02 AM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Setelah novel Surga Yang Tak Dirindukan diadaptasi ke layar lebar, Asma Nadia menyiapkan dua novel lain yang akan dihadirkan dalam bentuk film.
"Pesantren Impian dan Jilbab Traveler," kata Asma, usai pemutaran Surga Yang Tak Dirindukan, Selasa (7/7).
Dua novel itu mengusung genre yang berbeda, Pesantren Impian bergenre misteri thriller sementara Jilbab Traveler menguak sisi Asma Nadia yang telah berkeliling dunia.
Asma mengemukakan Pesantren Impian akan digarap sutradara Ifa Isfansyah. Saat ini, katanya, skenario sedang digodok hingga matang, lokasi dan pemain pun masih dicari. Yogyakarta tampaknya akan menjadi latar belakang dari cerita.
Sementara itu, pengambilan gambar Jilbab Traveler akan bertempat di Korea Selatan. Adik penulis Helvy Tiana Rosa itu menambahkan ada kemungkinan syuting pun dilakukan di Eropa.
Asma mengatakan setiap karyanya mengandung sebuah perjuangan. Dalam Emak Ingin Naik Haji, Asma menyinggung fakta timpangnya nasib orang-orang yang ingin berhaji di Indonesia. Ada yang dengan mudah dapat ke Tanah Suci berkali-kali, ada yang menabung seumur hidup namun tak kunjung meraih kesempatan itu.
Rumah Tanpa Jendela berisi persoalan sosial, sementara Surga Yang Tak Dirindukan mengangkat tema poligami.
"Pesantren Impian ada masalah narkoba, di Jilbab Traveler sisi traveling Asma Nadia belum tersentuh," imbuh dia.
Dia berharap dapat menginspirasi bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu, seperti yang pernah dialaminya dulu, juga dapat keliling dunia ke puluhan negara. Asma ingin agar setiap film yang diadaptasi dari novelnya dapat memperluas media edukasi bagi masyarakat.
Dia mengemukakan beberapa syarat yang diajukan kepada setiap rumah produksi yang ingin menggarap novelnya, yakni memiliki hak berdiskusi mengenai pemilihan penulis skenario serta pemain.
"Semoga Allah masih buka pintu buat saya sehingga karya saya bisa diwujudkan terus dalam film," imbuh dia.
Novel-novelnya yang telah diwujudkan menjadi film antara lain Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela, Assalamualaikum Beijing dan Surga Yang Tak Dirindukan. Sementara itu, sang kakak Helvy Tiana Rosa juga sedang mempersiapkan adaptasi film perdananya dari novel Ketika Mas Gagah Pergi yang rencananya tayang Januari 2016.
Sumber: http://bandung.bisnis.com/read/20150708/34247/537404/2-novel-asma-nadia-segera-menyusul-ke-layar-lebar
|
| Soal Kritik Ahok, Ketua BPK: Kalau Komentar, Pakai Data | | Tuesday, July 07, 2015 11:56 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Aziz menanggapi santai kritik Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang menyebut audit BPK memiliki standar ganda. Harry menyatakan BPK memiliki standar audit yang sama dalam memeriksa keuangan negara. "Standar mengaudit keuangan pemerintah daerah atau pemerintah pusat sama, tidak dibedakan karena keuangan negara," ujarnya saat dihubungi, Selasa, 7 Juli 2015.
Harry mengatakan standar keuangan itu diatur dalam undang-undang, sehingga tidak mungkin berbeda. Bahkan situs resmi BPK juga mencantumkan prosedur pemeriksaan yang bisa diakses siapa pun. "Ketentuan itu namanya Standar Pemeriksaan Keuangan Negara," katanya.
Karena itu, dia menyatakan ragu ada daerah yang pemimpinnya terjerat korupsi tapi mendapat status keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP). Bahkan dia menantang Gubernur Basuki untuk membeberkan data status keuangan WTP daerah yang pemimpinnya terjerat korupsi. "Kalau berkomentar harus disertai data, tidak bisa asal bicara saja," ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan tidak mungkin Gubernur Jakarta sebagai pihak yang diaudit tidak mendapat hak memberikan penjelasan. Sebab semua pihak yang diaudit BPK berhak memberikan penjelasan sebelum lembaganya memberikan predikat laporan keuangan.
Meski begitu, dia menyatakan bakal meminta penjelasan kepada BPK DKI Jakarta ihwal pernyataan Gubernur Basuki. Sebab BPK dianggap keliru menjalankan tugas jika tidak memberi kesempatan teraudit memberikan penjelasan.
"Karena anggota BPK juga manusia, mungkin salah, tapi harus dipastikan dulu kesempatan menanggapi tidak diberikan atau Gubernur tidak memberikan tanggapan," katanya.
Adapun BPK mengungkap 70 temuan dalam laporan keuangan DKI yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD kemarin. Temuan yang bernilai Rp 2,16 triliun itu terdiri atas program yang terindikasi menimbulkan kerugian daerah senilai Rp 442 miliar dan berpotensi merugikan daerah Rp 1,71 triliun. Lalu kekurangan penerimaan daerah Rp 3,23 miliar, belanja administrasi Rp 469 juta, dan pemborosan Rp 3,04 miliar.
Sumber: http://metro.tempo.co/read/news/2015/07/07/083681907/soal-kritik-ahok-ketua-bpk-kalau-komentar-pakai-data
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !