| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Posko Keliling Panasbung Ahok Sudah Bergerak | | 9:41:41 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Front Pembela Islam (FPI) melalui fanpage facebook mengingatkan Umat Islam DKI Jakarta agar waspada dan jangan tertipu pengumpulan KTP untuk keperluan Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017.
Berikut pernyataan FPI yang redaksi ambil dari fanpage FPI.
POSKO KELILING PANASBUNG AHOK SUDAH BERGERAK!!!
Kami mendapat informasi bahwa mulai hari ini dan seterusnya dengan menggunakan mobil-mobil pribadi yang diperkirakan sumbangan James Ryadi dan cukong-cukong Cina lainnya, Panasbung Ahok yang menamakan dirinya "Teman Ahok" mulai bergerilya dan mangkal di berbagai lokasi strategis di Jakarta dalam rangka mengumpulkan KTP Warga DKI untuk memajukan Ahok sebagai Cagub dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Umat Islam dan warga DKI harap waspada, jangan sampai kita serahkan KTP kita karena itu akan dimanfaatkan oleh mereka. Jangan terbuai sogokan angpao dan rayuan mereka, karena sama saja kita menjual agama kita untuk kepentingan mereka!
Apalagi dikhawatirkan Panasbung Ahok itu akan melakukan penipuan meminta KTP kita dengan alasan akan mendapatkan hadiah/undian dsb padahal KTP kita akan dinyatakan sebagai tanda mendukung pencalonan Ahok sebagai Cagub dari jalur independen dalam Pilkada DKI 2017.
*Sumber: Fanpage FPI
|
| Geledah Kantor Gubernur Sumut Dengan Laras Panjang, KPK Seperti Geledah Teroris | | 9:29:32 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Sabtu malam (11/7), KPK menggeledah Ruangan kerja Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, di Jalan Diponegoro nomor 30 Medan.
Informasi yang dihimpun, 15 penyidik KPK yang memakai rompi KPK itu langsung menyebar ke lantai 2 dan lantai 9, setelah mereka tiba sekitar pukul 22.50 WIB dengan menggunakan tiga mobil. Tim penyidik KPK yang dipimpin H.N Chriantian itu dikawal polisi bersenjata laras panjang.
Di lantai 2, para penyidik KPK menuju ruangan kerja Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. Adapun Ketua tim H.N Christian memasuki ruangan kerja Gubernur Sumut ditemani pegawai Pemprov Sumut bernama Salman.
Saat penggeledahan terjadi, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho tidak mengetahuinya. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setda Provsu), Hasban Ritonga mengaku, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho tidak mengetahui perihal kantor tempat kerjanya turut diperiksa KPK, menyangkut kasus suap dana Bansos dan dana Bantuan Dana Bawahan yang melibatkan, Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan Panitera Syamsir Yusfan.
Menanggapi penggeledahan KPK yang dikawal aparat polisi dengan persenjataan laras panjang ini, Pakar Hukum Prof. Romli Atmasasmita mengganggap KPK berlebihan seperti sedang menggeledah sarang Teroris.
"Knapa kpk geledah pake bw polisi dgn senjara laras panjang kaya buru teroris? Apa memang begitu SOP nya? Kayak mu geledah rmh teroris," ujar perumus UU KPK ini melalui akun twitternya @romliatma, Minggu (12/7/2015).
Kejadian serupa dulu pernah terjadi dan dilakukan KPK saat menggeledah kantor DPP PKS dalam kasus ustadz Luthfi Hasan Ishaq.
|
| Syahidnya Panglima Romawi Gergorius Teodorus Dalam Perang Yarmuk | | 9:20:09 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Pertempuran Yarmuk (????? ???????) adalah perang antara pasukan Muslim dibawah komando Panglima Khalid bin Walid melawan Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 636 M/13 Hijriyah. Terjadi pada masa akhir Khalifah Abu Bakar. Saat pertempuran Yarmuk berlangsung Khalifah Abu Bakar wafat di Madinah dan digantikan Khalifah Umar.
Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke wilayah Syam (Palestina, Suriah) yang rakyatnya menganut agama Kristen. Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan.
Saat itu wilayah yang disebut Syam (Palestina dan Suriah) dibawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Kota Yarmuk saat ini masuk wilayah Suriah (Syria).
Jumlah pasukan Islam yang dikirim Khalifah Abu Bakar sebanyak 40.000 personil yang dipimpin Panglima Tertinggi Khalid bin Walid (yang dijuluki Saifullah/Pedang Allah) dengan dibantu 4 Panglima: Abu Ubaidah bin Jarrah, Yazid bin Abi Sufyan, Syurahbil bin Hasanah, Amru bin Ash.
Mendengar kabar pasukan Islam yang hendak masuk ke wilayah Syam, Kaisar Heraklius segera mengumpulkan pasukan Romawi sebanyak 240.000 personil. Sebanyak 80.000 pasukan infantri, 80.000 pasukan penunggang kuda, dan 80.000 pasukan yang diikat dengan rantai besi agar tidak melarikan diri saat berkecamuk perang.
"Demi Tuhan, kita akan sibukkan (khalifah) Abu Bakar sehingga ia tidak akan pernah berpikir lagi untuk mengirim kuda-kudanya ke daerah kita," ucap Kaisar Heraklius.
"Demi Allah, aku akan sibukkan pasukan Nasrani dengan mengutus Khalid bin Walid," ujar Khalifah Abu Bakar.
Pasukan Romawi dipimpin Panglima Tertinggi Theodore dengan beberapa panglima yang membantu: Panglima Caicarius Nastus,Panglima Dracus, dan Panglima Gergorius Teodorus.
PERISTIWA GERGORIUS TEODORUS
Panglima Gergorius Teodorus itu dipanggil di dalam literatur Arab dengan Jirji Tudur/Jarajah. Pada suatu hari iapun keluar dari perkemahan pasukan Romawi dengan peralatan perangnya, turun dari kudanya dan menancapkan panji-panjinya ditengah medan, lalu menyerukan Panglima Besar Khalid supaya keluar untuk menghadapinya.
Panglima Gergorius itu ikut dalam perang Romawi-Persia yang belasan tahun lamanya dan karena senantiasa bergaul dengan lapisan bangsawan sukubesar Ghassani dalam medan-medan pertempuran itu maka lambat laun menguasai bahasa Arab dialek Syam (Palestina/Syiria). Gergorius juga sudah mendengar kabar 'kesaktian' Khalid bin Walid yang dijuluki 'Pedang Tuhan'. Gergorius menantang Khalid karena penasaran apa hebatnya Khalid sehingga kabar tentang sosok Khalid tersiar dimana-mana. Khalid sosok panglima paling ditakuti saat itu karena tersiar kabar tak ada yang bisa mengalahkan Khalid, tak ada pasukan manapun yang tak bisa dikalahkan pasukan Khalid bin Walid. Kabar tersiar bahwa kehebatan Khalid karena dia memilik 'Pedang' yang langsung turun dari langit pemberian Allah sehingga dijuluki 'Pedang Allah'.
Tantangan Panglima Gergorius itu diterima oleh Panglima Khalid dan lalu maju ketengah medan mengendarai kudanya.
Perang tanding itu berlangsung beberapa jurus lamanya. Tombak Panglima Gergorius itu akhirnya patah dua ditabas khanjar Panglima Khalid dan segera diganti dengan pedang berat.
Pada suatu kali, sewaktu pedang bersilang dan kuda bersisi-sisian dan saling tolak menolakkan pedang bagaikan penca-jari diatas meja, maka ahli sejarah sehabis pertempuran Yarmuk yang terkenal itu, mencatat percakapan yang berlangsung diantara keduanya berbunyi sebagai berikut:
"Hai Khalid! Coba katakan dengan benar dan jangan bohongi saya. Seorang merdeka tidak layak berbohong. Dan jangan tipu saya. Seorang mulia tidak layak menipu. Coba katakan: Apakah betul Allah telah turun kepada Nabimu membawa pedang dari Langit dan lalu menyerahkannya kepada Anda sehingga anda beroleh panggilan Pedang Allah. Setiap Anda mencabut pedang itu maka tidak ada lawan yang tidak tunduk!?"
"Bukan!"
"Lantas kenapa Anda dipanggilkan Pedang Allah."
Panglima Khalid menatap lawannya itu, dan bagaikan timbul saling pengertian, lantas keduanya menghentikan saling adu tenaga itu dan Panglima Gergorius minta dijawab pertanyaannnya itu.
"Allah Maha Agung dan Maha Mulia mengutus seorang Nabi kepada kami. Bermula kami menantangnya dan memusuhinya. Sebagian diantara kami beriman dan mengikutinya. Aku termasuk pihak yang mendustakannya, memusuhinya dan memeranginya. Akan tetapi Allah kemudian menurunkan hidayah kedalam hatiku dan akupun beriman dan menjadi pengikutnya. Nabi Muhammad lalu berkata kepadaku: Engkau sebuah pedang diantara sekian banyak pedang Allah, terhunus bagi menghadapi kaum Musyrik. Ia mendoakan aku supaya tetap menang. Tersebab itulah aku dipanggilkan Pedang Allah."
"Saya dapat menerima keterangan Anda itu daripada mendengarkan dongengan tentang diri Anda" ujar Gergorius. Iapun menyusuli lagi dengan sebuah pertanyaan: "Didalam menjalankan tugas anda itu, maka seruan (dakwah) apakah yang Anda ajukan?"
"Mengakui bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan mengakui bahwa Muhammad itu Rasul Allah"
"Jika tidak bersedia menerimanya?"
"Membayar Jizyah, mengakui kekuasaan Islam, dan kami berkewajiban menjamin hak-hak miliknya dan nyawanya dan keyakinan yang dianutnya."
"Jika tetap tidak bersedia menerimanya?"
"Pilihan lainnya adalah perang dan kami siap untuk perang."
"Bagaimana kedudukan (al-Manzilat) dari seseorang yang masuk ke dalam lingkungan kamu dan menerima pilihan pertama (masuk Islam) itu pada hari ini, apakah sama kedudukannya dengan yang lainnya (yang duluan masuk Islam) dalam segala hal?"
"Ya, benar."
"Kenapa bisa sama dengan kamu, sedangkan kamu sudah lebih duluan dari padanya?"
"Kami memeluk Islam dan mengikat bai'at terhadap Nabi Muhammad. Ia hidup bersama kami, dan kami menyaksikan kebesarannya dan mukjizat-mukjizat bagi pertandaan kebenarannya. Sedangkan yang sekarang masuk Islam, orang itu tidak pernah berjumpa dengan Nabi Muhammad dan tidak pernah menyaksikan mukjizat dan kebesarannya itu, tetapi ia membenarkannya. Jikalau masuk Islamnya itu jujur dan niatnya jujur maka sebetulnya dia lebih mulia daripada kami."
"Keterangan Anda bersifat benar, tidak menipu, tidak membujuk. Demi Allah, saya terima ajakan yang pertama itu (masuk Islam)"
Sejarah mencatat bahwa Panglima Gergorius Teodorus itu melemparkan perisainya dan lalu berangkat bersama Khalid ke dalam perkemahan pasukan Islam. Khalid menyediakan satu bejana air lalu menyuruhnya mandi, kemudian shalat bersamanya dua rakaat.
Sejarah mencatat bahwa pada saat pecah Pertempuran Yarmuk yang terkenal itu, Gergorius Teodorus bahu membahu dengan Panglima Khalid dan Syahid dalam pertempuran.
***
Pertempuran Yarmuk akhirnya dimenangkan pasukan Islam. Allah SWT mengkaruniakan kemenangan kepada pasukan Khalid bin Walid. Dari pihak Romawi jumlah korban terbunuh total sebanyak 120.000 orang. Sedang gugur sebagai syahid dari pihak kaum muslimin kurang lebih 3.000 Mujahid.
Historians' History of the World, terbitan Encyclopedia Britannica Co. Ltd, London, volume III (Arabs) halaman 148, menulis tentang kehancuran pasukan Romawi itu dengan segala akibatnya sebagai berikut:
On the second morning they moved forward, ang enganged in all parts with all imaginable vigour. The fight, or rather the slaughter, continued till evening. The Christian army was entirely routed and defeated. The Saracens killed the day fifty thousand men. Those that escape fled, some of them to Caesarea, other to Damascus, and some to Antioch. The Saracens took plunder of inestimable value, and a great banners, and crosses made of gold and silver, precius stones, silver and gold chains, rich clothes, and arms without number; which Khalid said he would not divide until Damascus was taken.
Bermakna:
Mereka (pasukan Islam) itu pada pagi hari kedua bergerak maju, dan seluruh bagiannya terlibat dengan semangat tempur yang dapat dibayangkan. Pertempuran itu, atau lebih tepat disebut dengan penyembelihan besar-besaran itu, berlangsung sampai senja hari. Pasukan Kristen diobrak-abrik seluruhnya dan hancur. Pasukan Islam menewaskan lawannya pada hari itu sejumlah 50.000 orang. Mereka yang sempat meluputkan dirinya segera lari, sebagian menuju Caesarea, yang lain menuju Damaskus, dan sebagian menuju Antiokia. Pasukan Islam beroleh harta rampasan perang yang tidak ternilai: sekian banyak panji-panji, dan salib-salib yang terbikin dari emas dan perak, dan kalung-kalung rantai yang terbikin dari emas dan perak,dan pakaian-pakaian mewah, dan alat persenjataan tanpa terhitung jumlahnya; dan terhadap sekian harta rampasan perang itu, Panglima Besar Khalid berkata, bahwa belum akan dibagikannya kepada seluruh anggota pasukan sebelum Damaskus direbut dan dikuasai.
Berita kemenangan di Yarmuk itu disampaikan ke Madinah dan disambut oleh Khalifah Umar (yang menggantikan Khalifah Abu Bakar sesudah wafat) beserta penduduk dengan Takbir dan kumandang adzan.
Pasukan Islam berturut-turut kemudian menguasai Damaskus, Levantine, Emessa, Aleppo, Antiokia, Agnadine, dan akhirnya menguasai kota suci Jerussalem, jantung Palestina. Jerussalem akhirnya diserahkan oleh Uskup Agung Sophorius kepada Khalifah Umar yang langsung datang ke Jerussalem.
___ Sumber: - Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir - Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin, Joesoef Sou'yb - Historians' History of The World - Wikipedia
|
| Dikawal Polisi Bersenjata Laras Panjang, KPK Geledah Ruang Kerja Gubernur Sumut | | 9:19:48 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Sabtu malam (11/7), KPK menggeledah Ruangan kerja Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, di Jalan Diponegoro nomor 30 Medan.
Informasi yang dihimpun, 15 penyidik KPK yang memakai rompi KPK itu langsung menyebar ke lantai 2 dan lantai 9, setelah mereka tiba sekitar pukul 22.50 WIB dengan menggunakan tiga mobil. Tim penyidik KPK yang dipimpin H.N Chriantian itu dikawal polisi bersenjata laras panjang.
Di lantai 2, para penyidik KPK menuju ruangan kerja Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. Adapun Ketua tim H.N Christian memasuki ruangan kerja Gubernur Sumut ditemani pegawai Pemprov Sumut bernama Salman.
Penyidik KPK, Kamis lalu, menangkap tiga hakim dan satu panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Panitera Sekretaris PTUN Medan ini ditangkap bersama tiga hakim dan seorang pengacara. Ketiga hakim yang ditangkap yaitu Tripeni Irianto Putro (Ketua PTUN Medan), Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting. Sementara pengacara yang diamankan yaitu Yagari Bhastara dari kantor pengacara OC Kaligis. Mereka ditangkap dengan barang bukti uang ribuan dolar AS.
Mereka diamankan dalam tindak penyuapan terkait penanganan perkara permohonan dari Ahmad Fuad Lubis, mantan Kepala Bendahara Umum Pemprov Sumut yang kini menjabat Kepala Biro Umum Pemprov Sumut. Perkara ini sudah diputus, dan permohonan pemohon dikabulkan sebagian.
Sumber: http://www.rmol.co/read/2015/07/12/209743/KPK-Geledah-Kantor-Gubernur-Sumut-
Gubernur Sumut Belum Tahu Ruang Kerjanya Digeledah KPK
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setda Provsu), Hasban Ritonga mengaku, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho tidak mengetahui perihal kantor tempat kerjanya turut diperiksa KPK, menyangkut kasus suap dana Bansos dan dana Bantuan Dana Bawahan yang melibatkan, Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan Panitera Syamsir Yusfan.
Hasban yang ditemui sejumlah awak media di Kantor Gubsu menjelaskan, bahwa dirinya hanya menandatangani surat tugas KPK yang sedang melakukan penggeledahan di Kantor Gubsu. "Setelah itu mereka melakukan penggeledahan di ruangan Gubsu dan Biro Keuangan Pemprovsu," ungkapnya, Minggu (12/7) dini hari.
Dijelaskan Hasban, bahwa penggeledahan ini berkaitan dengan kasus Kepala Biro Keuangan Pemprovsu Ahmad Fuad Lubis. Dirinya juga tidak mengetahui perihal gugatan pribadi Kepala Biro Keuangan tersebut.
"Penggeledahan ini berkaitan dengan gugatan Kepala Biro Keuangan yang melakukan gugatan kepada Kejaksaan Agung. Tetapi saya tidak tahu soal adanya gugatan itu," jelasnya lagi.
Walaupun begitu, lanjut Hasban, pihaknya akan bersikap kooperatif terkait kasus ini. Hasban juga meminta agar semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah selama kasus ini masih ditangani penegak hukum. "Gubsu juga belum tahu penggeledahan ini dan akan kita sampaikan ke beliau," pungkasnya seraya memasuki lift.
Sumber: http://waspada.co.id/medan/gubernur-belum-tahu-ruang-kerjanya-digeledah-kpk/
***
Apakah PKS sedang jadi TARGET lagi? Seperti diketahui, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho adalah kader PKS.
Setelah PPP berhasil dipecah, Golkar sukses dibelah, kini PKS jadi the next target? Bisa jadi. Apa sih yang tidak mungkin di negeri ini?
Kita ikuti episode berikutnya.
 | | Gubernur Sumatera Utara usai sholat Jumat di masjid Jami' Simpang Gambus (10/7/2015) |
|
| Rhoma Irama Dirikan Partai Idaman (Islam Damai Aman) dengan Logo 'Love' | | 9:08:05 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Raja dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan berdirinya Partai Idaman di sebuah restoran di Kawasan Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2015).
Rhoma Irama bertindak sebagai ketua umum Partai Idaman (Islam Damai Aman). Sejumlah ormas mendukung Partai Idaman seperti Fahmi Tamami (Forum Silaturahmi Ta'mir Masjid dan Mushola Indonesia), FORSA (Fans of Rhoma and Soneta), dan Akurat (Aliansi Kejujuran untuk Rakyat).
Rhoma Irama selama ini juga merupakan pembina sejumlah ormas Islam. Bahkan, ia juga sebagai pendiri dan ketua umum ormas Fahmi Tamami.
Rhoma berharap Partai Idaman yang didirikannya bisa membawa umat Islam bangkit menunjukkan jati dirinya baik kepada Indonesia maupun internasional.
"Dengan kondisi bangsa ini, kami sepakat mendirikan Partai Idaman yang maknanya Islam Damai Aman," tegas Rhoma.(ss)
Sumber: Teropong Senayan
|
| Pembantaian Muslim Srebrenica-Bosnia dan Jasa Besar Soeharto | | 8:54:37 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Srebrenica, Bosnia (11-7-1995) tepat 20 tahun yg lalu. Saat dimana pasukan PBB dari Belanda tak berdaya dan hanya bisa melihat pasukan Serbia membantai lebih dari 8.000 muslim Bosnia. Peristiwa ini memicu jihad global lebih besar melawan Serbia.
Kekejaman tentara Serbia ini membuat PBB tak mau beri garansi aman pada rombongan Presiden Soeharto yang nekad ke Bosnia. Pasca kunjungan, Probosoetejo (Adik Soeharto) mengumpulkan bantuan untuk muslim Bosnia.
Bantuan itu entah bagaimana berubah menjadi senjata yg digunakan para mujahid Bosnia untuk melawan kekejaman Serbia. Kisah legendaris pengiriman senjata ini termasyur di antara para pengamat intelejen-militer.
Soeripto, mantan ketuan BAKIN banyak disebut sebagai otak operasi jenius ini. Sampai sekarang Indonesia mandapat tempat istimewa di Bosnia, karena keberanian Presiden Soeharto saat itu dan bantuan dana yang diubah Soeripto menjadi senjata.
Pun tak ada yang bisa diharapkan dari PBB. Mau protes tentang Uighur, Rohingya atau Palestina??? Tak ada gunanya. Yang pasti, bila mereka akhirnya angkat senjata, ga perlulah kita cap mereka sebagai ektrimis-teroris. Pun kita dulu saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga disebut ekstrimis, kecuali yang mau jadi jongos kompeni, bantu penjajah ambil upeti.
Sebrenica, sebuah penyesalan besar negara-negara Eropa yang tak terucap...
(Ibnu Dwi Cahyo)
 | | Masjid Soeharto, masjid terbesar di Bosnia |
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !