Headlines News :
Home » » PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Written By Unknown on Saturday, July 18, 2015 | 5:51 PM

Your RSS feed from RSSFWD.com. Update your RSS subscription
RSSFWD
PIYUNGAN ONLINE

PIYUNGAN ONLINE

Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan

Beredar PETISI Untuk Presiden Jokowi: "Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya"
8:44:15 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Beredar PETISI online "Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya". Petisi yang diinisiasi Maimon Herawati ini mulai beredar hari ini, Minggu (19/7/2015), di situs Change.org.

Berikut ISI PETISI:

Mempetisi ke
Presiden RI Joko Widodo
Wapres Jusuf Kalla
Kapolri Badrotin Haiti
Menteri Agama RI Menag Lukman Hakim Saifuddin

Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya

Pembakaran masjid, kios, dan rumah di Tolikara, Papua adalah ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan toleransi antar umat beragama. Jika teroris pelaku kejahatan ini tidak segera ditangkap dan diproses secara hukum, kerusuhan sangat mungkin menjalar ke daerah lain. Sentimen agama dan suku adalah api yang sangat mungkin menjalar, meluas dan meruntuhkan NKRI. Ambon adalah sejarah yang tidak ingin kita ulang.

Kami menuntut pemerintah dan aparat terkait untuk segera mencokok pelaku penghangusan masjid, 38 rumah, dan 63 kios, serta penyebab 153 jiwa mengungsi. Korban bukan hanya Muslim, tetapi juga Nasrani asli Papua. BUkankah sehari setelah kejadian, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mendeteksi adanya surat edaran Ketua GIDI wilayah Tolikara, Pendeta Nayus Wenea dan Sekretaris GIDI Pendeta Marthe Jingga yang berisi larangan umat Islam merayakan Idul Fitri di Karubaga Tolikara? Surat itu juga melarang muslimah berjilbab.

Kami minta pemerintah tegas menyebut tindakan itu sebagai tindakan terror dan tidak ada kaitannya dengan nilai agama manapun. Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Albertus Patty menyesalkan pembakaran masjid ini. Ia bahkan meminta aparat mengamankan siapapun pelaku kekerasan itu.  Ketua Lembaga Adat Papua, Lenis Kogoya juga mengimbau aparat kepolisian memburu pelaku pembakaran (Republika 18/7).

Teror adalah terror dan tidak ada satu agama pun yang mengarahkan pengikutnya menjadi teroris, yang mengancam kedamaian hidup yang lain.

***

Tolong bantu petisi ini, untuk Tolikara. Silahkan ikut tandatangani dan share.

LINK PETISI: https://www.change.org/p/yth-presiden-ri-jokowi-wapres-jusuf-kalla-kapolri-badrotin-haiti-menag-lukman-hakim-siafuddin-usut-tuntas-teror-tolikara-dan-cokok-pelakunya




Anis Matta: Insiden Tolikara Dikirim Allah untuk Menguji Iman Kita
8:30:00 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

1. Insiden Tolikara, Papua, seperti dikirim Allah untuk menguji iman kita di Hari Raya Idul Fitri..

2. Saya sedih dan prihatin, tp saya tdk akan mengomentari insiden ini dulu, mari kumpulkan informasi smp semua jernih..

3. Saya berdoa agar insiden itu dapat diselesaikan.. Malah menjd momentum utk menunjukkan kebesaran hati umat Islam di Indonesia..

4. Saya juga mendukung agar pendekatan hukum dibarengi dgn usaha merangkul semua anak bangsa Indonesia..

5. Hari Lebaran sering dimaknai sbg hari kemenangan.. Tapi, pd hari kemenangan itu kita kumandangkan takbir..

6. Artinya, ada yg lebih agung dan berkuasa dr usaha manusia, yaitu Allah Yang Maha Besar..

7. Kemenangan manusia bukan kemenangan mutlak, krn itu semua kita raih dgn izin Allah..

8. Setelah berjuang dgn ibadah soliter (puasa, tarawih, i'tikaf), kita merayakannya dlm semangat kolektif (shalat di lapangan dan bermaaf2an)..

9. Artinya, kesalehan individual kita perlu dikonfirmasikan dgn tindakan sosial kita..

10. Artinya juga, sesaleh apa pun kita, selalu ada kemungkinan kita berbuat dosa thd orang lain..

11. Idul Fitri juga mengajarkan kegembiraan dlm beragama..

12. Bisa jadi kita bersimpuh berurai air mata saat tarawih atau i'tikaf di hening malam..

13. Tapi saat pagi Idul Fitri menjelang, kita diajak utk bangun dlm kegembiraan, berjalan ke tmpt shalat Ied dgn wajah berseri2..

14. Dlm kegembiraan itu pula kita patut berdoa bagi saudara2 kita yg belum sepenuhnya bergembira di Hari Raya ini..

15. Kaum muslim Rohingya di Myanmar dan di pengungsian serta kaum Uighur di China yg mendpt tekanan dr rezim yg berkuasa..

16. Juga saudara kita di Palestina, Irak, Syria, Mesir, Yaman, Libya dan masih banyak lagi..

17. Juga kaum muslim Indonesia yg masih didera kemiskinan atau bencana..

18. Mari kita bagi sebagian hati gembira kita utk mereka.. Teriring doa semoga Allah meridhoi langkah kita selepas Idul Fitri ini..

19. Saya dan keluarga besar @PKSejahtera menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin..

20. Kobarkan semangat Indonesia!!

*dari twit @anismatta (18/7/2015)




BSMI Jayawijaya Galang Pembangunan Masjid Tolikara, Sudah Terkumpul Rp 100 Juta
8:04:56 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Tak ingin berlama-lama dengan keprihatinan, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jayawijaya melakukan penggalangan dana pembangunan kembali masjid di Kaburaga, Tolikara, Papua. Mereka mengajak kaum Muslim menyisihkan rezeki lewat program "Masjid Kaburaga, yuk Bangun Kembali."

"Kami sedang membuka penggalangan dana untuk membangun masjid di Karubaga tersebut. Tentunya berkoordinasi dengan pihak setempat dan saat kondisi sudah stabil," kata Hamdani, pengurus BSMI Jayawijaya kepada ROL, Sabtu (18/7).

"Kami sdh brkoordinasi dgn bbrp lmbaga Islam d Jayawijaya trmasuk MUI Jayawijaya untuk pmbangunn kembali mesjid yang dibakar #kabartolikara," tulis BSMI Jayawijaya melalui akun twitternya @BsmiJayawijaya.

Dilansir dari laman Facebook BSMI Jayawijaya, Sabtu (18/7), mereka menilai pembakaran masjid di distrik Karubaga, Tolikara, Papua sebagai sebuah bentuk intoleransi dalam beragama. Hamdani mengatakan, pembangunan kembali masjid Kaburaga akan dilakukan setelah kondisi stabil. Pasalnya, sekarang kondisi di sana belum stabil.

Seperti diketahui, peristiwa pembakaran masjid terjadi saat umat Muslim Tolikara tengah bergembira menyambut hari raya Idul fitri. Pada pukul 07.00 WIT saat jamaah sedang melaksanakan sholat Id, sejumlah oknum masyarakat menyerang dengan lemparan batu, kemudian melakukan pembakaran masjid.

Melihat hal ini, BSMI Cab Jayawijaya melalui program "Masjid Karubaga, yuk Bangun Kembali", mengajak kaum Muslim yang memiliki kelebihan rezeki untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah guna pembangunan kembali Masjid Karubaga, Kab. Tolikara, Papua.

Donasi dapat disalurkan melalui rek BRI 031101000688300 a.n BSMI Cab. JAYAWIJAYA. "Saat masjid tempat mulia kita dibakar, saat tempat ibadah kita dirusak, kita akan serukan bahwa, saksikanlah kami akan membangunnya kembali," tulis mereka di akun BSMI Jayawijaya

Sumber: ROL

UPDATE

Per 18 Juli 2015, donasi yang sudah terkumpul via BSMI Jayawijaya sebesar Rp 112 juta.

"Kabar terakhir dari bendum BSMI dana yang terkumpul untuk pembangunan mesjid 112 juta #kabartolikara," tulis BSMI Jayawijaya melalui akun twitternya @BsmiJayawijaya, Sabtu (18/7) malam.

BSMI Jayawijaya juga mengabarkan muslim Tolikara sekarang diungsikan ke Wamena.

"Relawan kita Haryoni (relawan BSMI) yang juga ikut shalat ied saat pembakaran itu juga sudah sampai di Wamena, smg kondisi segera mbaik," tulisnya di twitter.

Bulan April yang lalu Muslim dari Tolikara masih sempat memberikan bantuan untuk Muslim di Hitigima melalui BSMI.
Aktivis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) bersama Muslim di Perkampungan Walesi, Jayawijaya, Papua



Muslim-Amerika Kumpulkan Donasi $100,000 Untuk Membangun Kembali Gereja Yang Dibakar
7:52:15 PMPIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com

Tiga organisasi Muslim Amerika saling bekerjasama untuk mengumpulkan dana dan membantu membangun kembali gereja-gereja Kristen AS yang dibakar dalam beberapa pekan terakhir.

Inisiatif ini dimulai setelah delapan gereja milik kelompok warga kulit hitam Amerika (Afro America) dibakar sejak tragedi penembakan Charleston (18/6/2015), di mana seorang pria kulit putih bersenjata menewaskan sembilan jemaat dan pendeta di Gereja bersejarah Emanuel Afrika Methodist Episcopal di Charleston, Carolina Selatan. Biro penyelidik federal (FBI) akhirnya berhasil menangkap pelaku penembakan, Dylann Roof, 21 tahun, seorang warga AS kulit putih dari Lexington, South Carolina, atas motif kebencian ras kulit hitam.

Kondisi kebencian ras ini meningkatkan kekhawatiran nasional untuk gereja hitam dan masyarakat kulit hitam Amerika.

Sebuah pernyataan di halaman penggalangan dana yang dilakukan Muslim-Amerika mengatakan, "Serangan terhadap gereja-gereja untuk kulit hitam adalah bentuk intimidasi yang sudah usang. Namun secara historis digunakan untuk menyerang ketakutan ke dalam hati orang-orang kulit hitam."

"Sebagai Muslim kita mengetahui pentingnya melindungi mereka yang rentan dan menghormati orang-orang yang memanggil Tuhan dalam berbagai lidah mereka. Kami menghimbau Anda untuk membantu menambahkan dukungan untuk komunitas agama di seluruh negeri, untuk mengumpulkan sumber daya mereka untuk membangun kembali gereja-gereja ini," tulis pernyataan penggalangan dana tersebut.


Penggalangan dana ini digagas oleh organisasi Ummah Wide, Muslim Anti-Racism Collaborative dan Arab American Association of New York. Mengusung tema "Respond With Love" (Membalas dengan Cinta) pengumpulan dana dilakukan sejak 2 Juli lalu dan berakhir pada 18 Juli kemarin, tepat di hari ke-2 Syawal dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar $100,470 (atau Rp 1,3 Miliar).

"The #RespondWithLove campaign just broke $100,000. Thank you for standing against hate. http://www.launchgood.com/rebuild," tulis LSM Muslim Anti-Racism di akun twitternya @MuslimARC, Sabtu (18/7/2015). 

Sumber: Rimanews, Twitter @MuslimARC 

[NB: Yang bakar gereja di Amerika BUKAN ORANG ISLAM]

Baca di situs resmi Penggalangan Dana: https://www.launchgood.com/project/respond_with_love_rebuild_black_churches_support_victims_of_arson_across_the_south#





RSSFWD - From RSS to Inbox
3600 O'Donnell Street, Suite 200, Baltimore, MD 21224. (410) 230-0061
WhatCounts
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PETA MEDAN JOHOR

PETA MEDAN JOHOR

REAL COUNT PILGUBSU 2018

REAL COUNT PILGUBSU 2018
DPC PKS Medan Johor by Zul Afkar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DPC PKS Medan Johor - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Zoel Afkar MK