| PIYUNGAN ONLINE Portal Berita, Politik, Dakwah, Dunia Islam, Kemasyarakatan, Keumatan | Walikota Nur Mahmudi Bersama PNS Depok Galang Dana Solidaritas Untuk #DamaiTolikara | | 11:43:53 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Hari ini (Rabu, 22/7) adalah hari pertama PNS mulai masuk kerja setelah libur Idul Fitri. Momen ini dimanfaatkan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk melakukan penggalangan dana solidaritas bagi korban Tragedi Tolikara, Papua.
"Hasil penggalangan dana Dari Depok Untuk Papua terkumpul 41,3 juta rupiah..," ujar staf Walikota @nyomanheru melalui twitter.
Langkah Walikota Nur Mahmudi diapresiasi publik.
"Senangnya jdi PNS Depok...hari pertama kerja udah ngajak beramal.." ujar netizen @echi_moenir.
"Barakallah Pa @Nur_Mahmudi mantapp #DepokKeren" cuit @EvaSyamsiah.
"Masya Allah. Klo tiap kepala daerah seperti Pak Nur. Masjid Tolikara bisa segera berdiri kembali." komen @prawitoabdullah.
"Biar abis Lebaran ga da matinya kalo buat amal, salut!" komen netizen @slamet_Gold.
Seperti diketahui, Tragedi Tolikara yang terjadi pada 1 Syawal 1436 H (17/7) telah membuat 1 masjid, 38 rumah dan 63 kios dibakar massa GIDI. Sekitar 153 jiwa masih mengungsi saat ini.
|
| Solidaritas Netizen Untuk Tolikara, Hestek #DamaiTolikara Jadi Trending Topic | | 11:27:52 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
| Sudah enam hari Tragedi Tolikara yang 'melukai' rakyat Indonesia terjadi. 1 Masjid, 38 rumah dan 63 kios musnah terbakar. Sementara ada 153 orang yang mengungsi. Kerugian material mencapai milyaran, dan kerugian non material tak bisa terhitung.
Berbagai kepedulian dan beragam komponen bangsa sudah bergerak untuk membantu para korban dan memulihkan kondisi Tolikara agar kembali damai, aman, untuk semua tanpa membedakan agama.
Hari ini (Rabu, 22 Juli 2015), publik netizen social media bersama-sama menyuarakan solidaritas untuk Tolikara dengan menggunakan hestek #DamaiTolikara.
Saking banyaknya netizen yang ikut solidaritas Tolikara, Hestek #DamaiTolikara pun puncaki Trending Topic twitter Indonesia
Berikut berbagai cuitan netizen ungkapan solidaritas untuk Tolikara dengan hestek #DamaiTolikara:
@irfan_beik: Demi m'jaga keutuhan NKRI, maka para pelaku teror harus diusut tuntas dan dimejahijaukan. Adili sesuai ketentuan hukum yg ada #DamaiTolikara
@asmanadia: #DamaiTolikara adalah #DamaiIndonesiaku. Bantu pemulihan yang diruntuhkan, smg tak terpancing mrk yang mencoba mencabik tanah tumpah darah.
@ajengkol: #DamaiTolikara tidak membiarkan kasus berakhir tanpa kejelasan bagai menyimpan bara dalam sekam.
@PejuangSubuhJKT: Kami akan mengumpulkan infaq dan shadaqah dari seluruh umat Islam dan akan kami kirim ke #DamaiTolikara
@nyomanheru: Walikota Depok @Nur_Mahmudi memimpin penggalangan dana Dari Depok Untuk Papua... terkumpul 41,3 juta rupiah.. #DamaiTolikara
?@iwan_ideas: Sabang - Merauke, puluhan ribu gereja berdiri kokoh di negeri yg mayoritas muslim .. bukti umat Islam penjaga toleransi NKRI. #DamaiTolikara
@PrijantoRabbani: Para petinggi negeri Tak perlu umbar statement Yang justru bikin suasana tak kondusif. #DamaiTolikara
@masmono08: Karena pada prisipnya manusia itu cinta damai. Manusia adalah mahluk sosial yg saling membutuhkan. Sama2 ciptaan Nya. #DamaiTolikara
@bayugawtama: Perbedaan adalah keniscayaan, kadang tak bisa disatukan, tetapi bisa selalu berdampingan #DamaiTolikara
@abdullahhaidir1: #DamaiTolikara dpt diawali dg bersikap tegas kpd para aktor dn dalang perusuh. Toleransi wajib, penegakan hukum lebih wajib..
@maspiyungan: #DamaiTolikara adalah harapan kita semua. Dan kedamaian hanya akan terwujud dg penegakkan hukum.
@JamilAzzaini: Agar negeri ini makin damai, perlu ditindak tegas siapapun yang merusak tempat ibadah #DamaiTolikara
@AhmadGozali: Ayo Kerja... Kerja... Kerja... Aparat semua, jangan takut. Agar #DamaiTolikara. Jangan takut pak menteri, gak usah rekayasa fakta. Tak akan ada balas dendam, transparan saja. Kami cinta #DamaiTolikara.
@kangrendy: Balas membalas akan tiada habisnya, tegakkan hukum, hukumlah yang bersalah, tegakkan fakta. #DamaiTolikara
@syarifbaraja: Jangan lambat aparat, nanti api semakin membesar, potensi konflik makin besar. #DamaiTolikara
@felixsiauw: Islam itu damai dan adil, karenanya kasus Tolikara itu harus selesai dengan damai dan adil | setuju? yuk twit dengan hashtag #DamaiTolikara
@msi_sohibuliman: Selalu sj ada elemen radikal dlm tiap komunitas. Jk mrk bertemu dg pr avonturir kekuasaan selalu lahirkan keonaran #DamaiTolikara
@bayugawtama: Mari kita sama-sama menjamin tidak ada lagi pertikaian antar agama dimana pun, dengan saling menghargai #DamaiTolikara
@bm_ismail: Dirikan lagi masjid nya, tumbangkan teroris nya... Insyaallah #DamaiTolikara
Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara):
@KomatTolikara: Mari doakan mereka saudara2 kita korban kerusuhan yg ada di pengungsian di Tolikara. Semoga Allah melindungi mereka #DamaiTolikara
Ya Rabb. Engkaulah Maha Pelindung. Lindungi saudara kami di Tolikara. Gembirakanlah hati anak2 & ibu yg cemas karena terancam #DamaiTolikara
Ya Rabb. Gantikanlah masjid yg dibakar di Tolikara dengan bangunan masjid yg lebih baik utk menyembah & mengagungkan nama Mu #DamaiTolikara
Ya Rabb, gantikan kios-kios pasar yg dibakar di Tolikara dengan kebangkitan ekonomi syariah di Tolikara dan Papua #DamaiTolikara
Ya Rabb, pulihkan hati hamba2Mu yg terancam di Tolikara dgn memberi kegembiraan dan kebahagiaan di masa depannya #DamaiTolikara
Ya Rabb berikan kecerdasan dan keberanian kepada kami agar mampu membantu meringankan beban saudara kami di Tolikara #DamaiTolikara
|
| Arifin Ilham Hingga Yusuf Mansur Gabung Tim Pencari Fakta Tolikara #DamaiTolikara | | 11:27:18 PM | PIYUNGAN ONLINEhttps://plus.google.com/114751447713313717725noreply@blogger.com |
|  | | Tim Komat Tolikara silaturahim dengan Menteri Agama (Rabu, 22/7) |
Komite Umat untuk Tolikara Papua (Komat Tolikara) memberangkatkan Tim Pencari Fakta untuk membantu pengungkapan dan pembangunan kembali bangunan tempat ibadah, ruko, kios maupun tempat tinggal yang hangus akibat insiden beberapa waktu lalu.
Keterangan pers tertulis Media Centre Komat Tolikara di Jakarta, Selasa (21/7), mengatakan Tim Pencari Fakta tersebut dipimpin oleh Fadlan Garamatan serta terdiri atas tujuh anggota tim dari berbagai latar belakang ilmu. Seluruh anggota Tim Pencari Fakta, setibanya di tempat kejadian perkara, yaitu di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Barat, akan langsung bekerja untuk menyusun kronologi kejadian sesuai dengan realitanya.
Penyusunan kronologi ini penting karena hingga hari ini ada upaya pembelokan opini kepada publik, yang sangat merugikan dan meresahkan, karena mengaburkan beberapa fakta terkait kejadian tersebut di lapangan.
Beberapa informasi yang simpangsiur akibat pembelokan opini tersebut di antaranya seputar keabsahan surat dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang berisi larangan merayakan Idul Fitri, Larangan Berlebaran dan larangan mengenakan jilbab.
Surat resmi yang dilengkapi tandatangan oleh Ketua GIDI Tolikara Pdt Nayus Wenda dan Sekretaris GIDI Marthen Jingga itu, mulai dikabarkan sebagai dokumen ilegal. Padahal, faktanya polisi dan bupati sudah menerima surat yang dimaksud.
Masih banyak informasi lain yang cenderung menyesatkan masyarakat dan mengadudomba antara Kepolisian, TNI dan masyarakat, sehingga jika dibiarkan, berpotensi menyulut kemarahan masyarakat yang lebih luas terhadap pihak Gereja Injili dan memperluas korban.
Pemberangkatan Tim Pencari Fakta ke Papua merupakan salah satu program kerja dari Komite Umat untuk Tolikara Papua (Komat Tolikara) yang telah terbentuk pada 19 Juli 2015 di Jakarta.
Komite ini terbentuk setelah adanya pertemuan para tokoh nasional di antaranya, Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Didin Hafidhudin, Bahtiar Nasir, Aries Mufti, Muhammad Zaitun Rasmin, dan lain sebagainya.
Pada pertemuan itu, mereka sepakat menunjuk Bachtiar Nasir sebagai Ketua Harian Komite, Muhammadi Zaitun Rasmin menjabat sebagai Wakil Ketua, Haikal Hassan sebagai Sekretaris, Nur Effendi dan Irfan Syauqi Beik sebagai Bendahara.
Sementara, Didin Hafidhudin diangkat sebagai Ketua Dewan Syura dan Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Bachtiar Nasir, Aries Mufti, Bobby Herwibowo menjadi anggota Dewan Syura.
Sumber: ROL
|
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !